Direksi

header direksi

Direktur Utama
Gilarsi Wahju Setijono
Pemangku jabatan Direktur Utama ini adalah profesional yang memiliki pengalaman luas dan pernah menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan global terkemuka, yaitu sebagai Business Exellence Director Philips Lighting Asia Pacific dan Managing Director untuk wilayah Thailand, China dan Filipina di perusahaan investasi Merrill Lynch Investment. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini adalah CEO PT Shafira Corporation Enterprise dan menjadi sosok dibalik kebangkitan ritel busana tersebut.
Direktur Jasa Kurir
Agus F. Handoyo
Lahir di Tegal tahun 1968, mulai bergabung dengan Pos Indonesia sejak tahun 1993. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Bidang Pemerintahan di Fisip Universitas Diponegoro Semarang, Agus mengikuti Pendidikan Tinggi Pos Sarjana tahun 1993. Setelah itu, ia menjalani tour of duty di sejumlah wilayah penugasan. Beberapa tugas penting yang diembannya antara lain Vice President Pengembangan Bisnis di Kantor Pusat Bandung 2009-2010, Kepala Regional III Sumatera Bagian Selatan 2010-2012, dan pada tahun 2012-2014 dipercaya menjadi salah satu Direktur pada anak perusahaan Pos Indonesia yang bergerak dalam bidang logistik, PT Pos Logistics Indonesia. Pada tahun 2014 ditetapkan sebagai Direktur Jasa Kurir.
Direktur Informasi dan Teknologi
Charles Sitorus
Menyelesaikan S1-nya di Institut Pertanian Bogor Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, sebelum berlabuh di Pos Indonesia telah malang melintang di beberpa perusahaaan telekomunikasi terkemuka. Terakhir sebelum meduduki jabatan direktur di Pos Indonesia, Chales menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha, PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) selama satu tahun pada saat yang sama sejak tahun 2013 sebagai Direktur Pengembangan, PD. Pembangunan Sarana Jaya. Pria yang menyelesaikan studi S2 di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Program Magister Ilmu Adminstrasi ini, mengawali karinya di PT. Astra Graphia tahun 1990 kemudian pindah ke PT Satelindo dari tahun 1996 sampai tahun 2004 mulai dari Kepala Cabang Indonesia Timur di Makassar, kepala cabang Jawa tengah dan Jogjakarta, Vice President Regional Indonesia Tengah di Semarang. Pria kelahiran Medan 50 tahun yang lalu ini yang selalu ingin mencari tantangan pindah ke PT. Bakrie Telekom kemudian ke PT. Smart Telecom sebagai Direktur Sales. Dengan latar belakang pengalaman di perusahaan telekomunikasi kini Charles dipercaya untuk mengembangkan Informasi dan Teknologi di Pos Indonesia.
Direktur Jasa Keuangan
Ihwan Sutardiyanta
Pria kelahiran tahun 1968 di Sleman ini menamatkan pendidikan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, selanjutnya mengikuti pendidikan Dikti Sarjana Pos tahun 1994 dan lulus S2 Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen Bandung pada tahun 2000. Bekerja di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero) pada Bagian Perencanaan sebagai Staf Ahli Perencanaan Stratejik (2000), menjabat sebagai Deputi Koordinator Pengembangan Bisnis / Perencanaan Perusahaan di Change Management Team (2002), sebagai Staf Khusus pada Direktorat Jasa Keuangan (2005), sebagai Kepala Proyek Pengembangan Bisnis Layanan Keuangan (2007), Asisten Direksi (2008), sebagai Manajer Pengembangan Bisnis Layanan Keuangan, VP Financial Services Business Development (2011). Tahun 2015 menjabat sebagai Direktur Teknologi, Jaringan dan Operasi di PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap). Tahun 2017 ini dipercaya menjabat Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero).

