Perluas Penjualan Emas, ANTAM Gandeng Kantorpos

Bandung, 11 Januari 2017 – Dalam rangka meningkatkan kinerja Perseroan khususnya pada komoditas emas, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM) menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) menjadi mitra penyedia fasilitas penjualan, pembayaran dan distribusi produk logam mulia (LM).

Hal tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Antam (Persero) Tbk dengan PT Pos Indonesia (Persero) yang ditandatangani oleh Direktur Marketing ANTAM Hari Widjajanto dan Direktur Ritel dan Sumberdaya Pos Indonesia Ira Puspa Dewi di Bandung Jawa Barat, pada Rabu (11/1). Penandatanganan PKS yang juga turut disaksikan oleh Dirut PT Pos Indonesia (Persero) dan Direktur Utama ANTAM ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman bersama yang telah ditandatangani sebelumnya pada 26 Oktober 2016 lalu.

Direktur Utama PT Antam (Persero) Tbk Tedy Badrujaman usai penandatanganan PKS kepada media menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng Pos Indonesia guna memperluas jaringan penjualan emas logam mulia (LM).

“Penandatanganan PKS ini merupakan komitmen ANTAM dalam rangka peningkatan kinerja perseroan khususnya komoditas emas. Kami optimis sinergi ini akan memberikan manfaat yang maksimal baik untuk ANTAM maupun Pos Indonesia,” jelas Tedy.

Ia mengatakan bahwa sebanyak 109 Kantorpos direncanakan akan menjadi saluran bagi masyarakat untuk mendapatkan emas logam mulia selain melalui 13 butik emas yang sudah dimiliki oleh ANTAM melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Emas Logam Mulia (UBPP LM). 109 Kantorpos yang tersebar di Pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara ini merupakan tahap awal dari perjanjian kerja sama ANTAM dan Pos Indonesia.

“Mekanisme pembelian emas LM melalui Kantorpos menggunakan sistem pemesanan. Selanjutnya ANTAM akan menggunakan layanan Pos Indonesia untuk mengirimkan emas LM dari kantor UBPP LM di Jakarta menuju lokasi Kantorpos tempat pembelian,” terangnya. Tedy menyebut bahwa pelanggan dapat memesan emas LM mulai 0,5 gram sampai dengan 50 gram pada awal Februari 2017.

“Berbagai inovasi kami lakukan untuk memberikan nilai tambah produk emas LM, di antaranya dengan meluncurkan emas batangan bermotif batik, jasa depositori emas LM, dan produk perhiasan berupa kalung dan bezel untuk produk emas batik,”  jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Ritel dan Sumberdaya PT Pos Indonesia (Persero) Ira Puspadewi menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik sinergi dengan ANTAM sebagaimana dituangkan dalam perjanjian kerja sama.

“Kerja sama ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli logam mulia, karena dapat langsung melalui Kantorpos yang tersebar di seluruh Indonesia, meski untuk saat ini baru terbatas di 109 Kantorpos di pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Ira. Ia berharap ke depannya ANTAM dapat memanfaatkan 4.569 cabang Kantorpos di seluruh Indonesia.

“Pos Indonesia memiliki jaringan distribusi terbesar, handal dan terluas di Indonesia, dedicated, track and trace dan harga yang kompetitif,” ujarnya. Kantorpos, lanjut Ira adalah tempat strategis untuk transaksi penjualan atau distribusi barang dan jasa.

Terkait sinergi kedua BUMN ini, Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan bahwa PKS antara Pos Indonesia dengan ANTAM merupakan wujud nyata sinergi BUMN sebagaimana arahan Presiden dan Menteri BUMN RI.

“Bentuk sinergitasnya adalah kerja sama saling memanfaatkan kompetensi masing-masing BUMN sebagai upaya meningkatkan kinerja dan pendapatan kedua bumn,” jelasnya. Gilarsi berharap melalui sinergi ini, Pos Indonesia dan ANTAM  akan tumbuh dan memberikan nilai manfaat lebih untuk masyarakat dan negara.

Mengenai ANTAM
ANTAM adalah perusahaan berbasis sumber daya alam terkemuka yang terdiversifikasi dan memiliki kegiatan yang terintegrasi secara vertikal dengan komoditas utama bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara, alumina dan jasa pengolahan dan pemurnian logam mulia. Berpengalaman lebih dari 48 tahun, ANTAM memiliki cadangan nikel dan bauksit yang berkualitas tinggi dan berjumlah besar. Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia milik ANTAM merupakan satu-satunya entitas pengolahan dan pemurnian logam mulia di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). 65% saham ANTAM dimiliki oleh Pemerintah Indonesia dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan Bursa Efek Australia (ASX). ANTAM mendapatkan predikat khusus “IDX Best Blue 2016” dari Bursa Efek Indonesia atas pertumbuhan kinerja terbaik yang dinilai atas saham tercatat di BEI satu tahun terakhir, jumlah investor yang memiliki saham, tingkat transaksi perdagangan saham, memiliki pertumbuhan harga saham yang signifikan serta memiliki fundamental yang sehat.