Tag Archives: digital

Pos Indonesia Raih Penghargaan Best IT Data Technology Governance

Pos Indonesia meraih predikat Best IT Data Technology Governance bidang logistik. Penghargaan diterima oleh Kepala Regional 4 Jakarta Onny Hadiono pada acara anugerah Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018 di Balai Kartini Jakarta, Jumat malam (17/9).

Sebanyak 50 perusahaan dan lembaga meraih anugerah Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga survei yang juga mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pada kesempatan itu Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan apresisiasi dengan kegiatan “Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018”. “Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih adanya kegiatan semacam ini karena tentu akan bisa mendorong adanya inovasi-inovasi baru, terkait pengembangan sektor ICT di Tanah Air. Hal Ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk membangun ekosistem digital dan percepatannya, terutama dalam rangka memasuki era ekonomi digital dan Industri 4.0 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing industri dan ekonomi nasional di masa depan.

Rudiantara berharap, ajang pengharaan ini semakin mendorong akselerasi implementasi dan penggunaan digital technology, baik di kalagan dunia usaha, industri, institusi kepemerintahan, serta instansi lainnya, karena akan berimplikasi luas bagi upaya peningkatan daya saing pembangunan nasional di kancah global. Dalam kaitan ini, Menkominfo juga berharap agar para vendor dan perusahaan-perusahaan pengembang solusi ICT, bisa terus berinovasi sebagai antisipasi untuk memenuhi tren tuntutan kebutuhan solusi ICT yang juga makin tinggi di kalangan dunia usaha dan berbagai institusi lainnya.

Metode penilaian yang di gunakan, yakni market research, kuesioner dan rekomendasi/penilaian dari customer, hasil riset internal & Public Via di Internet, Sosial Media yang dikompilasi dan berdasarkan sidang dewan juri, penasehat dan steering committe.

 

 

Peluncuran Program Piloting Layanan Giropos Digital

Bandung, 31 Agustus 2018. Bertempat di Kantorpos Ujungberung 40100 dilakukan peluncuran piloting layanan Giropos Digital. Layanan ini merupakan pengganti dari Giropos Online.

Pengembangan layanan Giropos Digital ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia / Bappenas, PT Pos Indonesia (Persero), dan GIZ Social Protection Programme yaitu suatu Implementing Agency dari Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Federal Jerman (BMZ).

Dalam kesempatan ini hadir SVP Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Eben Ezer Purba dan Kepala Regional 5 Jabar Banten Apang Pramutyas, Setiawan Noviarto sebagai Financial Inclusion Advisor GIZ Social Protection Programme, dan Intan Natasha sebagai Plt. Kasubdit Jasa Keuangan Syariah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia / Bappenas.

Giropos Digital ini kedepannya digunakan sebagai backbone untuk layanan yang berbasis akun seperti penyaluran dana Taspen, BTPN (pensiunan) dan transaksi e-Commerce. Selain itu Giropos Digital didukung mobile aplikasi seperti mPospay.

Selanjutnya sosialisasi oleh tim Kantor Pusat direncanakan pada bulan September di 20 Kantorpos seluruh Indonesia. Akhir tahun layanan ini akan diimplementasikan ke 100 titik Kantorpos.

Piloting Layanan Giropos Digital ini meliputi aktivitas pembukaan rekening, penyetoran, pemindahbukuan, penarikan, serta transaksi mobile giropos.

Bappenas hadir untuk memastikan bahwa Pos Indonesia sudah melakukan progres perubahan sistem hasil piloting.

 

 

Workshop Securex Pilot Project WCO-UPU

Jakarta (info) Workshop Securex Pilot Project WCO-UPU National Technical Assistance Mission to Indonesia dilaksanakan tanggal 27 – 30 Agustus 2018 di Hotel Aryaduta Jakarta di hadiri oleh Dirutpos Gilarsi W Setijono, Direktur Kurir dan Logistik Barkah Hadimoeljono, Deputy Director of Import Bea dan Cukai Djanurindro Wibowo, dan Mr Javier Gracia Perwakilan dari UPU serta Mr Pasupati Pande perwakilan WCO (World Customs Organization).

Workshop Securex Pilot Project WCO-UPU untuk membahas masalah Pos-Kepabeanan untuk memperkuat kerjasama antara Pos dan Bea Cukai di tingkat internasional. Mengingat semakin berkembangnya lingkungan digital dan E-Commerce, serta masalah keamanan, Pos  dan Bea Cukai diminta untuk memprioritaskan pertukaran data elektronik lanjutan dalam rangka meningkatkan keamanan dan supply chain pos serta meningkatkan fasilitasi volume kiriman pos yang meningkat pesat.

Selain itu, dengan memperhatikan pentingnya kualitas data, workshop dimaksudkan  untuk meningkatkan kepatuhan terhadap Deklarasi Pabean termasuk praktik-praktik dalam pengambilan data elektronik. Kegiatan ini  juga mengadopsi Panduan Pabean Pos WCO-UPU yang diperbarui, sebagai sumber referensi tentang masalah-masalah Pos-Bea Cukai.

