270 TAHUN POS INDONESIA Perbesar Komitmen Melayani Rural Area

Tahukah Anda pemberian kode pos di wilayah perbatasan adalah bagian dari strategi menjaga keutuhan wilayah NKRI? Sejarah mencatat, Amerika Serikat memberi kode pos dan mendirikan kantorpos di Alaska, meskipun secara bisnis tidak akan mendorong revenue. Tetapi dengan itu AS sudah mengamankan kawasan Alaska agar tidak dicaplok negara lain.

Melihat kasus AS menunjukkan bahwa betapa pentingnya peranan kode pos dan kantorpos bagi keutuhan wilayah Negara. Begitu juga dengan PT Pos Indonesia (persero), selama 270 tahun telah berperan dalam melayani hingga wilayah perbatasan, baik semenjak masa kolonial maupun masa kemerdekaan.

Sebenarnya, yang lebih mendasar dari fungsi pendirian Kantorpos dan menentukan kodepos bahkan menerbitkan prangko adalah bukti pengakuan suatu negara terhadap kedaulatan suatu negara lain di dunia.

Itulah sebabnya setelah bangsa Indonesia merdeka, para pejuang Indonesia yang bergerak di Pos, Telepon dan Telegraf (PTT), sebelum menjadi PT Pos Indonesia, memesan prangko dari Vienna (Eropa) dan Philadelphia (AS) guna menunjukkan bahwa negara baru telah lahir, dibuktikan dengan beredarnya prangko resmi Indonesia.

Ringkasan sejarah tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran Pos Indonesia dalam mengamankan wilayah perbatasan. Hingga saat ini, komitmen menjaga dan melayani masyarakat hingga daerah perbatasan terus ditingkatkan. Selama 270 tahun, PT Pos Indonesia (Persero) melayani segala urusan pengiriman barang, surat hingga uang.

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono mengatakan, zaman boleh berubah, tetapi komitmen menyatukan Nusantara tetap menjadi prinsip yang tak bisa tergantikan. Keberadaan Pos Indonesia sejak 26 Agustus 1746, turut mewarnai sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya, dalam konteks perjuangan yang lebih luas, Pos Indonesia ikut membangun perekonomian, dan berperan penting dalam bidang sosial politik. Perseroan memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara yaitu merekatkan komunikasi, menggerakkan perekonomian rakyat, maupun perantara efektif hubungan dengan berbagai institusi.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan terutama bagi rural area, dengan cara melakukan modernisasi dan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Apalagi, menghadapi perkembangan teknologi informasi (TI) yang kian canggih, harus disikapi secara realistis,” ujarnya, Senin (8/8/2016).

Pada perkembangannya, Pos Indonesia mengalami pasang surut. Sejak tahun 2000 banyak pihak yang skeptis, seakan-akan Pos Indonesia akan mati. Tetapi justru dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat itulah Pos Indonesia bangkit dan memperoleh energi baru.

Gilarsi menuturkan, perseroan mendekatkan diri dengan teknologi, sebagai kunci utama untuk bangkit dengan membuka lebar berbagai peluang. Salah satunya memberikan kemudahan pengiriman jasa keuangan yang sangat membantu masyarakat khususnya di daerah.

Pos Indonesia justru merasa tertantang untuk bisa meningkatkan layanan ke wilayah pelosok. Gilarsi melihat kesenjangan antara kota dan desa masih menjadi isu krusial di Indonesia hingga saat ini.

Kondisi mayoritas warga yang tinggal di pelosok desa dan daerah perbatasan pada umumnya hampir sama, yakni rerata pendapatannya rendah, sedangkan harga-harga berbagai komoditas harus dibayar lebih mahal. Sebaliknya,warga di perkotaan pada umumnya memiliki pendapatan cukup tinggi, dan harga-harga lebih murah dibandingkan dengan perdesaan.

Tak heran jika rasio gini Indonesia pada September 2015 masih 0,40 yang menandakan tingkat ketimpangan ekonomi penduduk Indonesia masih tinggi.  Melihat fenomena tersebut, PT Pos Indonesia (Persero) sebagai BUMN dengan jaringan kantor terluas di Indonesia merasa tantangan untuk bisa membantu menjembatani masalah disparitas tersebut.

