Tag Archives: e-commerce

Pos Indonesia dan MCAS Perkuat Jaringan Distribusi dan Infrastruktur Logistik

KOLABORASI DIGITAL MULTI BILLER POSPAY DAN DIGITAL LOCKER “M BOX POS”

Pos Indonesia dan MCAS meluncurkan lebih dari 300 varian billers produk Payment Point Online Bank (PPOB) dan perluas jalur distribusi produk digital melalui M Box POS

Jakarta, 3 September 2018 – Memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur logistik seiring dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat Indonesia atas kebutuhan produk-produk digital, PT Pos Indonesia (Persero) dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), perusahaan distribusi produk digital terdepan di Indonesia yang merupakan anak usaha PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), mengumumkan kesepakatan kerjasama sinergi digital mereka lewat kerjasama multi biller POSPAY sekaligus menghadirkan layanan Digital Locker M Box POS.

Kerjasama multi biller dengan POSPAY, sebagai layanan pembayaran digital Pos Indonesia, akan menyalurkan lebih dari 300 varian billers produk PPOB termasuk pembayaran tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui saluran distribusi MCAS. Berbagai konten digital yang telah dimiliki oleh MCAS seperti Voucher Games, Voucher Restoran, Pulsa & Paket Data, maupun berbagai produk digital lainnya juga akan didistribusikan melalui channel distribusi POSPAY yang telah menjangkau hingga lebih 4.800 Kantor Pos dan 40.000 agen pos di seluruh Indonesia. Kerjasama multi biller ini tentu saja memperkuat varian produk digital yang ditawarkan, maupun memperluas jalur distribusi yang dimiliki baik oleh MCAS maupun POSPAY.

“Kolaborasi dengan Pos Indonesia ini diharapkan dapat semakin mendorong pergerakan ekonomi digital di Indonesia dengan mudahnya masyarakat melakukan transaksi online dan mengakses berbagai produk digital sesuai dengan kebutuhan mereka. Di tengah perkembangan dunia digital yang pesat ini kami berkomitmen untuk terus mendorong percepatan adopsi teknologi digital masyarakat. Kami optimis hal ini dapat terwujud, khususnya mengingat luasnya jangkauan yang dimiliki oleh Pos Indonesia sebagai perusahaan logistik milik pemerintah yang terbesar di Indonesia.” ujar Martin Suharlie, Direktur Utama MCAS.

Selain kerjasama multi biller POSPAY, MCAS menghadirkan Digital Locker M Box POS sebagai inovasi digital yang menghadirkan layanan pengiriman barang / drop off & pick up delivery service, penitipan barang / deposit box, dan e-commerce. MCAS berperan sebagai penyedia hardware dan software serta jaringan penempatan M Box POS di berbagai lokasi yang akan dikembangkan oleh MCAS. Sedangkan, Pos Indonesia berperan sebagai enabler E-Commerce dalam bidang logistik sebagai perusahaan dengan infrastruktur logistik terbaik di Indonesia dan juga akan menempatkan digital locker M Box POS pada jaringan kantor POS.

“Melalui M Box POS kami ingin turut berperan dalam mengembangkan infrastruktur logistik di Indonesia dengan menghadirkan berbagai inovasi dan kemudahan tersebut. Pelanggan dapat menikmati berbagai fitur-fitur M Box POS yang tersedia di jaringan supermarket dan gedung perkantoran di area Jakarta yang nantinya akan berkembang ke area luar Jakarta,” tambah Martin.

“Pos Indonesia adalah perusahaan yang ditugaskan Pemerintah (DO) serta satu-satunya operator Pos yang memiliki ketersebaran jaringan terluas hingga lebih dari 24.000 titik layanan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu diharapkan dapat memberikan kemudahan masyarakat dalam bertransaksi di Kantorpos.” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono.

