Pos Indonesia Terima Apresiasi Sindo CSR

PT Pos Indonesia (Persero) diwakili oleh VP Bina Lingkungan Perusahaan Pupung Purnama menerima Apresiasi Sindo CSR dalam Bidang Pendidikan dari Koran Sindo. Penyerahan penghargaan dilakukan di Jakarta tanggal 29 Februari 2016 oleh Menteri Koperasi dan UKM Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga disaksikan oleh CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo.





Penerbitan Prangko Seri Gerhana Matahari Total 2016

Bandung, 27 Februari 2016 – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika menerbitkan Prangko seri Gerhana Matahari Total 2016 pada tanggal 23 Februari 2016 untuk memperingati peristiwa Gerhana Matahari Total 2016. Untuk melengkapi edisi Prangko seri Gerhana Matahari Total 2016 PT Pos Indonesia (Persero) bersama Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara, Direktur Utama PT. Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi DEA, Kepala Observatorium Bosscha Dr. Mahasena Putra melakukan penandatanganan Sampul Hari Peringatan di Observatorium Bosscha, Sabtu (27/2/2016).

Prangko seri Gerhana Matahari Total 2016 ini diterbitkan dalam 3 (tiga) keping Prangko dengan gambar latar belakang peristiwa Gerhana Matahari yang dikombinasikan dengan kultur budaya Indonesia. Prangko seri Gerhana Matahari Total, diterbitkan dengan jumlah cetak: 300.000 set dengan harga Rp 9.000 per atau Rp 3.000 per keping, yang diracang oleh desainer Agung EBW dan Triyadi Guntur. Pada penerbitan Prangko seri Gernaha Matahari Total tersebut juga diterbitkan Souvenir Sheet dengan jumlah cetak yang sangat terbatas, yaitu 9.000 lembar dengan harga Rp 15.000 per lembar. Penerbitan Sampul Hari Pertama (SHP) seri Gerhana Matahari Total juga dicetak dengan jumlah yang sangat terbatas yaitu 3.000 buah dengan harga Rp 12.000 perbuah, yaitu dirancang oleh desainer Tata Sugiarta.

Di Indonesia Gerhana Matahari Total pernah terjadi pada 11 Juni 1983 dan akan terjadi lagi pada 9 Maret 2016 mendatang. Indonesia menjadi satu-satunya wilayah daratan di dunia yang menyaksikan fenomena tersebut. Sedangkan wilayah lainnya yang akan mengalami gerhana tersebut adalah Samudera Hindia dan Pasifik.
Gerhana Matahari Total ini akan berlangsung selama 1 hingga 3 menit dan fenomena ini dapat disaksikan secara utuh di Bengkulu Utara, Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Poso, Palu, Luwuk, Ternate, Tidore dan Halmahera.

Fenomena tersebut turut diabadikn oleh komunitas Astronomi, Pusat Penelitian Astronomi, Lapan, Pemerintah Daerah dan Masyarakat di Kota-kota sebagai berikut: Palembang, Bangka Tengah, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Cilacap, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Balikpapan, Makasar, Jailolo Maba, Ternate, Ambon, Poso, Parigi Mountong dan Palu.





Demi Indonesia, Pos Harus Bergerak!

21 Februari 2016 – Aksi Pos Indonesia Bergerak 2016 yang berlangsung hari ini, Minggu (21/2/2016), secara serentak baik di kantor pusat, kantor regional dan UPT. Seluruh karyawan Pos Indonesia ditantang untuk bisa berpartisipasi secara aktif untuk menjaga kebersihan, memilah sampah kantor, serta berbagi dengan para petugas kebersihan.

Terdapat empat tantangan yang bisa dipilih untuk dilakukan sesuai dengan tema acara yakni “Berempati dan Berbakti” ini. Yaitu pertama, Aksi Bersih Tanda Peduli yakni membuat acara bersih-bersih di kantor pos dan melakukan pilah sampah. Kedua, Memilah dan Mendulang Arti yakni mengumpulkan dan memilih sampah untuk dijual hingga minimal mendapatkan pemasukan Rp25.000,-.

Kemudian  ketiga, Berbagi Senyum dan Cerita Pagi, yakni mengikuti aktivitas para petugas kebersihan di pagi hari, serta ke empat, Silaturahmi Membuka Hati yakni mengundang petugas kebersihan datang ke kantor untuk berbagi cerita suka dan duka selama menjadi petugas kebersihan.

“Karyawan Pos harus mampu menunjukkan bahwa dirinya adalah teladan bagi Bangsa Indonesia. Untuk itu, Pos Indonesia menginisiasi Pos Indonesia Bergerak, sebuah bentuk aktivitas sosial internal dari  Pos Indonesia untuk mengoptimalkan berbagai bentuk kegiatan employee engagement sehingga mampu memberikan dampak positif secara lebih luas,” ujar Dirut PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono di Bandung.

