NEWS RELEASE
No. 01/PR/0112


Perubahan di tubuh Pos Indonesia telah dilakukan sejak 2009, melalui program modernization and empowerment, yang terbukti berhasil membalikkan kinerja Perseroan dari rugi menjadi laba. Tiga tahun, 2009-2010-2011, laba diperoleh secara berturut-turut, sehingga negatif equity telah berubah menjadi positif kembali.

Tahun 2012 akan menjadi momentum yang sangat bersejarah, di mana PT Pos Indonesia memasuki era baru, entering new a era of Pos Indonesia 2012, yaitu suatu era yang ditandai dengan upaya keras Pos Indonesia untuk memenangkan persaingan. Berbagai upaya keras itu diwujudkan dalam corporate transformation program, yang secara prinsip menggambarkan perubahan yang sangat  mendasar, baik dari design pengembangan bisnis maupun dari struktur pengembangan korporasinya. Semuanya ini tertuang dalam Five Years Business Plan, dimana tahun 2012 ini merupakan tahun pertama dari rangkaian perencanaan dalam 5 tahun tersebut. Bedanya dengan perubahaan 2009 s.d 2011 yang fokus pada perubahaan dasar (fix the basic), seperti restrukturisasi jaringan, replacement peralatan dan kendaraan yang tidak produktif, meng-online-kan kantor pos di pedesaan, maka mulai 2012 perencanaan dilakukan secara lebih terstruktur, komprehensif dan integratif antara aktivitas bisnis dan pendukungnya. Empat Strategic Inisiative dibangun: (i) Membangun kembali posisi sebagai market leader; (ii) Membangun perusahaan logistik yang efisien dan kompetitif; (iii) Mengembangkan produk-produk transaksi keuangan, dan (iv) Transformasi basis organisasi dari fungsi ke bisnis untuk mampu menghasilkan high performance. Empat strategi inisiatif ini didukung oleh 14 strategic iniciative dan 38 enabling projects.

Dalam 5 year business plan ini, yang intinya mengakomodasi secara integratif perencanaan bisnis, perencanaan investasi, perencanaan permodalan/funding, perencanaan SDM, dan perencanaan pengawasan dan mitigasi resiko

Pos Indonesia meng-highlight masalah investasi dan funding yang ada, di mana boleh dikatakan “no debt”, kalau toh ada hanya untuk modal kerja sementara, “but low investment”. Akibatnya, Pos Indonesia yang memiliki aset yang sangat potensial, baik dalam bentuk jaringan maupun fisik yang berada di prime location, utilisasinya relatif rendah.

Tahun 2012 ini merupakan tahun dimulainya pemanfaatan aset tersebut secara lebih efektif, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, melalui pola investasi dan funding yang terencana dengan baik.
Pengembangan bisnis diarahkan menjadi bisnis-bisnis yang mandiri antara lain di bidang bisnis kurir (PT Pos Kurir), bisnis logistik (PT Pos Logistik), bisnis properti (PT Pos Properti), bisnis transaksi keuangan  (PT Pos Jasa Keuangan) dan bisnis ritel (PT Pos Mart) masing-masing akan menjadi operating holding. Transformasi ini akan terwujud secara bertahap, dimana akhir tahun 2011 yang baru lalu telah dimulai dengan pendirian PT Pos Logistik Indonesia dan sebelum akhir semester I 2012 juga akan dibentuk anak perusahaan di bidang properti.  Dengan demikian PT Pos Indonesia yang ada sekarang dalam perkembangan selanjutnya diharapkan akan menjadi Holding Company.

Dengan perencanaan yang komprehensif tersebut diharapkan akan terjadi quantum leap terhadap revenue perusahaan yaitu dari sekitar 3 T pada tahun 2011 diharapkan menjadi sekitar 10-11 T pada tahun 2016. Untuk menopang hal ini, sekali lagi, Road Map pengembangan bisnis, investasi, funding termasuk program-program debt financing dan equity financing (IPO), dan program pengembangan SDM tertuang dalam five years business plan 2012-2016.

Namun demikian, berbagai pembenahan internal tidak akan efektif apabila tidak didukung oleh lingkungan eksternal yang kondusif. Kementerian BUMN telah melakukan debirokratisasi regulasi dalam bentuk pelimpahan kewenangan kepada Direksi dan Komisaris dalam upaya percepatan pengambilan keputusan. Tetapi struktur tarif dan regulasi kompensasi terhadap surat dan paket yang tergolong dalam public service obligation, yang dalam hal ini di bawah Kemnterian Kominfo, masih belum kondusif dan bahkan memperlemah posisi saing Pos Indonesia dalam menghadapi pasar yang sangat kompetitif.

Acara penting yang mengawali kiprah strategis Pos Indonesia di tahun 2012 ini di kemas dalam bentuk Seminar dalam rangka menyempurnakan dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam pembuatan 5 years business plan dengan menghadirkan para pakar manajemen dan pelaku bisnis yang sukses di bidangnya antara lain Tanri Abeng, Lin Che Wei,  Boyke W. Mukijat, Dr. Hamzah, dan  Wahyu Hidayat yang berbagi tips dan trik strategi bisnis untuk menyempurnakan dan mengembangkan

Manajer Public Relations
PT Pos Indonesia (Persero)

You need Flash player 6+ and JavaScript enabled to view this video.
Watching: Pos Express

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat Anda mengenai tampilan terbaru Website Pos Indonesia
Sangat Baik - 23.60 %
Baik - 27.40 %
Cukup Baik - 12.60 %
Kurang - 13.40 %
Buruk - 23.10 %

Total Suara: 1078
Pemilihan suara telah berakhir pada: 24 Sep 2011 - 08:16