 

Tentang PT Pos Indonesia (Persero)

Pos Indonesia mempunyai jaringan yang sangat luas yaitu lebih dari 4.800 Kantor Pos di Indonesia. Sedangkan jumlah titik layanannya (Point of Sales) lebih dari 24.500 titik dalam bentuk Kantorpos sendiri, 49.000 Agenpos, dll. Dengan jaringan yang sangat luas ini, Kantorpos merupakan media yang sangat strategis  menjual dan atau mendistribusikan barang atau jasa. Kami memiliki jaringan yang dedicated, sistem distribusi, Track and Trace, Layanan Prima, kecepatan dan ketepatan  serta harga yang kompetitif.

Pos Indonesia terus menerus melakukan inovasi produk sehingga mempunyai daya saing yang tinggi dalam industri kurir dengan memberikan kualitas layanan melebihi harapan pelanggan dan masyarakat. Pos  Indonesia memiliki sasaran dengan menjadi People and Business for online and offline (O2O) solutions.

Tentang PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS)

PT M Cash Integrasi Tbk (“MCAS”) adalah perusahaan distribusi digital terdepan di Indonesia yang menyediakan lifestyle platform, dikembangkan untuk mempermudah kehidupan sehari-hari dan membantu masyarakat Indonesia dalam melakukan transformasi, dari gaya hidup konvensional menjadi gaya hidup digital. MCAS menggunakan model bisnis yang terintegrasi untuk memaksimalkan nilai melalui platform O2O (Online to Offline), aplikasi, dan sustainable IoT dengan teknologi terdepan untuk meningkatkan bisnis para mitra usaha dan menyediakan kenyamanan bagi para pengguna. MCAS mendistribusikan berbagai produk digital, seperti top up, multi-billers, travel bookings, e-ticket, dan voucher digital lainnya, lewat empat channel utama: kios digital, jaringan wholesale, kasir dan app/chatbots.

 

Peluncuran Program Piloting Layanan Giropos Digital

Bandung, 31 Agustus 2018. Bertempat di Kantorpos Ujungberung 40100 dilakukan peluncuran piloting layanan Giropos Digital. Layanan ini merupakan pengganti dari Giropos Online.

Pengembangan layanan Giropos Digital ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia / Bappenas, PT Pos Indonesia (Persero), dan GIZ Social Protection Programme yaitu suatu Implementing Agency dari Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Federal Jerman (BMZ).

Dalam kesempatan ini hadir SVP Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Eben Ezer Purba dan Kepala Regional 5 Jabar Banten Apang Pramutyas, Setiawan Noviarto sebagai Financial Inclusion Advisor GIZ Social Protection Programme, dan Intan Natasha sebagai Plt. Kasubdit Jasa Keuangan Syariah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia / Bappenas.

Giropos Digital ini kedepannya digunakan sebagai backbone untuk layanan yang berbasis akun seperti penyaluran dana Taspen, BTPN (pensiunan) dan transaksi e-Commerce. Selain itu Giropos Digital didukung mobile aplikasi seperti mPospay.

Selanjutnya sosialisasi oleh tim Kantor Pusat direncanakan pada bulan September di 20 Kantorpos seluruh Indonesia. Akhir tahun layanan ini akan diimplementasikan ke 100 titik Kantorpos.

Piloting Layanan Giropos Digital ini meliputi aktivitas pembukaan rekening, penyetoran, pemindahbukuan, penarikan, serta transaksi mobile giropos.

Bappenas hadir untuk memastikan bahwa Pos Indonesia sudah melakukan progres perubahan sistem hasil piloting.

 

 

Workshop Securex Pilot Project WCO-UPU

Jakarta (info) Workshop Securex Pilot Project WCO-UPU National Technical Assistance Mission to Indonesia dilaksanakan tanggal 27 – 30 Agustus 2018 di Hotel Aryaduta Jakarta di hadiri oleh Dirutpos Gilarsi W Setijono, Direktur Kurir dan Logistik Barkah Hadimoeljono, Deputy Director of Import Bea dan Cukai Djanurindro Wibowo, dan Mr Javier Gracia Perwakilan dari UPU serta Mr Pasupati Pande perwakilan WCO (World Customs Organization).

