Anak Perusahaan

Written by Admin PIOL on . Posted in Profil Perusahaan

POLITEKNIK POS INDONESIA (POLTEKPOS)

http://www.poltekpos.ac.id/

Globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat menuntut tersedianya tenaga ahli yang terampil dan profesional dalam mengelola industri. Kebutuhan akan tenaga terampil dan profesional tersebut merupakan tugas bagi semua pihak khususnya bagi dunia pendidikan untuk memenuhinya. Meskipun secara kuantitatif cukup banyak lembaga yang bergerak di dunia pendidikan, namun lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di jalur profesional relatif masih sangat kurang jika di bandingkan dengan kebutuhan dunia industri. Terlebih jika dikaitkan dengan kualitas lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan di jalur pendidikan profesional tersebut, masih sangat terbatas jumlah lembaga pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan kalangan industri.

Menyadari akan kebutuhan kalangan industri terhadap kebutuhan akan tenaga-tenaga profesional yang begitu besar, minat masyarakat khususnya calon mahasiswa untuk mengikuti jenjang pendidikan profesional juga cenderung meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan masyarakat, meskipun pelan, mengalami perubahan pandangan terhadap pendidikan yang berorientasi gelar ke pendidikan profesional. Indikasi dari tingginya minat ini adalah jumlah calon mahasiswa yang melamar untuk menjadi mahasiswa ke jenjang pendidikan profesional seperti Politeknik begitu besar sehingga banyak yang tidak tertampung karena terbatasnya fasilitas yang ada. Oleh karenanya, tenaga terampil dan profesional tersebut, khususnya di Indonesia, dirasakan masih sangat kurang.

Dengan memperhatikan perkembangan tersebut serta ketersediaan sarana maupun prasarana yang dimiliki, PT Pos Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri perposan ikut tergerak untuk memberikan kontribusi pada dunia pendidikan. Untuk mewujudkan sumbangsihnya bagi dunia pendidikan, maka didirikanlah Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia yang kegiatannya antara lain: menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dsb. Politeknik Pos Indonesia merupakan institusi yang pertama yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia pada tanggal 5 Juli 2001 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 56/D/O/2001 Pemberian Ijin pendirian Politeknik Pos Indonesia adalah pada jalur pendidikan Diploma III untuk jurusan Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Akuntansi, Pemasaran dan Logistik Bisnis.

Visi
Politeknik Pos Indonesia bertujuan menjadi sebuah penyelenggara pendidikan terkemuka yang menghasilkan sumber daya manusia profesional yang berketerampilan tinggi untuk solusi bisnis total. Politeknik Pos Indonesia membangun kredibilitas dibidang Teknologi Postal dan Total Logistiknya melalui proses pembelajaran yang berkualitas, pnenelitian terapan, dan pengabdian masyarakat.
Misi
  1. Berkomitmen pada kualitas pendidikan untk menghasilkan para lulusan terbaik guna mendukung industri postal dan logistik khususnya, dan industri pada umumnya.
  2. Melaksanakan penelitian terapan dan pengembangan Teknologi Postal dan Total Logistik untuk meningkatkan perkembangan ekonomi.
  3. Berperan serta dalam pengembangan sosial dan ekonomi untuk mendukung perusahaan perusahaan kecil dan menengah agar dapat bertahan dalam kompetisi nasional.
Tujuan
  1. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional dalam pengembangan/penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni.
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan kesejahteraan umat manusia.
  3. Menyelenggarakan berbagai jenis pelatihan jangka pendek untuk kepentingan masyarakat maupun kalangan industri/usaha.

 

Good Corporate Governance

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

A. PENDAHULUAN

Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan/organisasi adalah dengan cara menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan pedoman bagi Komisaris dan Direksi dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dengan dilandasi moral yang tinggi, kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perseroan terhadap pihak yang berkepentingan (stakeholders) secara konsisten.

Maksud dan tujuan penerapan Good Corporate Governance di Perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar Perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional.
  2. Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian.
  3. Mendorong agar manajemen Perusahaan dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perusahaa.
  4. Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional.
  5. Meningkatkan nilai investasi dan kekayaan Perusahaan.

Visi, Misi dan Moto

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

V I S I

Menjadi Perusahaan pos terpercaya

M I S I

  • Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu dan nilai terbaik
  • Berkomitmen kepada karyawan untuk memberikan iklim kerja yang aman, nyaman dan menghargai kontribusi
  • Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang menguntungkan dan terus bertumbuh
  • Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat
  • Berkomitmen untuk berperilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan

KREDO

Terus Bergerak Maju (Move On)

 Move On dijabarkan dalam :

  1. Vision : to be a trusted postal services company
  2. Action : Operational effectiveness, cost efficiency, overwhelming challenge, & increase revenue
  3. Passion : Champion Postal Company in the Region
  4. Collaboration : Merger & acquisition

 

Sejarah PT Pos Indonesia (Persero)

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.

Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.

Satuan Pengawasan Intern (SPI)

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

Visi

Menjadi penilai profesional bagi kepentingan manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan

Misi

Membantu manajemen melalui kegiatan penilaian aktivitas perusahaan yang obyektif dan tidak memihak, memberikan pelaporan secara lengkap, akurat dan tepat waktu sebagai informasi kepada manajemen serta mengoptimalkan peran Compliance, Catalyst, Consultant, Competence dan Colleague.]

Direksi

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

 Direksi PT Pos Indonesia (Persero)

Keterangan foto : (duduk) Direktur Utama - Budi Setiawan (berdiri dari kiri ke kanan) Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan - Budhi Setyawan, Direktur Ritel dan Properti (Setyo Riyanto), Direktur Keuangan - Tavip Parawansa, Direktur SDM dan Umum - Entis Sutisna, Direktur Surat dan Paket - Ismanto


 Budi Setiawan adalah lulusan Master Of Applied Finance University Of Western Sydney Australia pada tahun 1998. Beberapa jabatan yang pernah menjadi tanggung jawabnya sebelum diangkat sebagai Direktur Utama adalah Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan, Senior Vice President Jasa Keuangan, Senior Vice President Treasury di PT Pos Indonesia. Budi Setiawan juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Dana Pensiun Pos Indonesia serta Komisaris pada PT Bhakti Wasantara Net. Budi sempat bertugas sebagai Ketua Komite Kerja Bidang Keuangan Komite Penyehatan Pos Indonesia, Ketua Tim Kajian Bersama Strategis Perusahaan, Ketua Komite Kerja Bidang Jasa Keuangan, dan Komite Penyehatan Perusahaan. Pria kelahiran Magelang tahun 1963 ini mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Australia (Ausaid Program) untuk Post graduate Program pada tahun 1997 serta mendapatkan penugasan khusus International Postal Service di Bangkok Thailand.

 Tavip Parawansa sebelum menjabat Direktur Keuangan Pos Indonesia adalah Risk Manajemen Credit Officer pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan Direktur Utama pada PT Mentari Multimedia (M2V) serta Dewan Komisaris pada PT Mentari Multimedia (M2V). Pria kelahiran Jakarta tahun 1964, berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi Manajemen dari Universitas Krinadwipayana. Tavip Parawansa telah mengikuti beberapa training di bidang perbankan antara lain: BII Management Developing Program, Brand Positioning & Direct Marketing di Bangkok, Bank Marketing Management Program, Super Service Exellence, Risk Management Guidelines for Indonesian Banking, dan Thomas International Assessment Training.

Entis Sutisna sebelum menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum adalah Kepala Wilayah Usaha Pos Regional Jabodetabek dan Banten serta Kepala Pusat Perencanaan dan Transformasi Perusahaan. Penerima Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia tersebut terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Tinggi Pos Lanjutan tahun 1993 dan meraih gelar MM Bidang Manajemen dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. Pernah mengikuti beberapa pelatihan bidang perposan dan Postal Management Course di Bangkok. Penugasan khusus yang pernah dilakukan, antara lain mengikuti Direct Mail 97 Exhibition di Singapura hingga Studi Strategis Luar Negeri Lemhannas Republik Indonesia di Jerman. Pria kelahiran Batujajar, tahun 1960 Mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia.

Ismanto lahir di Jua-Jua, Sumatera Selatan tahun 1963, sebelum menjabat sebagai Direktur Surat dan Paket adalah Kepala Wilayah Usaha Pos Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria lulusan S2 Manajemen pada Sekolah Tinggi Manajemen Bandung ini pernah menjabat Sekretaris pada Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia. Penugasan khusus yang pernah dilakukannya antara lain: Kunjungan program MM STMB di Singapura dan Malaysia, Organization Transformation di Jakarta, Implementation of Train post di Bangkok dan Project Body of Knowledge di Bandung.