Gilarsi mengungkapkan, perseroan sejak lahir mengemban dua misi sekaligus. Pertama sebagai perpanjangan pemerintah dalam konteks pembangunan, terutama untuk menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah perbatasan agar bisa mendapatkan pelayanan yang baik. Artinya, fungsi perseroan sebagai agent for development pemerintah harus terus dijalankan.

Salah satunya melalui layanan Pos Universal, di mana perseroan memberikan layanan yang tidak sepenuhnya biaya tercover di harga. Di sini, Pos Indonesia menjalankan tugas public service obligation sebagai tanggung jawab pemerintah yang dijalankan oleh perseroan.

Kedua, Pos Indonesia memiliki misi sebagai perusahaan yang berorietasi pada bisnis, yang memiliki target laba dan tanggung jawab terhadap pemegang saham dengan keharusan berkontribusi menghasilkan dividen dan memenuhi kewajiban perpajakan.

“Jadi, perseroan harus terus sehat secara finansial karena memiliki tanggung jawab sosial sekaligus target bisnis yang harus dicapai. Berbeda dengan perusahaan swasta yang hanya berorientasi pada profit,” tegasnya.

Pihaknya melihat masalah sistem logistik yang belum berkeadilan, membuat masyarakat yang pedapatannya rendah justru membayar harga komoditas yang tinggi, sedangkan masyarakat perkotaan yang pendapatannya tinggi bisa memperoleh harga komoditas lebih murah.

Oleh karena itu, Pos Indonesia siap meningkatkan perannya agar disparitasnya tidak terlalu jauh, salah satunya dengan mengoptimalkan kekuatan jaringan agar masyarakat di pelosok bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

“Kami lebih mengenal medan Indonesia jauh lebih lama dari perusahaan lain, dan tahu persis bagaimana menghubungkan antara rural dan urban dengan sangat baik. Pos Indonesia akan berperan sebagai kepanjangan pemerintah secara efektif, tetapi dari sisi bisnis bisa tetap menguntungkan,” tutur Gilarsi.

Gilarsi optimistis perseroan memiliki modal kuat dalam melayani distribusi secara nasional. Penguasaan pengetahuan dan pengalaman tentang pasokan dan permintaan, diharapkan bisa mengurangi disparitas yang terjadi di perdesaan. Apalagi didukung dengan infrastruktur yang lebih baik yang tengah digencarkan pembangunannya oleh pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga memperkuat pengetahuan tentang peta komoditas agar biaya distribusi komoditas bisa dipangkas semakin efisien, khususnya untuk distribusi ke wilayah-wilayah pinggiran.

“Misalnya kebutuhan pupuk, semen, bahan pangan harus didatangkan dari daerah produsen terdekat dengan desa, sehingga biaya distribusi tidak terlalu tinggi dan harga yang harus dibayar masyarakat juga tidak mahal.”

Menurutnya, hal-hal tersebut harus bisa diantisipasi, dengan cara mengatur pemetaan antara pusat komoditas dengan daerah tujuan distribusi secara jelas agar biaya distribusi bisa efisien.

Saat ini, Pos Indonesia tengah melakukan  big data analytics dengan mengintegrasikan antara demand dengan supply, antara pusat komoditas dengan daerah tujuan agar bisa didistribusikan seefisien mungkin. “Prinsipnya, jarak semakin dekat maka semakin efisien. Pos Indonesia berperan menjadi fasilitator agar bisa tercipta sistem logistik yang murah.”

Baginya, apabila efisiensi sistem logistik hanya mengandalkan pada pembangunan infrastruktur maka prosesnya terlalu lama karena pembangunan sarana fisik seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama.

Oleh karena itu, cara paling cepat yang diperkuat Pos Indonesia adalah dengan membangun knowledge yang dikuasai agar memberi nilai tambah bagi pengembangan bisnis perseroan dan kemampuan pelayanan terhadap masyarakat.

