Direksi

header direksi

Direktur Utama
Gilarsi Wahju Setijono
Pemangku jabatan Direktur Utama ini adalah profesional yang memiliki pengalaman luas dan pernah menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan global terkemuka, yaitu sebagai Business Exellence Director Philips Lighting Asia Pacific dan Managing Director untuk wilayah Thailand, China dan Filipina di perusahaan investasi Merrill Lynch Investment. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini adalah CEO PT Shafira Corporation Enterprise dan menjadi sosok dibalik kebangkitan ritel busana tersebut.
Direktur Jasa Keuangan
Poernomo
Pengalaman dan profesionalitasnya dalam bidang keuangan sangat layak untuk dipercaya menduduki posisi Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero). Betapa tidak, pria kelahiran Batang tahun 1960 meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta tahun 1985. Setahun kemudian ia bergabung dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Sejak itu, Poernomo malang melintang di dunia perbankan. Penugasan demi penugasan mengantarkan pria peraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Airlangga Surabaya tahun 2000 ini menduduki menduduki posisi terakhirnya di BTN sebagai Kepala Regional Office pada Regional Office II. Selanjutnya pada September 2014 Poernomo ditetapkan sebagai Direktur Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) dan sejak Agustus 2016 diangkat sebagai Direktur Jasa Keuangan.
Direktur Integrasi Logistik
Febriyanto
Sejak Agustus 2016 Febriyanto dipercaya sebagai Direktur Integrasi Logistik, setelah sebelumnya tahun 2014 menjabat sebagai Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum. Pria kelahiran Jambi tahun 1966 ini menempuh Pendidikan Tinggi Pos di Bandung, dan gelar Sarjana Ekonomi di peroleh di Universitas Terbuka. Dilanjut pada tahun 1998 mencapai gelar Master of Commerce, Manajemen Sumber Daya Manusia, University of Wollongong, NSW Austrakia. Honours Master of Total Quality Management di Universitas yang sama di Australia dan sekarang kandidat Doktor, Manajemen Bisnis, Konsentrasi Manajemen Stratejik, Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran Bandung. Seperti juga karyawan transferable lain, Febriyanto menjalani serangkaian tour of duty di wilayah Indonesia. Beberapa posisi yang cukup penting yang pernah didudukinya adalah SVP SDM 2009-2011, di Dapenpos sebagai Dewan Pengawas 2008-2011, dan Kepala SBU Logistics. Sebelum masuk ke dalam jajaran Dewan Direksi, Febriyanto menjabat Direktur Utama pada PT Pos Logistics Indonesia, anak perusahaan Pos Indonesia yang bergerak dalam bisnis logistik. .
Direktur SDM dan Umum
GNP. Sugiarta Yasa
Pria kelahiran Denpasar tahun 1964 ini mulai merintis karir sebagai insan Pos Indonesia sejak lulus SMA tahun 1983. Kala itu ia pun mendaftar sebagai karyawan Perum Pos dan Giro, dan pada tahun 1986 ia berhasil menyelesaikan Pendidikan Tinggi Pos. Semangat belajar yang tinggi tak menyurutkan dirinya untuk terus melanjutkan pendidikan. Sambil bekerja ia berhasil meraih gelar Sarjana di bidang Manajemen/Ekonomi pada Universitas Terbuka tahun 1992. Setahun kemudian (1993) ia berhasil memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada. Selain mengikuti serangkaian tour of duty di berbagai posisi di Pos Indonesia, pada 1998-2000 ia sempat menjadi Profesional Lecturer pada Asia Facific Postal Training Center (AAPTC) di Bangkok, Thailand. Kembali ke Indonesia, ia memangku sejumlah jabatan internal, antara lain ketua/Koordinator Change Management Team, sebuah tim yang dibentuk perusahaan guna menyusun dan mengendalikan program transformasi bisnis Pos Indonesia (2003/2005). Demikian pula, ia dipercaya mengepalai Divisi Teknologi (2006-2009), sebelum kemudian mengemban tugas sebagai kepala Wilayah Usaha Pos VIII Bali-Nusa Tenggara (2009), Kepala Wilayah Usaha Pos IV, Jabodetabek-Banten (2009-2014), dan Kepala Satuan Pengawas Internal (2014). Pada 2014 Pemerintah mengangkat GNP Sugiarta Yasa sebagai Direktur Ritel dan Properti. Sejak Agustus 2016 GNP Sugiarta Yasa diangkat sebagai Direktur SDM dan Umum.