Workshop Securex Pilot Project WCO-UPU untuk membahas masalah Pos-Kepabeanan untuk memperkuat kerjasama antara Pos dan Bea Cukai di tingkat internasional. Mengingat semakin berkembangnya lingkungan digital dan E-Commerce, serta masalah keamanan, Pos  dan Bea Cukai diminta untuk memprioritaskan pertukaran data elektronik lanjutan dalam rangka meningkatkan keamanan dan supply chain pos serta meningkatkan fasilitasi volume kiriman pos yang meningkat pesat.

Selain itu, dengan memperhatikan pentingnya kualitas data, workshop dimaksudkan  untuk meningkatkan kepatuhan terhadap Deklarasi Pabean termasuk praktik-praktik dalam pengambilan data elektronik. Kegiatan ini  juga mengadopsi Panduan Pabean Pos WCO-UPU yang diperbarui, sebagai sumber referensi tentang masalah-masalah Pos-Bea Cukai.

Peserta workshop mencatat perlunya keterlibatan tingkat tinggi antara pembuat kebijakan dari Bea Cukai dan Pos di seluruh dunia untuk membahas dan mengeksplorasi isu-isu strategis serta kebijakan dan implementasinya dengan cara yang terstandarisasi, pada prinsipnya seluruh peserta workshop setuju untuk mengatur strategi global bersama. (pr/bd)

 

Kemenko Perekonomian dan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia Inisiasi Workshop Transformasi Digital Industri Logistik

Mendesain Ulang Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Logistik di Indonesia

Jakarta, 15 Mei 2018 – Dunia kini sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0 dimana perubahan terjadi dengan begitu cepat dengan impak yang sangat luar biasa.  Kondisi seperti ini juga disebut dengan disruptive era (era disrupsi),  era penuh gangguan dengan banyaknya perubahan situasi di mana pergerakan dunia industri tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif   dan disruptif.  Cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, perbankan dan keuangan, transportasi, logistik, hingga pendidikan.

Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) telah mengubah wajah bisnis logistik. Permintaan pasar e-commerce yang besar telah menciptakan penawaran yang tinggi, dalam teori ekonomi dikenal dengan demand create supply, yang mendorong tumbuhnya pemain logistik. Para pendatang, pemain baru penyedia jasa logistik ini ada yang berasal dari pemain dengan model bisnis logistik konvensional, namun juga ada yang berasal dari pemain dengan model bisnis baru. Mereka sama-sama menambah tingkat kompetisi bisnis logistik semakin ketat dan menyediakan beragam pilihan bagi pengguna jasa logistik dengan menawarkan value proposition yang lebih memikat. Value proposition jasa logistik ini mencakup kecepatan, ketepatan, kemudahan, eksibilitas, respon pelayanan, keamanan, dan lain-lain.  Di bisnis pos atau kurir, para pemain incumbent yang telah mendominasi dan menikmati pasar jasa pos atau kurir ini karena booming e-commerce, dipaksa bersaing dengan pemain baru.

Disrupsi pada proses bisnis logistik juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, isu yang menjadi topik hangat dalam inovasi logistik selama beberapa tahun terakhir. Unmanned Aerial Vehicles (UAV) telah banyak digunakan di gudang baik untuk penyimpanan atau pengambilan barang, demikian juga peluang  penggunaan drone untuk delivery barang.  Trend lain adalah Internet of Things (IoT) dan potensinya untuk menghubungkan hampir semua hal ke internet dan mempercepat logistik berbasis data.   Demikian pula dengan penggunaan robot kolaboratif di beberapa perusahaan, sudah menunjukkan bahwa robot bisa bekerja berdampingan dengan karyawan, mendukung pekerjaan yang repetitif dan fisik dalam operasi logistik.

Untuk mendapatkan gambaran tentang industri logsitik dan trend perkembangan industri logistik ke depan, Kemenko Perekonomian bersama  Yayasan  Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) yang memiliki STIMLOG dan Poltekpos menyelenggarakan workshop Transformasi Digital Industri Logistik dan Mendesain Ulang Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Logistik di Indonesia. Workshop tersebut dibuka oleh Elen Setiadi, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kemenko Perekonomian di Kantor Kemenko Perekonomian (15/5).