“Karena kita punya semua informasinya. Bagaimana ini bisa menjadi sebuah knowledge yang sangat terbuka. Ini yang kita petakan  agar sistem logistiknya semakin efisien.”
Menurutnya, semua jenis komoditas dasar harus bisa didistribusikan dengan mudah dan bisa diperpendek. Dengan pemetaan komoditas tersebut bertujuan agar perseroan bisa mengelola distribusi dengan cara yang terpendek.

“Saat ini, biaya pengiriman barang dari Hong Kong ke Jakarta lebih murah dibandingkan dengan dari Kupang ke Jakarta. Itu kan enggak masuk akal. Itu problem knowledge dan infrastruktur.”

Pos Indonesia berkomitmen menjadi perusahaan terdepan yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan komoditas dasar bagi masyarakat di perdesaan dan daerah perbatasan agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan cara menciptakan system distribusi yang paling efisien.

“Pos Indonesia ini dekat dengan masyarakat di perdesaan. Bahkan, tingkat ketergantungan masyarakat di perbatasan terhadap Pos sangat besar, karena swasta belum ada yang bisa melayani. Jadi, kami bisa perbesar layanan di perdesaan dengan memasok berbagai komoditas yang dibutuhkan.”

Selain itu, Pos Indonesia juga terus melakukan berbagai pembenahan dalam manajemen operasional dan sistemnya. Saat ini perseroan tengah membangun pusat pemrosesan seluruh barang kiriman di 11 processing center.

Hal tersebut merupakan bagian dari strategi dalam memangkas jalur distribusi agar semakin pendek dan efisien. Dengan begitu, perseroan bisa meningkatkan kapasitas layanan yang lebih besar lagi, di tengah membanjirnya distribusi barang yang timbul dari geliat e-commerce.





Kerjasama Kemensos, Pos Indonesia dan BTN dalam Penyaluran Dana Bansos

Kementerian Sosial (Kemensos) dan PT Pos Indonesia (Persero) kembali melakukan penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) bagi warga kurang mampu Minggu (17/7). Acara tersebut dihadiri Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono dan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

Bantuan tersebut diberikan secara nontunai ke rekening Tabungan e-Batarapos masing-masing penerima yang merupakan kerjasama Pos Indonesia dengan Bank BTN. Program ini merupakan keputusan Presiden dan sejalan dengan program terkait gerakan nasional nontunai (GNNT). Selanjutnya pencairan atau pengambilan dana PKH tersebut dapat dilakukan di loket Kantorpos seluruh Indonesia atau melalui ATM BTN.

Salah satu tujuan penyaluran dana PKH nontunai tersebut adalah mendidik penerima bantuan untuk menabung. Penyerahan PKH eBatara Pos dilakukan di Sidoarjo (Regional 7) yang ditunjuk sebagai percontohan. (dee/medkom)









Berkah Ramadan, Pengiriman Paket Pos Indonesia Tembus 1 Juta Paket/Hari

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pos Indonesia menyatakan Lebaran Idul Fitri tahun ini memberikan berkah yang besar bagi perseroan. Sebab, sepanjang Ramadan hingga Lebaran pengiriman yang menggunakan jasa Pos Indonesia tembus di atas satu juta paket per hari.

Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan, pengiriman paket pada kondisi normal mencapai 600.000 paket. Sedangkan menjelang Lebaran, pengiriman paket mencapai satu juta.

“Per hari itu kira-kira mungkin 600.000 paket. Itu regular day. Kalau Lebaran di atas satu juta paket,” kata Gilarsi, saat ditemi usai acara halal bihalal di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Gilarsi menjelaskan pengiriman Lebaran tahun ini meningkat sekitar 30 sampai dengan 40 persen dibandingkan tahun lalu. Ia menilai angka ini cukup signifikan. Pengiriman terjadi hampir di semua daerah dengan tujuan pengiriman pun beraneka ragam.

“Naik luar biasa. Saya belum lihat angkanya. Tapi kelihatannya ada kenaikan sekitar 30 persen sampai 40 persen. Di semua hub-hub besar itu kita dua kali lipat,” jelas dia.

Dia melanjutkan peningkatan pengiriman ini karena selama enam bulan belakangan perusahaan pelat merah tersebut sudah memecahkan bottleneck yang selama ini menjadi hambatan saat pengiriman. Sehingga tidak terdapat penumpukan paket selama Lebaran.

