Kiat Mengirim Makanan Basah Melalui Pos Indonesia

Di zaman yang serba canggih seperti saat ini, mendapatkan makanan yang diinginkan bisa dilakukan dengan mudah. Sudah banyak sekali layanan delivery service alias pesan antar yang diberikan oleh restoran di berbagai daerah. Hanya saja, kadang ingin rasanya menyantap makanan rumahan buatan ibu. Hal ini tentu tak bisa dilakukan dengan mudah oleh Anda yang tinggal di luar kota. Mengirimkan makanan juga dianggap tidak efektif karena khawatir akan basi atau rusak. Padahal, ada tips mengirim makanan basah yang bisa dilakukan dengan mudah. Cara ini menjamin makanan akan tiba di tempat tujuan dengan selamat. Yuk, simak informasinya:

Pertimbangkan ketahanan makanan

Jika Anda akan mengirimkan makanan, ketahui dengan baik ketahanannya. Misalnya saja, ada makanan yang bisa bertahan selama lebih dari 3 hari tanpa harus dimasukkan ke dalam kulkas atau dipanaskan. Di sisi lain ada juga makanan yang hanya bertahan selama 1 atau 2 hari saja. Jika Anda salah memperhitungkan lamanya proses pengiriman, bisa-bisa makanan basi di jalan. Apabila memungkinkan, Anda juga bisa menggunakan pemanas atau pendingin makanan sehingga memperpanjang daya tahannya.

Masukkan ke dalam wadah yang anti tumpah

Ada beberapa jenis makanan basah yang biasa dikirimkan melalui pos. Jenis pertama adalah makanan kering yang rawan remuk, misalnya saja keripik dan kerupuk. Kedua jenis makanan ini tergolong mudah dikemas karena tidak memiliki cairan. Namun harus berhati-hati juga agar tidak hancur dengan memasukkannya ke dalam wadah yang tebal. Sedangkan untuk makanan yang kering berminyak seperti gorengan, bisa dimasukkan ke dalam wadah plastik. Nah, tips mengirim makanan basah berikutnya adalah untuk hidangan berkuah, misalnya saja bakso atau jenis sup. Makanan satu ini harus dikemas ke dalam plastik kemudian dimasukkan lagi wadah yang lebih keras untuk menghindari plastik bocor.

Pertahankan rasa makanan dengan foam

Kualitas makanan yang Anda kirim bisa terjaga dengan lebih baik jika dilapisi dengan foam. Namun jangan gunakan sembarang foam, pastikan Anda memakai jenis yang khusus untuk makanan. Wadah satu ini juga menjadi pilihan yang baik untuk jenis makanan yang mengeluarkan banyak minyak karena foam akan menyerapnya. Namun hindari memasukkan makanan yang masih panas atau beruap ke dalam wadah foam.

Jangan ada space kosong di dalam kardus pengiriman

Tips mengirim makanan basah yang berikutnya adalah dengan memastikan bahwa tidak ada ruang atau celah di dalam kardus terluar. Jika ternyata jumlah barang di dalam kardus hanya sedikit, Anda bisa menyumpal celah yang kosong dengan bubble wrap atau kertas koran yang sudah diremas-remas. Cara ini membuat makanan tidak berubah posisi meski terkena guncangan selama perjalanan. Anda juga sebaiknya meletakkan makanan yang berat di posisi paling bawah dalam kardus. Hal ini untuk menghindari makanan tergencet dan rusak.

Lapisi dengan plastik dan selotip di bagian luar

Tips mengirim makanan basah yang selanjutnya adalah dengan melapisi kardus menggunakan selotip dan juga plastik. Cara ini mencegah wadah rusak saat terkena air atau bertumpukan dengan barang lainnya yang memiliki permukaan tajam. Jangan lupa juga memberi label pada kardus dan menuliskan bahwa paket tersebut berisi makanan sehingga sebaiknya tidak dibanting.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan pihak Pos Indonesia saat akan mengirimkan makanan. Pihak Pos Indonesia akan memberitahukan jenis layanan terbaik yang cocok untuk mengirimkan paket makanan Anda tanpa khawatir rusak dan basi.