Pos Indonesia Turut Sukseskan Integrasi Pasar Lelang Komoditas dengan Sistem Resi Gudang

Cianjur, 5 Desember 2016 – Sistem Resi Gudang mulai dikenal di Indonesia sejak 10 tahun terakhir. Sebelum muncul Undang-Undang no 9 Tahun 2006 Tentang Sistem Resi Gudang banyak dikenal berbagai macam terobosan yang ditempuh baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha dalam sistem tata niaga komoditi pertanian. Beberapa di antaranya yang hampir mirip dengan Sistem Resi Gudang adalah sistem tunda jual, gadai gabah, dan yang terakhir adalah CMA (Collateral Management Agrement). Jika ditinjau dari kelengkapan infrastrukur sistem dan keamanannya Sistem Resi Gudang merupakan Sistem yang paling aman dan canggih jika dibandingkan dengan beberapa sistem yang pernah ada di Indonesia. Dalam Sistem Resi Gudang terdapat jaminan keamanan bagi perbankan karena semua data penatausahaan Resi Gudang terpusat di Pusat Registrasi dan diawasi oleh Badan Pengawas (BAPPEBTI). Serta terdapat kepastian mutu bagi pemilik barang maupun calon pemilik barang karena barang yang disimpan dikelola dengan baik oleh Pengelola Gudang dan diuji mutu sebelumnya oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian independen yang telah mendapat sertifikasi dari KAN dan disetujui oleh BAPPEBTI.

Kesuksesan Implementasi SRG untuk saat ini dapat terjadi karena adanya komitmen yang kuat dari setiap unsur kelembagaan SRG serta dukungan yang tidak ada henti-hentinya dari Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat. Untuk mewujudkan implementasi SRG yang sesuai dengan Undang-Undang No 9 Tahun 2006 merupakan pekerjaan besar bagi semua pihak dan merubah pola kebiasaan yang ada di masyarakat tidaklah semudah membalikan tangan.

PT  Pos  Indonesia  (Persero)  baru  mulai  melaksanakan  program  SRG  sejak  tahun  2014,  berdasarkan  Surat  Izin  nomor  07/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/PG/04/2014  tanggal  23  April  2014,  izin  ini  berlaku  secara  nasional.

Kemudian  untuk  pengelolaan  gudang  SRG, ada  3  (tiga)  izin  gudang  yang  kita  terima  :
a.    Izin  nomor  08/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/GD/04/2014  tanggal  23  April  2014, izin  pengelolaan  gudang  SRG  Jamanis  Kabupaten  Tasikmalaya.
b.    Izin   nomor  15/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/PG/06/2015  tanggal  23  Juni  2015,  izin  pengelolaan  gudang  SRG  Benteng  Kabupaten  Ciamis.
c.    Izin   nomor  30/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/PG/09/2016  tanggal  13  September  2016,  izin  pengelolaan  gudang  SRG  Purwadadi  Kabupaten  Ciamis.

“Sejak  tahun  2014  hingga  saat  ini,  Pos Indonesia sudah  mengelola  tiga  gudang  SRG  tersebut  di  atas,  dan  dapat  memberikan  kontribusi  pendapatan  yang  cukup  baik,  meski  belum  mampu  menyumbang  laba.  Namun  seiring  pertumbuhannya,  kami  yakin  bisnis  ini  akan  mampu  memberikan  kontribusi  positif  bagi  pendapatan  perusahaan.” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono pada acara Grand Launching Integritas Pasar Lelang Komoditas Dengan Sistem Resi Gudang di Pendopo Kabupaten Cianjur (5/12).

Komoditas  yang  disimpan  di  gudang  SRG  yang  dikelola  oleh  PT  Pos  baru  berupa  gabah  dan  jagung,  untuk  komoditas  beras,  hingga  saat  ini  belum  ada  poktan  maupun  gapoktan  yang  telah  menyimpan  komoditas  beras  tersebut.

Selanjutnya  Bappebti  pada  tahun  2016  mengembangkan  system  pasar  lelang  online  berbasis  komoditas  SRG,  yang  kemudian  dikembangkan  lebih  lanjut  bersama  Pos  Indonesia. Dalam  rangka  mewujudkan  hal  tersebut,  kami  telah  melakukan  uji  coba  lelang  sebanyak  2  (dua)  kali,  yakni  :
a.    Tanggal  25  Oktober  2016  terjual  gabah  sebanyak  18  Ton  bernilai  lelang  Rp  75.600.000,00.
b.    Tanggal  22  November  2016  terjual  gabah  sebanyak  15  Ton  bernilai  lelang  Rp  76.500.000,00.

Pos  Indonesia  mendapatkan  izin  sebagai  penyelenggara  pasar  lelang  dari  Bappebti  dengan  nomor  35/BAPPEBTI/Kep-PL/SP/10/2016  tanggal  13  Oktober  2016.  Dengan  izin  tersebut,  perusahaan  diberikan  hak  untuk  melaksanakan  lelang  baik  dalam  bentuk  penyerahan  langsung  (spot)  maupun  penyerahan  kemudian  (forward).

Pasar  lelang  dilaksanakan  berdasarkan  Peraturan  Tata  Tertib  (PTT)  lelang  yang  dibuat  oleh  Pos  Indonesia bersama-sama  dengan  Bappebti  selaku  pemegang  kewenangan  untuk  mengawasi  setiap  proses  lelang  dan  penjualan  komoditas  yang  ada  di  Indonesia  ini.

Dalam  Pasar  Lelang  yang  dikelola  perusahaan,  melibatkan  PT  Kliring  Berjangka  Indonesia  (Persero)  sebagai  pihak  pelaksana  kliring  dan  pengelola-pengelola  gudang  SRG  se-Indonesia  sebagai  tempat  penyimpanan  komoditas  SRG  serta  para  pembeli  yang  tersebar  di  seluruh  Indonesia.

Hal  tersebut  dapat  terwujud  karena  lelang  dengan  system  online,  tentu  tidak  dibatasi  lagi  oleh  ruang  dan  waktu,  sehingga  Pemerintah  berharap  besar,  para  pemilik  komositas  yang  disimpan  di  gudang-gudang  SRG,  akan  memperoleh  nilai  jual  terbaik,  yang  terbentuk  dari  proses  lelang  yang  dilaksanakan  oleh  Pos Indonesia.