“Semuanya meningkat banyak dan signifikan. Karena kita sudah bongkar bottleneck. Justru itu kita paling berhasil,” ungkap dia.

Meskipun tidak mempunyai angka pasti dan statistik pengiriman paket selama Lebaran, Ia memprediksi ramainya pengiriman barang akan terus berlangsung sampai dua minggu setelah Lebaran. Selebihnya, pengiriman akan berjalan normal kembali.

“Saya enggak punya statistiknya, tapi dugaan saya sampai dua minggu ke depan masih ada carry over, setelah itu akan normal lagi,” pungkas dia.

(SAW)

Sumber : metronews.com

Keterangan Foto : Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setijono. MTVN/Annisa Ayu Artanti.





Bayar Zakat di Kantorpos, Kurangi Pajak Penghasilan.

Pos Indonesia bersinergi dengan berbagai lembaga zakat untuk memudahkan masyarakat melakukan pembayaran Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (ZIS). Untuk tahap pertama, ada 16 lembaga zakat yang bekerjasama, nantinya akan berkembang sesuai kebutuhan.

Pembayaran ZIS akan semakin mudah karena pelanggan dapat menggunakan 5 ribu outlet dan 41 ribu agen pos sebagai titik pembayaran. Pembayaran zakat atas gaji karyawan melalui badan resmi memiliki keuntungan karena BAZNAS menerbitkan kwitansi bukti setoran zakat.

Terkait dengan itu, dalam Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat (UU No 23 Tahun 2011) bahwa BAZ atau LAZ wajib memberikan bukti setoran zakat kepada setiap muzaki. Bukti setoran zakat tersebut digunakan sebagai pengurang penghasilan bruto dalam pengisian SPT tahunan.

Pembayaran zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak (penghasilan bruto) telah berlaku sejak 2001. Namun sampai saat ini masih banyak Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam atau pembayar zakat (muzaki) yang belum memanfaatkan pengurangan penghasilan bruto atas Pajak Penghasilan (PPh) tersebut. Untuk itu amil zakat dan pegawai pajak di semua kantor pelayanan diharapkan dapat memberi informasi dan penjelasan kepada para muzaki dan Wajib Pajak yang dilayaninya.

Penting diketahui bahwa pengurang penghasilan bruto sebetulnya tidak hanya zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam, tetapi juga berlaku untuk zakat penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan atau lembaga zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah.

Berikut daftar Badan Amil, Zakat, Infaq dan Sodakoh yang bekerjasama dengan Pos Indonesia.
1. Lazis Posindo
2. Rumah Amal Salman ITB
3. Rumah Zakat
4. Dompet Dhuafa
5. DPU Daarut Tauhid
6. Baitul Mal Muamalat
7. BSM Ummat
8. Inisiatif Zakat Indonesia
9. Lazis NU- NU Care
10. Lazis Muhammadiyah
11. Baitul Mal Hidayatullah
12. Portal Infaq
13. PPPA Daarul Quran
14. YDSF Al Falah
15. Pusat Zakat Ummat (PZU)
16. Lembaga Manajemen Infaq (LMI)





Pos Indonesia dan Komunitas Film Pendek Kembali Gelar Moviestival 2016

BANDUNG, 20 Juni 2016 – Setelah sukses diselenggarakan tahun lalu, Moviestival, ajang kompetisi film pendek paling kreatif bagi sineas muda Indonesia, tahun ini kembali digelar. Festival Film Pendek ini kembali digagas atas kerjasama Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) dan Pos Indonesia.

Ketua Panitia Moviestival Teddy Tardiana mengatakan Moviestival pada tahun lalu telah mendapat apresiasi yang besar dari para sineas muda sehingga pantas untuk memberikan kembali apresiasi kepada sineas muda Indonesia dengan melanjutkan festival serupa pada tahun ini.

“Moviestival 2015 yang mengambil tema Caring and Loving diikuti 315 film pendek dari seluruh Indonesia. Ini merupakan pencapaian terbesar dari festival film pendek sejenis. Karenanya, KFPI siap melanjutkan kiprah Moviestival pada tahun-tahun berikutnya dengan persiapan yang lebih baik. Tahun ini kami siap mengulangi kesuksesan,” tegasnya.