Direktur Surat dan Paket
Agus F. Handoyo
Lahir di Tegal tahun 1968, mulai bergabung dengan Pos Indonesia sejak tahun 1993. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Bidang Pemerintahan di Fisip Universitas Diponegoro Semarang, Agus mengikuti Pendidikan Tinggi Pos Sarjana tahun 1993. Setelah itu, ia menjalani tour of duty di sejumlah wilayah penugasan. Beberapa tugas penting yang diembannya antara lain Vice President Pengembangan Bisnis di Kantor Pusat Bandung 2009-2010, Kepala Regional III Sumatera Bagian Selatan 2010-2012, dan pada tahun 2012-2014 dipercaya menjadi salah satu Direktur pada anak perusahaan Pos Indonesia yang bergerak dalam bidang logistik, PT Pos Logistics Indonesia. Pada tahun 2014 ditetapkan sebagai Direktur Surat dan Paket.
Direktur Ritel dan Jaringan
Ira Puspadewi
Sebelumnya menjabat sebagai direktur kawasan Asia Pasifik di GAP Inc., sebuah speciality retailer dengan brand GAP, Bahana Republic di Amerika yang berbasis di San Fransisco. Tingginya mobilitas dan tuntutan pekerjaan yang telah dilakoninya selama 17,5 tahun mengharuskannya bekerja secara nomaden mengunjungi negara-negara di kawasan Asia. Dalam dua minggu, dirinya bisa berpindah-pindah tempat kerja, mulai dari Filipina, Vietnam, Thailand, lalu Indonesia dan kembali lagi ke Amerika. Sejak bulan Maret lalu Ira memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Walaupun bekerja di negara sendiri, wanita yang sedang menjalani studi S3 nya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengaku proses yang dilaluinya untuk menduduki posisi tertinggi itu tidaklah mudah. Kini setelah dua tahun menjadi Direktur Utama Sarinah, Ira dipercaya oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menjadi Direktur Ritel dan Jaringan Pos Indonesia.
Direktur Teknologi
Charles Sitorus
Menyelesaikan S1-nya di Institut Pertanian Bogor Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, sebelum berlabuh di Pos Indonesia telah malang melintang di beberpa perusahaaan telekomunikasi terkemuka. Terakhir sebelum meduduki jabatan direktur di Pos Indonesia, Chales menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha, PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) selama satu tahun pada saat yang sama sejak tahun 2013 sebagai Direktur Pengembangan, PD. Pembangunan Sarana Jaya. Pria yang menyelesaikan studi S2 di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Program Magister Ilmu Adminstrasi ini, mengawali karinya di PT. Astra Graphia tahun 1990 kemudian pindah ke PT Satelindo dari tahun 1996 sampai tahun 2004 mulai dari Kepala Cabang Indonesia Timur di Makassar, kepala cabang Jawa tengah dan Jogjakarta, Vice President Regional Indonesia Tengah di Semarang. Pria kelahiran Medan 50 tahun yang lalu ini yang selalu ingin mencari tantangan pindah ke PT. Bakrie Telekom kemudian ke PT. Smart Telecom sebagai Direktur Sales. Dengan latar belakang pengalaman di perusahaan telekomunikasi kini Charles dipercaya untuk mengembangkan teknologi di Pos Indonesia.
Direktur Keuangan
Eddi Santosa
Menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung jurusan tehnik civil dan Magister Manajemen Bidang Keuangan dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Mantan Direktur Perencanaan dan Fungsi Korporasi PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ini berpengalaman di Bidang finance sebagai General Manajer di PT Permodalan Nasional Manadi (PNM) sebagai bagian dari solusi strategis Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi masyarakat melalui pengembangan akses permodalan dan program peningkatan kapasitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi. Jauh sebelum berlabuh di PNM, Eddi pernah mejadi Kepala Cabang Orix Indonesia Finance dan Komisaris PT Jakarta Tourisindo, bahkan menjadi CEO di PT. Sedjahtera Industrial Textile Subsidary anak usaha Bank Muamalat Indonesia. Di PT Pos Indonesia mantan konsultan bidang finance di beberapa perusahaan multi nasional ini untuk membenahi keuangan Perusahaan, pengelolaan manajemen risiko dan pengelolaan strategis lainnya di bidang keuangan.