 Setyo Riyanto meraih Doktor Pemasaran dari Universitas Padjadjaran Bandung pada 2002. Sebelum terpilih menjadi Direktur Ritel dan Properti, ia pernah menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia dan Direktur PT Prima Yasa Eduka. Pria kelahiran Jakarta tahun 1962 adalah anggota peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Bisnis serta Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Padjadjaran. Beberapa jabatan di Pos Indonesia yang pernah menjadi tanggung-jawabnya adalah sebagai Fungsional Perusahaan Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Proyek Restrukturisasi Perusahaan, Fungsional Perusahaan Bidang Penerapan Manajemen Mutu Terpadu, Fungsional Perusahaan Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Koordinator Tim Implementasi Penyempurnaan Organisasi, Kepala Proyek Optimalisasi Kapasitas Pusat Pelatihan dan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Bisnis serta tugas belajar pada Pendidikan Tinggi Pos Indonesia serta MM pada Universitas Gadjah Mada. Jabatan organisasi profesi yang pernah disandangnya adalah sebagai Director Professional Certification, Indonesia Marketing Association, Chapter Jawa Barat.

Budhi Setyawan sebelum menduduki jabatan sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan, sejak bergabung dengan PT Pos Indonesia (Persero) berkarir di bidang teknologi, terakhir menjabat SPV Teknologi Informasi. Pria kelahiran Nganjuk tahun 1974 ini menamatkan pendidikan tahun 1997 sebagai Lulusan Terbaik di Informatics Engineering (Industrial Engineering) STT Telkom, Bandung (Bachelor’s Degree). Dilanjutkan pendidikan di ITB Postgraduate Program Department of Industrial Management and Engineering. Selanjutnya pada tahun 2010 menamatkan pendidikan Ph.D. di Technology Management, Economic, and Policy Program Seoul National University, South Korea. Beberapa konferensi yang pernah diikuti dan publikasinya antara lain : Indonesia: International TEMEP Conference, 2011, The future of contingent product of mobile services: Case of Indonesia. e-Indonesia Initiative, 2008, The diffusion of Mobile and Internet Services in Indonesia. Singapore: E-Smart World, 2011, Indonesian Postal Services Modernization: Towards The New Era of Postal BusinessTunisia: ICT4All, 2009, M-Government Strategy: Case of Indonesia.   Vietnam: ICT Strategy, 2007, Indonesian ICT Development Strategy: Case of Telecenter in Indonesia.

Dewan Komisaris

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

 

 

DEWAN KOMISARIS PT POS INDONESIA (PERSERO)

Keterangan foto dari kiri ke kanan : Karyono Supomo, Noor Ida Khomsiyati, Basuki Yusuf Iskandar, Bobby Hamzar Rafinus, Deddy Syarif Usman, Bambang Widianto

 

Dewan Komisaris (3)

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

 

 

DEWAN KOMISARIS PT POS INDONESIA (PERSERO)

Keterangan foto dari kiri ke kanan : Karyono Supomo, Noor Ida Khomsiyati, Basuki Yusuf Iskandar, Bobby Hamzar Rafinus, Deddy Syarif Usman, Bambang Widianto

 

 

Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI)

Written by Super User on . Posted in Profil Perusahaan

GERBANG

21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai presiden Republik Indonesia yang disampaikan di hadapan Mahkamah AgungRI dan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia. Pada saat itu pula jabatan diserahkan kepada B.J Habibie sebagai Wakil Presiden menjabat sebagai PresidenRI. Hari-hari berikutnya Indonesia memasuki era reformasi di bawah kepemimpinan B.J Habibie yang membuka kran kebebasan di segala bidang termasuk didalamnya bidang ketenaga kerjaan.

Ratifikasi konvensi ILO No.87/1984 dengan KEPRES RI No. 83/1998 sebagai bukti aspirasi serikat pekerja/buruh yang sekian lama dibungkam ditanggapi oleh pemerintah. Selanjutnya dibuat Undang-undang no. 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh yang selanjutnya menjadi pedoman serikat pekerja/buruh.

DASAR PENDIRIAN SERIKAT PEKERJA POS INDONESIA

Gagasan pendirian Serikat Pekerja khususnya di lingkungan BUMN sudah ada sejak tahun 1998. Ketika itu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 12/1998 tentang Peraturan Pelaksanaan Perseroan Terbatas yang merupakan petunjuk pelaksanaan dari Undang undang no. 1/1995. PP tersebut menyatakan bahwa perlu adanya Serikat Pekerja di suatu BUMN (State Owned Enterprise) sebagai pengganti KORPRI. Pasal 38 menyebutkan :

Pegawai PERSERO merupakan pekerja PERSERO yang pengangkatan dan pemberhentian, kedudukan, hak serta kewajiban ditetapkan berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan perundang-undangan dibidang ketenagakerjaan.