Dalam workshop ini,  Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono menjadi moderator dan memimpin diskusi dengan para narasumber ahli diantaranya Florian Holm,  pakar e-commerce yang juga mantan CEO La Zada; Mohammad Feriadi, Direktur Utama JNE Express/Ketua Umum Asperindo;  Ivan Kamadjaja, CEO PT Kamadjaja Logistics; Rahim Tahir, Founder PT Ark Logistics & Transport; Iman Gandhi, Director ALFI Institute;  Imam Sjafei, Direktur Utama PT Cipta Krida Bahari;  Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP,  President of Indonesian Supply Chain and Logistics Institute (ISLI),  dan Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi  Logistik Indonesia (ALI).

Dalam workshop yang berlangsung sangat dinamis dan mencerahkan tersebut hadir para peserta dari  berbagai Perusahaan e-Commerce Logistics,  Pos Indonesia dan BUMN lainnya, perusahaan penyedia jasa logistik, perusahaan penyedia logistik kurir/ekspres, beberapa Asosiasi logistik, beberapa penyelenggara pendidikan terkait logistik seperti STIMLOG dan Poltekpos,  Kemenko Perekonomian,  Kemenristek  Dikti dan lain-lain. Closing remark workshop disampaikan oleh Erwin Raza, Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kemenko Perekonomian. Workshop yang penting tersebut menghasilkan beberapa hal yang sangat bermanfaat bagi dunia bisnis dan  pendidikan yaitu memberian gambaran proses bisnis logistik; implementasi sistem teknologi di perusahaan logistik ; pandangan trend perkembangan bisnis logistik ke depan ;  Job (pekerjaan)  masa depan  dibutuhkan  di perusahaan logistik ;  serta kompetensi dan profil (posisi/jabatan) SDM yang diharapkan oleh perusahaan logistik.

Pada kesempatan ini dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama  antara  2 Institusi Penidikan yang dimiliki oleh YPBPI yaitu Poltekpos dan STIMLOG dengan PT Kamadjaja Logistics dan  Indonesian Supply Chain and Logistics Institute (ISLI) yang juga merupakan salah satu tanda sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia bisnis untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia masa depan yang dibutuhkan dunia bisnis khususnya bidang logistik. ***

 

Pos Indonesia Tuan Rumah 2nd APP e-Packet Steering Committee Meeting

Pos Indonesia menjadi tuan rumah acara 2nd Asia Pacific Post e-Packet Steering Committee Meeting di Hotel Aryaduta Bandung tanggal 27-28 Maret 2018.

Acara dibuka oleh Direktur Jasa Kurir Agus F Handoyo pada hari selasa (27/3), disaksikan oleh Chairman APP Cooperative, Ms. Estella Chow, dihadiri oleh delegasi dari 13 negara yaitu Australia, Bhutan, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Macao, Malaysia, Maldives, Filipina, Thailand, Laos dan Singapura.

Pada sambutannya Agus F Handoyo menjelaskan bahwa E-commerce masih menjadi sektor yang digandrungi. Asia Tenggara merupakan sebuah kawasan dengan tingkat pertumbuhan pangsa pasar berbasis internet yang paling besar pada tahun 2017. Dan diantara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak dengan 132 juta pengguna internet dan 177 juta pengguna unique mobile.

Pertemuan ini pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan pengembangan APP e-Packet di kawasan Asia Pasifik. Acara tahunan ini merupakan sarana bagi APP office dan negara anggota untuk saling berdiskusi dan berdialog serta meningkatkan kerja sama.

 

 

Indonesia dan Singapura Berbagi Keahlian dan Pengalaman Mengenai E-Commerce Logistics

Jakarta, 12 Maret 2018 – Pemerintah Indonesia melalui  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Riset Teknologi dan Dikti bekerja sama dengan Temasek Foundation International Singapore, menyelenggarkan program Capacity Building dalam E-commerce Logistics di Indonesia, yang merupakan bagian dari implementasi road map E-commerce Indonesia. Sedangkan BUMN yang ditunjuk sebagai coordinator pelaksanaan program tersebut adalah PT Pos Indonesia (Persero).