 

Direktur Jaringan, Retail dan Sumber Daya 
Ira Puspadewi
Sebelumnya menjabat sebagai direktur kawasan Asia Pasifik di GAP Inc., sebuah speciality retailer dengan brand GAP, Bahana Republic di Amerika yang berbasis di San Fransisco. Tingginya mobilitas dan tuntutan pekerjaan yang telah dilakoninya selama 17,5 tahun mengharuskannya bekerja secara nomaden mengunjungi negara-negara di kawasan Asia. Dalam dua minggu, dirinya bisa berpindah-pindah tempat kerja, mulai dari Filipina, Vietnam, Thailand, lalu Indonesia dan kembali lagi ke Amerika. Sejak bulan Maret lalu Ira memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Walaupun bekerja di negara sendiri, wanita yang sedang menjalani studi S3 nya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengaku proses yang dilaluinya untuk menduduki posisi tertinggi itu tidaklah mudah. Kini setelah dua tahun menjadi Direktur Utama Sarinah, Ira dipercaya oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menjadi Direktur Jaringan, Retail dan Sumber Daya Pos Indonesia.
Direktur Keuangan
Eddi Santosa
Menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung jurusan tehnik civil dan Magister Manajemen Bidang Keuangan dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Mantan Direktur Perencanaan dan Fungsi Korporasi PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ini berpengalaman di Bidang finance sebagai General Manajer di PT Permodalan Nasional Manadi (PNM) sebagai bagian dari solusi strategis Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi masyarakat melalui pengembangan akses permodalan dan program peningkatan kapasitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi. Jauh sebelum berlabuh di PNM, Eddi pernah mejadi Kepala Cabang Orix Indonesia Finance dan Komisaris PT Jakarta Tourisindo, bahkan menjadi CEO di PT. Sedjahtera Industrial Textile Subsidary anak usaha Bank Muamalat Indonesia. Di PT Pos Indonesia mantan konsultan bidang finance di beberapa perusahaan multi nasional ini untuk membenahi keuangan Perusahaan, pengelolaan manajemen risiko dan pengelolaan strategis lainnya di bidang keuangan.
Direktur Hubungan Strategis dan Kelembagaan
Noer Fajrieansyah
Pria kelahiran Jakarta 1983 ini menamatkan pendidikan Sarjananya di Universitas pada tahun 2010. Saat ini masih menyelesaikan pendidikan S2 dengan jurusan CSR. Sejumlah jabatan pernah dijabatnya yaitu Commisioner PT Hotel Indonesia Natour (2014), Director of Finance and Human Capital Management PT Perdagangan Indonesia (2015-2016), serta terakhir sebagai Director of Corporate Resource PT Perdagangan Indonesia. Adapun Pendidikan Non Formal yang pernah diikutinya adalah LEMHANNAS (2015), HMI (2008), PERMAHI (2006). Beberapa organisasi pernah diikutinya diantaranya Chairman PB HMI (2010-2012), Deputy Secretary General MPN Pemuda Pancasila (2014-2019), DPP KNPI (2015-2018) serta Vice Chairman KADIN Jawa Timur (2015-2020). Kini Noer Fajrieansyah dipercaya sebagai Direktur Hubungan Stratejik dan Kelembagaan di Pos Indonesia.
Direktur Integrasi Logistik
Barkah Hadimoeljono
Lahir di Surabaya tahun 1966, Lulus Pendidikan Tinggi Pos Reguler pada tahun 1991, dan menamatkan Pendidikan Tinggi Pos Lanjutan tahun 1996. Pendidikan S1 diselesaikan di Bandung tahun 1996 dan meraih gelar S2 tahun 2002 di Surabaya. Pengalaman bekerja di beberapa Kantorpos telah dijalaninya seperti Kantor Pos Banyuwangi (1994), Kadiv Properti Medan (1998), Wakil kepala Kantor Pos Bandaaceh (1999), Kepala Kantor Pos Bengkulu (2000), Kepala Kantor Surabaya Selatan (2006), Kepala Kantor Pos Surabaya (2008), Manajer Kantor Wilayah Jawa Timur (2010), Kepala Kantor Pos Jakarta Pusat (2012), Deputi Regional I (Medan 2015), Kepala Regional Sumut Aceh (2016), Kepala Regional VII Surabaya (2017), sebelum akhirnya dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Integrasi Logistik PT Pos Indonesia (Persero) pada bulan Juni tahun 2017.
PT Pos Indonesia (Persero)

PT Pos Indonesia (Persero)