Peserta workshop mencatat perlunya keterlibatan tingkat tinggi antara pembuat kebijakan dari Bea Cukai dan Pos di seluruh dunia untuk membahas dan mengeksplorasi isu-isu strategis serta kebijakan dan implementasinya dengan cara yang terstandarisasi, pada prinsipnya seluruh peserta workshop setuju untuk mengatur strategi global bersama. (pr/bd)

 

Kemenko Perekonomian dan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia Inisiasi Workshop Transformasi Digital Industri Logistik

Mendesain Ulang Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Logistik di Indonesia

Jakarta, 15 Mei 2018 – Dunia kini sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0 dimana perubahan terjadi dengan begitu cepat dengan impak yang sangat luar biasa.  Kondisi seperti ini juga disebut dengan disruptive era (era disrupsi),  era penuh gangguan dengan banyaknya perubahan situasi di mana pergerakan dunia industri tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif   dan disruptif.  Cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, perbankan dan keuangan, transportasi, logistik, hingga pendidikan.

Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) telah mengubah wajah bisnis logistik. Permintaan pasar e-commerce yang besar telah menciptakan penawaran yang tinggi, dalam teori ekonomi dikenal dengan demand create supply, yang mendorong tumbuhnya pemain logistik. Para pendatang, pemain baru penyedia jasa logistik ini ada yang berasal dari pemain dengan model bisnis logistik konvensional, namun juga ada yang berasal dari pemain dengan model bisnis baru. Mereka sama-sama menambah tingkat kompetisi bisnis logistik semakin ketat dan menyediakan beragam pilihan bagi pengguna jasa logistik dengan menawarkan value proposition yang lebih memikat. Value proposition jasa logistik ini mencakup kecepatan, ketepatan, kemudahan, eksibilitas, respon pelayanan, keamanan, dan lain-lain.  Di bisnis pos atau kurir, para pemain incumbent yang telah mendominasi dan menikmati pasar jasa pos atau kurir ini karena booming e-commerce, dipaksa bersaing dengan pemain baru.

Disrupsi pada proses bisnis logistik juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, isu yang menjadi topik hangat dalam inovasi logistik selama beberapa tahun terakhir. Unmanned Aerial Vehicles (UAV) telah banyak digunakan di gudang baik untuk penyimpanan atau pengambilan barang, demikian juga peluang  penggunaan drone untuk delivery barang.  Trend lain adalah Internet of Things (IoT) dan potensinya untuk menghubungkan hampir semua hal ke internet dan mempercepat logistik berbasis data.   Demikian pula dengan penggunaan robot kolaboratif di beberapa perusahaan, sudah menunjukkan bahwa robot bisa bekerja berdampingan dengan karyawan, mendukung pekerjaan yang repetitif dan fisik dalam operasi logistik.

Untuk mendapatkan gambaran tentang industri logsitik dan trend perkembangan industri logistik ke depan, Kemenko Perekonomian bersama  Yayasan  Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) yang memiliki STIMLOG dan Poltekpos menyelenggarakan workshop Transformasi Digital Industri Logistik dan Mendesain Ulang Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Logistik di Indonesia. Workshop tersebut dibuka oleh Elen Setiadi, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kemenko Perekonomian di Kantor Kemenko Perekonomian (15/5).

Dalam workshop ini,  Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono menjadi moderator dan memimpin diskusi dengan para narasumber ahli diantaranya Florian Holm,  pakar e-commerce yang juga mantan CEO La Zada; Mohammad Feriadi, Direktur Utama JNE Express/Ketua Umum Asperindo;  Ivan Kamadjaja, CEO PT Kamadjaja Logistics; Rahim Tahir, Founder PT Ark Logistics & Transport; Iman Gandhi, Director ALFI Institute;  Imam Sjafei, Direktur Utama PT Cipta Krida Bahari;  Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP,  President of Indonesian Supply Chain and Logistics Institute (ISLI),  dan Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi  Logistik Indonesia (ALI).

Dalam workshop yang berlangsung sangat dinamis dan mencerahkan tersebut hadir para peserta dari  berbagai Perusahaan e-Commerce Logistics,  Pos Indonesia dan BUMN lainnya, perusahaan penyedia jasa logistik, perusahaan penyedia logistik kurir/ekspres, beberapa Asosiasi logistik, beberapa penyelenggara pendidikan terkait logistik seperti STIMLOG dan Poltekpos,  Kemenko Perekonomian,  Kemenristek  Dikti dan lain-lain. Closing remark workshop disampaikan oleh Erwin Raza, Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kemenko Perekonomian. Workshop yang penting tersebut menghasilkan beberapa hal yang sangat bermanfaat bagi dunia bisnis dan  pendidikan yaitu memberian gambaran proses bisnis logistik; implementasi sistem teknologi di perusahaan logistik ; pandangan trend perkembangan bisnis logistik ke depan ;  Job (pekerjaan)  masa depan  dibutuhkan  di perusahaan logistik ;  serta kompetensi dan profil (posisi/jabatan) SDM yang diharapkan oleh perusahaan logistik.

Pada kesempatan ini dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama  antara  2 Institusi Penidikan yang dimiliki oleh YPBPI yaitu Poltekpos dan STIMLOG dengan PT Kamadjaja Logistics dan  Indonesian Supply Chain and Logistics Institute (ISLI) yang juga merupakan salah satu tanda sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia bisnis untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia masa depan yang dibutuhkan dunia bisnis khususnya bidang logistik. ***