Institusi dari Singapore yang akan bekerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia untuk berbagi best practices dan pengalaman di bidang  e-commerce logistics adalah Singapore Cooperation Enterprise (SCE) dan Republic Polytechnic Singapore (RP). Kolaborasi ini akan berfokus pada bidang administrasi publik dan pendidikan yang terkait dengan e-commerce logistics.

Pada hari ini Senin 12 Maret 2018, dua Memorandum of Understanding (MOU) ditandatangani di antara para pihak, mencakup dua program pengembangan kapasitas dalam e-commerce logistics yang didukung dana dari Temasek Foundation International.

MOU pertama tentang Capacity Buiding on E-Commerce Logistics in Indonesia ditandatangani antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dan Singapore Cooperation Enterprise. Mewakili kedua organisasi tersebut adalah Bapak Elen Setiadi, Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Mr. Kong Wy Mun, Chief Executive Officer Singapore Cooperation Enterprise.

MOU kedua tentang Capacity Building for Technical Education in Supply Chain Management for E-Commerce ditandatangani antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan Republic Polytechnic Singapore. Perwakilan dari organisasi tersebut adalah ibu Dr. Ir Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Indonesia, dan Mr Michael Koh, Wakil Kepala Republic Polytechnic.

Berbagi Pengalaman dan Keahlian dalam Kebijakan Publik
Pada Program kerjasama dengan Kemenko Perekonomian, Singapore Cooperation Enterprise akan menggabungkan keahlian yang relevan dari sektor publik dan swasta Singapura melalui serangkaian lokakarya yang disesuaikan dengan kebutuhan. Program ini bertujuan untuk membangun kemampuan peserta dari Indonesia yang berasal dari PT Pos Indonesia (Persero) dan BUMN lain yang bergerak di bidang logistik e-commerce, juga unsur pemerintahan terkait.Melalui program ini, para peserta akan dapat memperoleh pemahaman tentang bagaimana kebijakan, strategi, infrastruktur logistik, layanan dukungan dan industri yang relevan digabungkan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif dan holistik untuk pengembangan e-commerce.

Dari pihak Kemenko Perekonomian,  menyampaikan “Kami  sangat berterimakasih kepada Temasek Foundation International Singapore atas kerjasama yang baik serta menyediakan pendanaan dan program untuk ikut membantu dalam hal peningkatan skill SDM di bidang E-Commerce Logistics” di Indonesia. Disampaikan juga bahwa sesuai dengan Roadmap E-commerce Indonesia,  Pemerintah perlu untuk merevitalisasi PT Pos Indonesia (Persero) sebagai backbone e-commerce logistics, karena dengan jaringannya yang luas tersebar di seluruh pelosok Indonesia dandukungan SDM nya yang tangguh merupakan potensi besar untuk mendukung e-commerce dan konektivitas logistik di Indonesia.Isu yang tak kalah penting lainnya adalah tantangan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintah perlu membantu produk-produk yang dihasilkan UMKM memasuki pasar dunia melalui perdagangan online. Dalam hal ini, Pemerintah menugaskan PT Pos Indonesia (Persero), berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, yang secara kolektif bertindak sebagai agregator / konsolidator untuk produk UMKM, dan membantu produk mereka untuk masuk ke pasar luar negeri.

Kong Wy Mun, Chief Executive Officer Singapore Cooperation Enterprise, mengatakan: “Sebagai bagian dari upaya negara kita menuju ekonomi digital dan ASEAN yang terintegrasi, Singapura menyadari pentingnya konektivitas untuk mendukung pertumbuhan e-commerce yang merajalela di kawasan ini. Kami terus meningkatkan kebijakan dan infrastruktur kami untuk mempromosikan ekosistem e-commerce yang berkembang pesat dan kondusif. Kami senang dapat berbagi pengalaman ini dan berharap bahwa kerja sama ini akan memberi para peserta wawasan berharga dalam mengembangkan kerangka strategi tingkat tinggi mengenai logistik e-commerce untuk melengkapi usaha Indonesia di bidang ini.”

