Cara Hindari Risiko Terlambat Bayar Kredit

Saat ini, masyarakat dimudahkan dengan banyaknya akses jasa layanan keuangan di lembaga-lembaga keuangan seperti bank baik dari produk tabungan maupun kredit atau pinjaman. Semakin mudahnya akses tersebut juga telah diantisipasi oleh pihak bank yang dibantu oleh pihak regulator yaitu Bank Indonesia. Disini, Bank Indonesia memiliki peranan penting dalam control moneter termasuk mengatur Bank-bank yang ada di Indonesia.

Kembali ke jenis layanan produk-produk lembaga keuangan khususnya kredit, pinjaman atau pembiayaan. Produk-produk ini merupakan penggerak di bisnis lembaga keuangan seperti Bank. Dari sini, Bank sebagai pemberi layanan akan mendapatkan imbalan jasa berupa bunga pada bank konvensional dan margin, bagi hasil atau disebut juga upah pada bank syariah.

Sebagai regulator, Bank Indonesia membuat aturan-aturan tertentu untuk mengamankan produk-produk tersebut dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Kenapa? Tentu saja hal ini terkait dengan dana yang dipakai oleh peminjam dan dana-dana ini adalah dana masyarakat penabung.

Tentunya bisa Anda bayangkan jika Anda menyimpan dana Anda di bank kemudian pihak bank memanfaatkan dana tersebut untuk membiayai nasabah peminjam dan nasabah tersebut kabur maka dana Anda menjadi tidak aman tentunya.

Tenang dulu, dana Anda tetap dijamin kok oleh pihak bank. Kuncinya cuma satu, pastikan bank tempat Anda menabung atau meminjam terdaftar atau termasuk dalam Lembaga Peminjam Simpanan atau LPS maka dana Anda akan terjamin sampai batas maksimal sebesar 2 milyar rupiah.

Kolektibilitas Nasabah Peminjam

Bank Indonesia telah membuat aturan-aturan agar seluruh data dari nasabah peminjam dilaporkan secara berkala. Oleh karena itu, Anda tidak perlu heran jika bank mengetahui apakah Anda memiliki sejumlah pinjaman di bank atau tidak. Selain itu, dalam laporan tersebut juga dilaporkan tingkat kepatuhan nasabah dalam membayar angsuran atau istilahnya kolektibilitas. Berikut hal-hal yang diperhatikan oleh bank terhadap nasabah peminjam:
1.    Lancar
Jika nasabah peminjam melakukan pembayaran angsuran secara tepat waktu dan tidak memiliki tunggakan.
2.    Dalam perhatian khusus
Jika nasabah peminjam memiliki tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau margin belum melewati 3 bulan.
3.    Kurang lancar
Jika nasabah peminjam memiliki tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau margin telah melewati 3 bulan namun belum melampaui 6 bulan.
4.    Diragukan
Jika nasabah peminjam memiliki tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau margin telah melewati 6 bulan namun belulm melampaui 9 bulan.
5.    Macet
Jika nasabah peminjam memiliki tunggakan pembayaran angsuran pokok dan atau margin telah melewati 9 bulan.

Risiko Terlambat Bayar Kredit

Mau tahu risiko terlambat bayar kredit? Simak ulasannya berikut ini:
1.    Riwayat BI checking yang buruk
BI checking adalah laporan Bank Indonesia tentang riwayat kredit atau pinjaman nasabagh pada bank maupun lembaga keuangan lainnya. Setiap peminjaman nasabah pastinya akan tercatat secara rapi dalam Sistem Informasi Debitur (SID) BI Checking dan semua bank serta lembaga keuangan yang menjadi anggota SID dapat mengakses riwayat kredit nasabah.
2.    Sulit mengajukan pinjaman dan juga produk finansial lainnya
Riwayat BI checking yang buruk jelas akan mengundang sejumlah masalah pada nasabah peminjam untuk mengajukan pinjaman kembali.
3.    Bunga bank yang terus menumpuk
Salah satu risiko terlambat bayar kredit yaitu jumlah tagihan akan terus membengkak termasuk juga besaran bunga akibat pembayaran yang mengunggak.
4.    Mendapatkan denda dari bank
Selain itu bunga yang terus menumpuk, Anda juga akan mendapat denda dari pihak bank yang besarannya bervariasi tergantung pada kebijakan setiap bank.
5.    Penyitaan aset-aset dan benda berharga
Penunggakan pembayaran kredit dapat berujung pada penyitaan aset dan juga barang berharga. Langkah ini akan diambil oleh pihak bank jika Anda terus mengabaikan surat peringatan yang telah mereka kirim.
6.    Terjerat kasus pidana
Akibat yang paling parah dari menunggak angsuran adalah terjerat kasus pidana. Pihak bank dapat menuntut Anda ke ranah hukukm jika Anda masih menunjukkan etika yang tidak baik dalam mengembalikan pinjaman Anda.

Biasanya pihak bank akan menolak untuk memberikan pinjaman jika nasabah pernah mendapat koletibilitas 2 atau dalam perhatian khusus kecuali dengan alasan atau penjelasan tertentu. Kolektibilitas 2 saja sudah menjadi peringatan bagi nasabah peminjam apalagi koletibilitas 3-5, sudah pasti akan di blacklist oleh pihak bank.

Artinya, Anda jangan berharap bisa memperoleh fasilitas pinjaman dari bank manapun. Nah, sekarang Anda sudah tahu kan pentingnya sebuah koletibilitas angsuran yang berpengaruh terhadap fasilitas pinjaman yang Anda miliki, maka, bayarlah angsuran kredit secara tepat waktu di Pos Indonesia dengan menggunakan layanan Pospay.