Puncak acara Pos Indonesia Bergerak 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional di tanggal 21 Februari 2016. Seluruh keluarga besar Pos Indonesia akan turun ke jalan untuk membersihkan jalan sebagai bentuk empati kepada para petugas kebersihan. Kegiatan ini juga menjadi dukungan Pos Indonesia terhadap gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020.

Demi Indonesia, Pos Harus Bergerak
Miniaturnya Indonesia itu ada di Pos Indonesia, kita ada dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Pulau Roti. Bayangkan, Pos Indonesia saat ini sudah memiliki 4.500-an Kantor Pos di seluruh Indonesia. Di tempat-tempat yang paling terpencil sekalipun, Pos Indonesia hadir dan menyediakan layanannya.

Layanan Pos memang berawal dari hasrat manusia untuk menyampaikan kabar. Itu merupakan kebutuhan dasar sebagai bagian dari sifat manusia yang merupakan mahluk sosial. Di masa lalu, bangsa asli benua Amerika menggunakan asap untuk menyampaikan pesan, kemudian bangsa China mengembangkan sistem pengiriman pesan menggunakan gulungan kertas yang diselipkan di jemari merpati.Lalu layanan Pos pun berkembang, penyampaian pesan tertulis yang terorganisir yang menjamin pesan itu tetap aman, dari pengirim hingga ke penerimanya.

Di Indonesia, cikal bakalnya adalah bangunan Kantor Pos di Jalan Daendels, Batavia (sekarang Jalan Pos, Jakarta). Kantor Pos Batavia lalu disusul dengan Kantor Pos Semarang, kemudian sistem yang teratur di antara kedua kota itu dibangun, dengan jalur awal melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan. Dulu, petugas Pos menggunakan kuda, untuk membawa kantong atau tas berisi surat-surat ke alamat penduduk. Kemudian, sepeda pun digunakan untuk mengantarkan surat.

Konteks layanan pos pada saat itu masih sama, yaitu mengirimkan kabar. Baik dalam bentuk surat, telegram ataupun kartu pos. Perkembangannya, masih dalam konteks mengirim kabar, adalah layanan yang lebih cepat yang disebut Kilat dan juga Kilat Khusus. Namun dalam perkembangannya, muncul teknologi yang men-disrupt itu semua. Menggunakan teknologi, hampir semua cara pengiriman kabar itu bisa digantikan.

Namun, masih ada kebutuhan pengiriman berupa dokumen. Terutama dokumen legal. Maka di sini Pos menjadi layanan kurir, bukan lagi pengantar kabar. Tapi bayangkan ketika, tak lama lagi, legal dokumen melalui elektronik juga sudah bisa diterima secara luas. Maka layanan kurir itu juga menjadi tidak relevan lagi.

Apakah ini lantas membuat Pos tidak relevan lagi?

Pos Indonesia, harus memiliki relevansi baru. Pos Indonesia masih memiliki kompetensi sebagai penyedia jasa pengiriman yang aman dan menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Peranannya kemudian bukan lagi sebagai kurir dokumen, melainkan pengiriman parsel atau paket. Artinya, relevasi yang baru bagi Pos Indonesia adalah menjadi perusahaan logistik. Pos Indonesia harus bergerak untuk menyongsong perubahan, dari mail oriented company kelogistic oriented company. Kita bisa menjadi raksasa logistik dari timur.

Pos Indonesia adalah raksasa yang tidur, tapi tidurnya sudah terlalu lama. Sekarang tugas kita adalah membangunkan si raksasa tidur ini. Tapi bagaimana caranya?

Membangunkan raksasa tidur itu dilakukan dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Di sinilah esensi dari program Pos Bergerak.

Untuk bisa bergerak menyongsong perubahan, Pos Indonesia harus bisa menunjukkan bahwa dirinya adalah teladan bagi Bangsa Indonesia. Artinya, semua pekerja Pos Indonesia bisa menunjukkan sikap-sikap yang bisa diteladani. Maka kita harus peduli pada permasalahan-permasalahan utama yang dihadapi bangsa ini.

Salah satu masalah utama yang dihadapi Indonesia adalah soal kebersihan. Salah satu agenda nasional adalah visi bersih sampah 2020. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari, Pos Bergerak menjadi sebuah kegiatan yang menggerakkan 30.000-an orang pekerja Pos Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Roti, untuk bersama-sama peduli akan kebersihan.

Sampah itu masalah bersama, yang berawal dari diri kita. Untuk mengatasinya harus dimulai dari awal, yaitu mengapa kita menciptakan sampah. Sebisa mungkin, jangan sampai menghasilkan sampah. Apa yang sudah digunakan bisa digunakan kembali (reuse) atau di-daur ulang (recycle). Sisanya, yang terpaksa memang menjadi sampah, itu yang harus dikelola.