Sementara itu,  Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) mengatakan “Relevansi Pos Indonesia dan pemain lain di industri logistik bergantung pada apakah mampu mengatasi perubahan dan “disruption” di dalam industri. Kerjasama ini merupakan salah satu upaya penting untuk memainkan peran yang kuat dan memberikan pelayanan terbaik dalam logistik e-commerce. Melalui kerja sama ini, sumber daya manusia Pos Indonesia dapat mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga”.

Membangun Kemampuan dalam Pendidikan Teknis untuk Logistik E-commerce
Program kedua disampaikan oleh Republic Polytechnic dalam kemitraan dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, akan berfokus pada peningkatan penyampaian pendidikan teknis dalam manajemen rantai pasok untuk e-commerce di politeknik Indonesia. Program ini akan memberi manfaat kepadape serta antara lain dalam hal Pedagogi Problem Problem Based Learning (PBL) dari Republic Polytechnic. Pendekatan yang berpusat pada peserta dengan fokus industri yang kuat akan dibagikan kepada para peserta untuk meningkatkan pelaksanaan kurikulum logistik dan mata kuliah manajemen rantai pasok. Komponen pelatihan lainnya meliputi pengembangan pedagogi dan kurikulum, berpikir LEAN untuk manajemen rantai pasok, analisis rantai pasok, dan teknologi disruptif dalam e-commerce.

Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mengatakan, “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Temasek Foundation International dan RP untuk bekerja sama dengan kami dan pemangku kepentingan terkait Indonesia lainnya dalam kolaborasi ini. Lokakarya pelatihan Training-of-Trainer dan cascading, serta pembagian keahlian dalam manajemen rantai pasokan dan e-commerce akan menghasilkan hasil belajar yang positif dan mendukung pengembangan sumber daya manusia pada politeknik yang berpartisipasi di Indonesia “.

Wakil Kepala Republic Polytechnic, Michael Koh mengatakan, “Selama lebih dari 15 tahun, RP telah memberi siswa pengalaman belajar yang holistik dan mendidiknya menjadi profesional yang siap bagi industri. Melalui penyampaian pedagogi Pembelajaran Berbasis Masalah, ditambah dengan kemampuan institusi kami di bidang manajemen rantai pasok, kami berharap dapat memberi peserta alat dan konten penyampaian kurikulum yang efektif yang memungkinkan mereka merespons dinamika perubahan industri.

Benediktus Cheong, Chief Executive, Temasek Foundation International, mengatakan, “Institusi publik dan pendidikan yang kuat merupakan pendorong utama pembangunan ekonomi dan sosial sebuah komunitas. Inilah sebabnya mengapa Temasek Foundation International mendukung program administrasi publik dan juga program pendidikan. Ini adalah pertama kalinya Foundation mendukung dua program pertukaran pembelajaran yang saling melengkapi dari berbagai area fokus berdasarkan tema logistik e-commerce secara keseluruhan. Kami senang bisa menjadi mitra Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Indonesia dalam kedua program ini. Melalui program ini, kami berharap akan terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat, dengan wawasan baru dan gagasan yang dihasilkan dan jaringan kerjasama diperkuat “.

 

 

Inovasi Layanan Ekspedisi di Era E-Commerce Lion Parcel Bersinergi Dengan Pos Indonesia

Menawarkan kemudahan pengantaran kiriman paket dan dokumen khusus wilayah tertentu, lebih dari 118 kota/ kabupaten di Indonesia yang tidak terdapat outlet Lion Parcel melalui sebaran Pos Indonesia.

