48 Filatelis Indonesia Sabet Medali Pada Ajang World Stamp Exhibition 2017

Bandung, 7 Agustus 2017 – Palmares Night menjadi puncak acara pameran dan kompetisi filateli tingkat dunia World Stamp Exhibition Bandung 2017 yang berlangsung sejak  tanggal 3 sampai 7 Agustus 2017 di Trans Luxury Hotel. Pengumuman hasil kompetisi yang diikuti oleh peserta berasal dari 60 negara tersebut dilakukan pada Minggu Malam (6/8/) di Landmark Convention Hall, Braga, Bandung.

Ketua Perkumpulan Filatelis Indonesia, Letjen (Purn) TNI Soeyono, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah turut serta dalam kompetisi ini. Soeyono juga memberikan apresiasi kepada seluruh juri dan panitia acara ini. “Semua koleksi yang dipamerkan sangat menarik dan memuaskan,” kata Soeyono dalam Bahasa Inggris.
Sedangkan Tay Peng Hian, sebagai President of Federation Internationale De Philatelie (FIP), dalam sambutannya mengatakan bahwa filateli adalah issue yang akan selalu berharga. Tay sempat menyebut koleksi prangko peserta dari Brazil yang terasa sangat impresif.  Selain itu Tay juga mengabarkan aktivitas perkumpulannya. “Kami sedang mempersiapkan International Summit Philately di Bangkok pada Desember 2018,” kata Tay.

Sebagai tuan rumah, Pos Indonesia memberikan catatan spesial kepada berbagai tingkatan usia dan profesi yang ikut dalam kompetisi Filatelis Dunia ini. Apalagi, World Stamp Exhibition 2017 Bandung ini juga diikuti oleh Wakil Ketua MPR RI Fadli Zon.
Direktur Jaringan Ritel dan Sumber Daya Manusia Ira Puspa Dewi dalam sambutannya mengatakan bahwa kompetisi Filateli mengajari banyak orang untuk saling mengerti antar berbagai bangsa. Ira sangat terkejut, ada filatelis yang baru berusia 5 tahun. “Saya sendiri, saat masih kecil, pernah menjadi Filatelis hingga usia 12 tahun. Saat itu saya berhenti karena kesibukan lain. Namun, dengan melihat kompetisi ini, saya ingin mulai menjadi Filatelis lagi,” ujar Ira dengan sangat semangat.

Prof DR. Ahmad M.Ramli, Dirjen Penyelenggaraan Pos & Informatika (PPI) yang turut hadir dalam Malam Anugerah Juara juga mengatakan bahwa kompetisi filateli adalah kompetisi yang sangat unik. Bagi Ramli filateli sangat membantu manusia menjadi berpendidikan. Sebagai hobi yang sangat positif, filateli memicu manusia untuk mempelajari kebudayaan dalam suatu bangsa, mengetahui informasi publik, dan mengetahui sejauh mana teknologi cetak sebuah bangsa.

Dalam kompetisi World Stamp Exhibition 2017 Bandung ini terdapat sejumlah kelas Kompesiti dan Non Kompetisi, dan ada Group Kelas Kompetisi. Pada Kelas Non Kompetisi, ada Kelas Kehormatan (Court of Honour), Kelas Dinas Pos (Official Class), serta Kelas Juri (Jurry Class).

Sedangkan dalam Kelas Kompetisi terdiri dari Kelas Filateli Tradisional, Kelas Sejarah Pos, Kelas Benda Pos Bercetakan Prangko, Kelas Filateli Udara, Kelas Filateli Angkasa Luar, Kelas Filateli Tematik, Kelas Kartu Maksimum, Kelas Filateli Fiskal, Kelas Filateli Remaja, serta Kelas Literatur Filateli

Dari 455 karya Filateli yang ikut dalam kompetisi ini, ada 48 Filatelis Indonesia berhasil meraih penghargaan. Dari jumlah tersebut beberapa berhasil mendapat Large Gold (LG) dan Gold (G). Medali LG  pertama diraih oleh filatelis Indra Kusuma dari kategori Traditional Philately dengan karya berjudul Republik Indonesia 1945-1949, Local Issued Stamps during Independent War In Java Island.  Medali LG kedua diraih oleh Tono Dwi Putranto dari kategori Aero Philately dengan karya berjudul The Development of KLM and KNILM Operation In Netherland Indies 1920-1942.

Sedangkan peraih medali G diraih oleh Yan Wiriadi Jodana, Ryantori, Asroni Harahap (mendapat dua emas sekaligus), dan Agus Wibawanto (dua emas sekaligus). Fadli Zon, Politisi Gerindra yang menjadi Wakil Ketua MPR RI pun  kali ini mendapat Medali Large Vermeil.

Dalam Kompetisi Filateli dunia ini, tampak sekali, persahabatan yang semakin erat antar filatelis di seluruh dunia untuk membangun perdamaian serta memajukan filateli, sesuai temanya yaitu “Jembatan Menuju Dunia Yang Damai Melalui Prangko”. Acara yang cukup meriah ini ditutup dengan berbagai hiburan tari, musik, dan aneka hiburan lain.

Dalam acara penutupan, Ketua Filatelis Indonesia Letjen (Purn.) Soeyono mengajak seluruh hadirin untuk bernyanyi lagu perjuangan Hallo Hallo Bandung secara bersama-sama. Sebuah lagu kenangan yang mengingatkan kepada para hadirin, bahwa kota tempat kompetisi filateli dunia ini  adalah kota perjuangan dalam makna yang seluas-luasnya.

Pameran Filateli Dunia BANDUNG 2017