Namun untuk bisa peduli memang tidak mudah. Kita perlu berempati dengan betapa kerasnya pekerjaan petugas kebersihan itu. Caranya bagaimana? Dengan
melakukan seakan-akan kita adalah petugas kebersihan itu.

Cara belajar yang terbaik adalah dengan mengalaminya sendiri. Jika 30.000 pekerja Pos Indonesia, bahkan bisa mencapai 120.000 orang jika mencakup keluarganya, itu bisa merasakan sendiri kesulitan yang dialami petugas kebersihan, akan menjadi sebuah gerakan bersama yang luar biasa.

Peran penting petugas kebersihan dan pekerjaannya, membuat Pos Indonesia berempati. Dari situ kita bisa berkontribusi, untuk membantu mengatasi masalah sampah ini.

Lewat program Pos Bergerak ini, Pos Indonesia menjadi teladan bagi Bangsa Indonesia. Seperti lagu karya Kusbini, “Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami.”

Pos Bergerak menjelang ulang tahunnya yang ke 270. Pos Indonesia, dengan sejarah panjang selama 269 tahun yang silam, masih relevan dengan perkembangan negeri ini dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

Tahun ini, menjelang ulang tahun ke-270, jadi momentum lahirnya kembali Pos Indonesia, dengan spirit dan visi yang baru, relevansi yang sesuai dengan tantangan Indonesia saat ini.

Melalui transformasi ke logistical oriented company, Pos Indonesia harusnya bisa berperan dalam menurunkan biaya logistik di Indonesia. Biaya yang saat ini mencapai 27 persen GDP. Kalau kita bisa menurunkan hingga 5 persen saja, angkanya bisa mencapai Rp 500 triliun. Bayangkan penghematan itu jika digunakan untuk pembangunan. Berapa jembatan, jalan raya, jalur kereta, pelabuhan atau pelabuhan udara yang bisa dibangun?

Pos Indonesia harus bisa menjadi bagian dari yang membuat anak bangsa ini bangga menjadi orang Indonesia. Pos Indonesia, sebagai miniatur Indonesia, menjadi teladan bagi Indonesia. Inilah esensi dari Pos Bergerak.

Lewat empati, kita bangun semangat untuk berkontribusi. Dimulai dari diri sendiri dan harapannya bakal menjadi transformasi Pos Indonesia untuk masa depan.





Wujudkan Seamless Logistik Pos Indonesia Jalin Kerja Sama Dengan 13 BUMN

Bandung, 19 Februari 2016 – PT Pos Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan 13 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terkait bidang logistik, di Hotel Grand Royal Panghegar, Kota Bandung, Jumat (19/2/2016).

Penandatangan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono bersama pimpinan 13 BUMN lainnya, yakni Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Sulistyo Wimbo S. Hardjito, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Bambang Eka Cahyana, Plt Direktur Utama PT Pelindo II Dede R. Martin, Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto, Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung, Direktur Utama PT Pelni Effen Goentoro, Direktur Utama PT Djakarta Lloyd Arham Sakir Torik, Plt Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Syaiful Bahri, Direktur Utama PT Pertani Irham Setiabudi, Direktur Utama Perum Damri Sarmadi Usman, dan Direktur Utama PT ASDP Danang S. Baskoro.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono mengharapkan sinergi antar-BUMN, terutama yang bergerak di bidang logistik ini diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh stake holder.
“Kami berharap Penandatanganan MoU yang Pos Indonesia lakukan ini bisa menginisiasi BUMN bersinergi untuk membangun negeri,” katanya kepada wartawan, Jumat (19/2/2016).

Beberapa waktu terakhir, PT Pos Indonesia (Persero) sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN lainnya. Sebelumnya, pada Kamis (11/2/2016) pekan lalu, PT Pos Indonesia telah menandatangani MoU sinergitas dengan sejumlah BUMN lainnya, di Kementerian BUMN Jakarta. BUMN tersebut, adalah PT Garuda Indonesia, PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, PT Len Industri, PT Bhanda Ghara Reksa, PT Sarinah, PT Varuna Tirta Prakasya, Bank BNI, PT Jiwasraya, dan Jasindo. Sehari setelahnya, Pos Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan salah satu BUMD di Jawa Barat, yakni Bank BJB.

Gilarsi mengemukakan, sinergitas antar-BUMN yang diinisiasi Pos Indonesia, diharapkan bisa saling memanfaatkan kelebihan masing-masing untuk meningkatkan kinerja perseroan dan pendapatan negara. Pada akhirnya, sinergi BUMN ini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sinergi BUMN ini tentunya harus saling menguntungkan. Dengan kerja sama ini, kami berharap kinerja perusahaan setiap BUMN mengalami peningkatan yang akan mendongkrak pula pendapatan negara. Prinsipnya kerja sama ini adalah bentuk sinergi BUMN untuk membangun negeri,” jelasnya.