Melalui kerjasama ini diharapkan terciptanya sinergi antara PT Pos Indonesia (Persero) dan Lion Parcel untuk tumbuh besar bersama sejalan meningkatkan belanja online khususnya pengiriman produk UKM dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

JAKARTA – Rabu, 21 Februari 2018. Lion Parcel sebagai perusahaan penyedia jasa pengiriman paket dan dokumen yang tergabung dalam Lion Group hari ini melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pos Indonesia.  Kesepakatan ini dilakukan Farian Kirana, Direktur Utama Lion Parcel dan Agus F. Handoyo, Direktur Jasa Kurir PT Pos Indonesia (Persero), bertempat di kantor pusat Lion Parcel, Jalan Agave Raya No. 55, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kerjasama ini sebagai bagian langkah strategis bisnis dengan mendasarkan sharing economy atau collaborative consumption, merupakan kolaborasi bisnis baru yang dengan konsep berbagi sumber daya (shared resources) sesuai kemampuan masing-masing perseroan.

Lion Parcel akan mendapatkan jaringan pengiriman Pos Indonesia, dimana outlet Lion Parcel tidak ada. Tahap awal ini, Lion Parcel memanfaatkan lebih dari 118 daerah yang belum terlayani saat ini. Dengan demikian, Lion Parcel dapat melakukan pengiriman yang diteruskan (Penerusan Kiriman) oleh Pos Indonesia dari kantor tujuan awal ke kantor penerusan kiriman. Layanan yang digunakan untuk pengiriman menggunakan layanan Pos Kilat Khusus.

Pos Indonesia berpengalaman 272 tahun dengan jangkauan layanan hingga setingkat kelurahan akan memperoleh alokasi ruang kargo dan tarif angkutan udara dengan menggunakan layanan udara niaga berjadwal Lion Air Group yang melayani penerbangan dari Sabang hingga Merauke, dari Talaud sampai ke Pulau Rote. Di Indonesia dan regional, rute Lion Air dan Batik Air terkoneksi dengan Wings Air yang menjangkau daerah pelosok (kotamadya/ kabupaten). Untuk rute internasional, diperkuat oleh Malindo Air berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia dan Thai Lion Air di Bangkok, Thailand.

Dari sinergi yang terjalin, menyediakan layanan yang membuat pelanggan mendapatkan akses lebih mudah dalam melakukan transaksi pengiriman paket / dokumen.

Kemitraan ini juga bertujuan untuk turut serta melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, terutama memperlancar arus barang di bidang pelayanan jasa pos bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Farian Kirana, Direktur Utama Lion Parcel mengatakan, “Kami sangat bangga dapat menjalin kemitraan bisnis dengan Pos Indonesia, terutama menjawab tantangan serta peluang pasar dan tuntutan pelanggan yang semakin dinamis. Kerjasama ini sekaligus menyediakan kemudahan bagi pertumbuhan perdagangan online (e-commerce) yang pesat dengan era digitalisasi, sehingga memberikan dampak positif yaitu pelanggan semakin dimudahkan dalam melakukan pengiriman paket ataupun dokumen. Selain itu, menjadikan bisnis jasa pengiriman berkembang pesat di tanah air.”

Pos Indonesia dan Lion Parcel bersama Lion Group mampu memberikan solusi inovatif dalam memperlancar distribusi barang dari atau ke seluruh wilayah Indonesia hingga merambah kawasan regional. Hal ini diharapkan mampu menggerakkan perekenomian nasional, di era saat ini  pasar didominasi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), industri kreatif dan perorangan yang membutuhkan jasa pengantaran efektif, cepat dan tepat.

Lebih lanjut menurut Farian, “Dengan pemanfaatan konsep berbagi sumber daya dan kemampuan ini, dipadu peningkatan teknologi digital di sektor pos, ekspres dan logistik, harapan besar mampu dengan mudah dan murah dalam menjangkau potensial pasar lebih luas serta mendekatkan kepada pelanggan di Indonesia.”

Agus F. Handoyo, Direktur Jasa Kurir PT Pos Indonesia (Persero) menyatakan, “Kami sangat senang dan berterima kasih dapat mewujudkan sinergi bersama salah satu perusahaan swasta seperti Lion Group ini, untuk memanfaatkan potensi masing-masing perusahaan. Pos Indonesia akan tetap memberikan kuantitas dan kualitas yang lebih baik, dengan jaringan Lion Grup yang tersebar di Indonesia.”