Seperti tahun lalu, tahun ini pun ada tema tersendiri. Moviestival 2016 mengambil tema Nurani Bangsaku- Filmkan Nuranimu bagi Kebaikan Bangsa.  Pemilihan tema itu untuk menggugah generasi muda Indonesia agar lebih peduli terhadap keadaan bangsanya yang saat ini menghadapi berbagai masalah.

“Sesungguhnya permasalahan-permasalahan tersebut mengemuka karena banyak orang sudah tidak lagi mendengar dan mengikuti hati nuraninya. Karena itu, penting sekali bagi setiap anak bangsa untuk kembali mendengar dan merenungkan suara hati nurani bangsanya,” katanya.

Teddy menambahkan film bisa menjadi media untuk memperdengarkan kembali suara hati nurani. Untuk itu ia mengajak para sineas muda agar bisa menciptakan film-film pendek  berisikan pesan-pesan nurani bangsa yang mampu menggugah serta menyentuh para penontonnya.

Tahapan penyelenggaraan festival dimulai Senin, 20 Juni 2016 dengan menggelar peluncuran di Graha Pos Indonesia Bandung. Selanjutnya Festival diisi serangkaian acara meliputi registrasi, workshop, dan penjurian. Pengumuman pemenang dilakukan pada malam penghargaan yang akan digelar Oktober 2016. Informasi tentang persyaratan dan ketentuan lomba dapat diakses melalui situs resmi www.moviestival.com

Sementara itu Vice President Corporate Communications PT Pos Indonesia (Persero) Bambang Dwi Purwanto menambahkan bahwa Moviestival merupakan ajang bagi anak-anak muda kreatif dari seluruh negeri menampilkan karya terbaiknya.

“Kehadiran Moviestival menjadi ruang kreasi yang diyakini memberi kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi kreatif yang tengah digalakkan pemerintah. Untuk itu Pos Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung festival tahunan ini,” tuturnya.

Moviestival yang diikuti anak-anak muda ini sesuai dengan segmen pasar Pos Indonesia. Diakuinya saat ini telah terjadi pergeseran yang signifikan dari pengguna layanan pos yang kini didominasi oleh anak-anak muda.  Karenanya, dengan mendukung Moviestival ini Pos Indonesia bisa semakin mendekatkan diri dengan anak-anak muda di seluruh Indonesia. ***





Pos Indonesia Jalin Kerja Sama Dengan Pupuk Kujang

Bandung, 15 Juni 2016 – PT Pos Indonesia (Persero) tak henti-hentinya melakukan terobosan. Kali ini Pos Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Kujang dalam hal melaksanakan penjualan Produk Ritel milik Pupuk Kujang di Kantor Pos.

Produk ritel milik Pupuk Kujang yang masyarakat bisa dapatkan di Kantor Pos adalah Pareku dengan berat 5Kg, KCL dengan berat 5Kg, Nitrea dengan berat 5kg dan Bion Up dengan Volume 1lt.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Ritel dan Properti PT Pos Indonesia (Persero) GNP Sigiarta Yasa dan Direktur Utama PT Pupuk Kujang Nugraha Budi Eka Irianto di Gedung Pusat Administrasi Pupuk Kujang Cikampek, Karawang (15/6).

“Dengan terwujudnya kerja sama ini Pos Indonesia turut membantu memudahkan pera petani untuk mendapatkan pupuk.” ujar Direktur Ritel dan Properti GNP Sugiarta Yasa semakin meningkatkan kapasitas distribusi logistiknya ke seluruh Indonesia.

GNP Sugiarta Yasa mengemukakan, sinergitas antar-BUMN ini diharapkan bisa saling memanfaatkan kelebihan masing-masing untuk meningkatkan kinerja perseroan dan pendapatan negara. Pada akhirnya, sinergi BUMN ini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.





