Pos Indonesia Tunjukkan Kepedulian di Hari Peduli Sampah Nasional 2017

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional menunjukkan kepedulian PT Pos Indonesia pada lingkungan di tengah masalah sampah nasional.

BANDUNG, 26 Februari 2017 – Tumbuhnya industri e-commerce di Tanah Air memiliki dampak ekonomi yang cukup besar. Namun di sisi lain tumbuhnya e-commerce memunculkan masalah baru berupa sampah kemasan yang dihasilkan.

Di negara lain, masalah sampah e-commerce ini sudah mulai menjadi perhatian. Amazon, salah satu retailer online terbesar di dunia, bahkan sudah mulai membuat kantor khusus bernama Sustainability Office untuk menangani masalah dampak lingkungan dari bisnis mereka.

Menurut Gilarsi Wahyu Setijono, Direktur Utama PT Pos Indonesia, Pos Indonesia merupakan salah satu pilar logistik terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 58.000 titik layanan di pelosok Indonesia dan 4.800 kantor pos online. “Sebagai penyedia layanan paket dan surat, Pos Indonesia jelas bersentuhan langsung dengan permasalahan sampah kemasan. Oleh karena itu Pos Indonesia memiliki kepedulian besar pada isu sampah, baik secara khusus maupun secara umum,” katanya.

Gilarsi melanjutkan, permasalahan sampah adalah hal besar yang harus ditangani bersama-sama. Data Bank Dunia menyebutkan, per tahun kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan, pada tahun 2025 jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton.

Untuk itu, dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari, Pos Indonesia meningkatkan kepedulian pada isu tersebut. “Tahun ini, berbagai kegiatan dilakukan Pos Indonesia dalam rangkaian kegiatan Pos Bergerak. Pada 26 Februari 2017 akan digelar kegiatan korporasi untuk berpartisipasi dalam Hari Peduli Sampah Nasional berupa bersih-bersih di sepanjang tiga rute di Kota Bandung yang dimulai dari Kantor Pusat Pos Indonesia di Jl Cilaki dan berakhir di Graha Pos Indonesia di Jl Banda No 30 Bandung,” lanjutnya.

img_1667-min1

Rute pertama akan melewati Jl Cilaki – Jl Cimandiri – Jl Cisanggarung (Istiqomah) – Jl Riau dan berakhir di Graha Pos Indonesia. Rute kedua Jl Cilaki – Jl Cimandiri – Jl Banda (Jonas Foto) – Jl Progo – Jl Cimanuk – Jl Riau – Graha Pos Indonesia. Sedangkan rute ketiga akan melalui Jl Cilaki – Jl Diponegoro – Jl Cilamaya – Jl Banda (Jonas Foto) – Jl Progo – Jl Cimanuk – Jl Riau – Graha Pos Indonesia.

Inovasi yang terjadi di berbagai bidang, dengan perkembangan teknologi dan maraknya usaha rintisan digital, harus senantiasa dibarengi dengan sikap peduli dan bertanggungjawab. Tentu kita semua ingin inovasi yang akan memudahkan berbagai aspek hidup kita dan meningkatkan ekonomi rakyat. Di sisi lain, kita juga ingin mewariskan lingkungan yang baik pada anak-cucu kita,” ujarnya.

Pada hari yang sama Pos Indonesia juga memberikan CSR berupa pohon produktif yang sudah di okulasi sebanyak 100 pohon dan pemberian Tali Asih kepada 25 petugas kebersihan.

Tema Pos Bergerak tahun ini adalah Peduli, Kontribusi, Kreasi dan Inovasi. Kami ingin menekankan pesan bahwa Pos Indonesia adalah perusahaan yang peduli pada sekitarnya dan siap berinovasi untuk menyongsong masa depan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan itu, pada 27 Februari 2017 Pos Indonesia akan menggelar talkshow bertema “Sampah, Musuh Yang Dilupakan” yang akan digelar di Graha Pos Indonesia Jl Banda No 30 Bandung.

Seperti kegiatan Pos Bergerak 2016, kegiatan tahun ini juga akan memobilisasi 30.000-an pekerja pos untuk melakukan berbagai tantangan terkait kepedulian pada isu lingkungan di sekitar Kantor Pos di seluruh penjuru Indonesia.

Rangkaian kegiatan Pos Bergerak menerapkan sistem gamification untuk memotivasi pekerja pos agar lebih semangat dalam menyelesaikan tantangan. Rangkaian kegiatan ini dirancang sedemikian rupa agar dapat membangkitkan inovasi di PT Pos Indonesia.