|
Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terkahir dari masa perayaan Imlek bagi komunitas Tionghoa yang tinggal di luar Cina. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harfiah berarti ke lima belas dari bulan pertama. Perayaan ini biasanya dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan lainnya. Terasa istimewa untuk perayaan Cap Go Meh tahun ini adalah dengan dicantumkannya secara resmi perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu kalender pariwisata di Indonesia.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini terpusat di Kalimantan Barat atau tepatnya di kota Pontianak. Sedangkan puncak acara Cap Go Meh sendiri dirayakan secara besar-besaran dan kolosal di kota Singkawang.
Menbudpar Resmikan Sampul Cap Go Meh
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik, pada tanggal 24 Februari 2010 membuka festival Cap Go Meh di kota Pontianak. Pembukaan festival Cap Go dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai etnis di Kota Pontianak dan sekitarnya. Dalam sambutannya, Jero Wacik mengatakan bahwa kedamaian merupakan modal utama dalam mendongkrak kemajuan pariwisata Kalimantan Barat.
Promosi pariwisata Indonesia dirasakan oleh Menbupar masih sangat kurang. Untuk lebih memaksimalkan promosi pariwisata tersebut diperlukan bantuan dari semua pihak, ujar Jero Wacik pada sambutannya.
Terkait dengan perayaan Cap Go Meh, dan juga untuk lebih mempromosikan pariwisata Kalimantan Barat, Pos Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah provinsi Kalbar mengeluarkan prangko dan sampul Cap Go Meh. Pada kesempatan pembukaan festival Cap Go Meh di Kota Pontianak, Menteri Budaya dan Pariwisata di damping oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), I Ketut Mardjana, berkesempatan membubuhkan tanda tangan pada sampul Peringatan Cap Go Meh dimaksud.
Pembukaan festival Cap Go Meh juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornles, Wagub Christandy Sanjaya, Walikota Pontianak Sutarmidji, Muspida dan tamu undangan lainnya berlangsung semarak dengan penampilan beberapa pertunjukan khas Kalimantan Barat yang dipadu dalam bentuk tarian kolosal serta tak ketinggalan atraksi belasan barongsai dan naga.
Sampul Peringatan Cap Go Meh yang dilengkapi dengan prangko Prisma ini motifnya terdiri dari naga, tarian daerah seperti Dayak, Melayu dan Tionghoa serta lambing Tugu Khatulistiwa, dibubuhi prangko seri Shio “Tahun Macan”, sesuai dengan shio tahun ini. Motif sampul dan prangko merupakan perpaduan dari berbagai budaya yang ada di Kalimantan.
Jumlah Sampul Peringatan Cap Go Meh ini hanya diproduksi sebanyak 200 lembar saja. Namun PT Pos Indonesia (Persero) juga akan melakukan sosialisasi agar produk tersebut lebih banyak dikenal masyarakat. Untuk lebih memperkenalkan Kalimantan Barat beserta potensi budaya dan pariwisatanya PT Pos Indonesia (Persero) juga akan selalu memproduksi Sampul Peringatan sesuai dengan moment yang diadakan di Kalimantan Barat. (Nov).
|