Badan Afiliasi

header badan afiliasi 97-min

Yayasan DANA PENSIUN POS (DAPENPOS)

www.dapenpos.co.id

Dana Pensiun Pos Indonesia (Dapenpos) didirikan untuk mengelola pembayaran Mafaat Pensiun bagi peserta pada saat memasuki usia pensiun. Masa pensiun ini tidak sama untuk setiap peserta, sedangkan Dapenpos dituntut selalu siap setiap saat membayarkan hak peserta. Oleh karena itu, ketersediaan kualitas pendanaan jangka panjang dalam rangka memenuhi kewajiban aktuaria, yaitu kewajiban untuk memberikan manfaat pensiun kepada peserta pada waktu peserta tersebut membutuhkan menjadi keharusan. Dengan demikian diperlukan perencanaan yang disusun dalam suatu dokumen tertulis yang menjelaskan rencana Dapenpos untuk memanfaakan berbagai peluang usaha di lingkungan eksternal serta startegi yang harus dilakukan untuk menjadikan peluang tersebut menjadi kenyataan, sehingga kebutuhan pendanaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran Manfaat Pensiun maupun pendanaan jangka panjang senantiasa terpenuhi.

Tujuan penyusunan Rencana Jangka Panjang Dapenpos
  1. Menjadi pedoman  penetapan  sasaran dan target pendanaan yang harus dicapai  dalam upaya percepatan dana terpenuhi 100% (Funded) dengan Rasio Kecukupan dana (RKD) 100 % atau lebih  (fully Funded dengan RKD 120 %).
  2. Memberikan arah dan pedoman bagi manajemen Dapenpos dan segenap jajarannya dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan Dapenpos secara profesional, efisiensi dan efektif dan memenuhi prinsip pengelolaan dana pensiun yang baik (Good Pension Fund Governance).
  3. Menemukenali peluang dan tantangan dalam pengelolaan portofolio investasi Dapenpos, sehingga diharapkan mampu memberikan hasil usaha maksimal.
  4. Menetapkan strategi dan program untuk mengupayakan kemungkinan peningkatan kesejahteraan bagi Peserta Pensiunan oleh Pendiri dengan tetap mempertahankan going concern Dapenpos.

 

dapenpos-logo

Visi
Menjadikan Dapenpos sebagai pengelola Program Pensiun Manfaat Pasti yang profesional yang mampu memberikan kepuasan dan nilai tambah bagi Peserta, Pendiri, Karyawan dan Mitra Kerja.
Misi
  • Mengelola pembayaran manfaat pensiun berkala tepat waktu, tepat jumlah dan tepat penerima.
  • Mengelola dana yang berasal dari Peserta dan Pendiri dengan pertumbuhan yang dinamis dalam upaya memperbaiki penghasilan Peserta dan meringankan kewajiban Pendiri.
  • Turut serta membangun semangat kerja dan ikatan yang lestari diantara para Peserta.

POLITEKNIK POS INDONESIA

www.poltekpos.ac.id

Globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat menuntut tersedianya tenaga ahli yang terampil dan profesional dalam mengelola industri. Kebutuhan akan tenaga terampil dan profesional tersebut merupakan tugas bagi semua pihak khususnya bagi dunia pendidikan untuk memenuhinya. Meskipun secara kuantitatif cukup banyak lembaga yang bergerak di dunia pendidikan, namun lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di jalur profesional relatif masih sangat kurang jika di bandingkan dengan kebutuhan dunia industri. Terlebih jika dikaitkan dengan kualitas lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan di jalur pendidikan profesional tersebut, masih sangat terbatas jumlah lembaga pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan kalangan industri.

Menyadari akan kebutuhan kalangan industri terhadap kebutuhan akan tenaga-tenaga profesional yang begitu besar, minat masyarakat khususnya calon mahasiswa untuk mengikuti jenjang pendidikan profesional juga cenderung meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan masyarakat, meskipun pelan, mengalami perubahan pandangan terhadap pendidikan yang berorientasi gelar ke pendidikan profesional. Indikasi dari tingginya minat ini adalah jumlah calon mahasiswa yang melamar untuk menjadi mahasiswa ke jenjang pendidikan profesional seperti Politeknik begitu besar sehingga banyak yang tidak tertampung karena terbatasnya fasilitas yang ada. Oleh karenanya, tenaga terampil dan profesional tersebut, khususnya di Indonesia, dirasakan masih sangat kurang.

Dengan memperhatikan perkembangan tersebut serta ketersediaan sarana maupun prasarana yang dimiliki, PT Pos Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri perposan ikut tergerak untuk memberikan kontribusi pada dunia pendidikan. Untuk mewujudkan sumbangsihnya bagi dunia pendidikan, maka didirikanlah Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia yang kegiatannya antara lain: menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dsb. Politeknik Pos Indonesia merupakan institusi yang pertama yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia pada tanggal 5 Juli 2001 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 56/D/O/2001 Pemberian Ijin pendirian Politeknik Pos Indonesia adalah pada jalur pendidikan Diploma III untuk jurusan Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Akuntansi, Pemasaran dan Logistik Bisnis.

logo-poltek

Visi
Politeknik Pos Indonesia bertujuan menjadi sebuah penyelenggara pendidikan terkemuka yang menghasilkan sumber daya manusia profesional yang berketerampilan tinggi untuk solusi bisnis total. Politeknik Pos Indonesia membangun kredibilitas dibidang Teknologi Postal dan Total Logistiknya melalui proses pembelajaran yang berkualitas, pnenelitian terapan, dan pengabdian masyarakat.
Misi
  • Berkomitmen pada kualitas pendidikan untk menghasilkan para lulusan terbaik guna mendukung industri postal dan logistik khususnya, dan industri pada umumnya.
  • Melaksanakan penelitian terapan dan pengembangan Teknologi Postal dan Total Logistik untuk meningkatkan perkembangan ekonomi.
  • Berperan serta dalam pengembangan sosial dan ekonomi untuk mendukung perusahaan perusahaan kecil dan menengah agar dapat bertahan dalam kompetisi nasional.
Tujuan
  • Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional dalam pengembangan/penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni.
  • Mengembangkan dan menyebarluaskan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan kesejahteraan umat manusia.
  • Menyelenggarakan berbagai jenis pelatihan jangka pendek untuk kepentingan masyarakat maupun kalangan industri/usaha.