Pos Indonesia Gandeng Citilink Untuk Pengembangan Kargo Pos

Bandung, 14 Juni 2016 – PT Pos Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya untuk terus merealisasikan visi Perusahaan yaitu “menjadi raksasa logistik dari Timur”,  Pos Indonesia terus meningkatkan perannya sebagai BUMN logistik melalui kerjasama dengan berbagai perusahaan komoditi barang serta transporter darat, laut dan udara.

Untuk meningkatkan kualitas pengiriman, Pos Indonesia menjalin kerjasama dengan maskapai Citilink untuk pengelolaan kiriman Kargo Pos diseluruh Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Teknologi, Jasa Keuangan dan Integrasi Logistik Pos Indonesia, Indyruwani Asikin Natanegara dan Direktur Cargo & Ancillary Business Citilink Indonesia, Troficiendy Soeroso juga disaksikan oleh Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono  dan CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan.

“Melalui kerjasama ini Pos Indonesia semakin meningkatkan kapasitas distribusi logistiknya ke seluruh Indonesia. Sebagai salah satu contoh yang sudah berjalan adalah membantu petani mendistribusikan hasil bumi seperti wortel dan sayuran lainnya dari Brastagi ke Jakarta dan Bandung” kata Indyruwani.

Citilink Indonesia saat ini memiliki route terbang ke 29 kota di Indonesia. Pos Indonesia melalui cabang-cabang kantor pos di daerah serta di pedesaan (rural) akan mendekati para petani dan perajin yang ingin komoditinya menjangkau kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Konsep rural logistik bisa diwujudkan dengan penambahan akses transportasi yang terus dikembangkan oleh Pos Indonesia yang saat ini memiliki 4.569 cabang di seluruh Indonesia. Demikian sebaliknya distribusi kiriman logistik dari kota besar ke daerah pedesaan dapat dilakukan oleh kantorpos.

“Tentu saja kerjasama ini meningkatkan kapasitas layanan pos selain pengiriman surat dan dokumen, kami juga mendistribusian barang-barang kebutuhan masyarakat  hingga ke rural.” pungkas Indyruwani.









Fasilitasi UKM Pos Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan UKM

Bandung, 4 Juni 2016 – PT Pos Indonesia (Persero) menyadari bahwa para pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu pilar ekonomi negara yang sangat penting sehingga perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Selaku BUMN, sebagaimana amanah UU No 19 tahun 2003 Pos Indonesia memiliki tanggung jawab untuk turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan lemah, koperasi, dan masyarakat.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono bersama Ir. I Wayan Dipta, Msc, Deputi Bidang Produksi dan  Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM sepakat menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) untuk memfasilitasi aktivitas UKM. Nota Kesepahaman ini merupakan upaya membangun sinergi antara Pos Indonesia sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa perposan dan memiliki jaringan dengan ketersebaran terluas dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam menyiapkan rumusan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran dan jaringan usaha pada UKM. Pada kesempatan ini juga dilakukan peluncuran Aplikasi Galeri UKM.

“Dengan aplikasi Galeri UKM ini akan sangat membantu para UKM untuk mengembangkan bisnis dan jaringannya.”ujar Gilarsi dalam sambutannya.

Melalui Nota Kesepahaman ini, Pos Indonesia memberikan komitmen pengembangan UKM melalui beberapa hal yaitu memberi dukungan untuk menyelenggarakan forum UMKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM di lokasi yang disepakati, menyediakan website marketplace untuk disaplay produk para UMKM di bawah binaan Pihak Pertama, menyediakan space di kantorpos UMKM corner, di lokasi  yang disepakati kemudian, menyediakan fasilitas produk khusus bagi UMKM untuk pengiriman dokumen dan barang baik domestik maupun internasional.

“Kesepahaman ini diharapkan dapat memfasilitasi UKM untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bisnis, meningkatkan akses pasar baik domestik maupun internasional, serta untuk distribusi produk UKM baik untuk tujuan domestik maupun internasional.” terang Gilarsi.

Bagi Pos Indonesia sendiri diharapkan dari komitmen terhadap UKM tersebut, dapat meningkatkan kepercayaan para pengusaha UKM untuk menjadi mitra Pos Indonesia, sehingga pengusaha UKM dapat tumbuh dan maju dalam bisnisnya dengan dukungan jaringan dan layanan Pos Indonesia di seluruh Indonesia.