“Lion Group memiliki kemampuan yang mampu terbang ke daerah terpencil dan Pos menjangkau sampai tingkat desa. Sharing economy ini, bisa memberikan pelanggan dalam pengiriman paket lebih ekonomis dan menjangkau semuanya,” pungkas Agus.

 

 

Kioson-Pos Indonesia Luncurkan Kios-Pos

Kini Kios Usaha Mikro Bisa Berperan sebagai Agen Pos

  • Pengusaha mikro pemilik kios (mitra Kioson) bisa menambah penghasilan dengan menyediakan layanan layaknya agen pos.
  • Mitra Kioson akan masuk dalam sistem logistik PT Pos Indonesia (Persero) sehingga memudahkan konsumen e-commerce di daerah lapis kedua.
  • Mitra kios juga bisa memanfaatkan kantor pos sebagai akses penambahan top-up center, sehingga lebih mudah berbisnis.

Jakarta, 13 Februari 2018 – Pemilik kios-kios mikro yang ada di berbagai lokasi, termasuk daerah-daerah kecil di Indonesia, kini memiliki peluang untuk menambah penghasilannya. PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson) hari ini mengumumkan kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) meluncurkan Kios-Pos, program kemitraan yang memungkinkan mitra Kioson untuk menyediakan layanan layaknya agen pos. Layanan tersebut antara lain jasa kurir (pengiriman barang) dan pembayaran (payment).

“Selama ini, logistik masih menjadi permasalahan di berbagai kota di Indonesia. Diantaranya adalah kurangnya jangkauan yang luas dari penyelenggara bisnis jasa kurir. Melalui mitra Kioson yang lokasinya terdaftar dan bekerja sama dengan Pos Indonesia, masyarakat akan lebih mudah mengirim dan mengambil barang tanpa khawatir salah alamat. Sehingga ini akan dapat memudahkan proses pengiriman. Bagi mitra Kioson, hal ini merupakan peluang bisnis tambahan bagi kiosnya,” ujar Jasin Halim, Direktur Utama Kioson. “Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital, sehingga kita bisa mendorong kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital,” tambahnya.

Charles Sitorus Direktur Teknologi dan Informasi PT Pos Indonesia (Persero) menyambut baik kerjasama dengan Kioson dalam memberdayakan mitra pelaku usaha mikro lewat berbagai layanan terpadu bersama Pos Indonesia. “Pos Indonesia mengemban misi untuk menjadi tulang punggung utama bisnis e-commerce di Indonesia sesuai dengan Paket Kebijakan Jilid 14 tentang E-commerce oleh pemerintah. Karenanya, penting bagi kami untuk secara selektif memilih mitra yang terpercaya, mempunyai potensi bisnis jangka panjang dan tentunya memberi manfaat bagi masyarakat. Karenanya, kami senang bisa bekerja sama dengan Kioson yang telah memiiki 30.000 mitra di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Melalui kerjasama ini, baik konsumen dan pedagang e-commerce juga akan diuntungkan karena kemudahan mengakses barang kebutuhan. “Nantinya, para mitra Kioson akan menjadi bagian dari sistem logistik Pos Indonesia terutama bagi pelanggan e-commerce. Hal ini akan membuat pelanggan e-commerce dari kota lapis kedua menjadi lebih mudah dalam membeli barang,” ujarnya.

Sebagai salah satu bagian edukasi, kerja sama ini juga disusun dengan tujuan membangun rasa percaya dan menarik minat masyarakat lapis kedua terhadap layanan e-commerce, Kioson mengunakan dua pendekatan strategis. Pertama, memperluas ruang usaha mitra kios melalui Kios-Pos untuk membantu meningkatkan pendapatan. Kedua, memperkuat infrastruktur logistik lewat kerjasama dengan asset network milik  Pos Indonesia.

“Kami meyakini dengan mengedepankan inisiatif untuk memberikan daya ungkit ke usaha mitra kios Kioson, maka secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi end-user (pelanggan kios). Kios-Pos memungkinkan masyarakat sekitar bisa mengakses layanan e-commerce dan logistik langsung di kios-kios terdekat di lingkungan rumah mereka. Kombinasi dua inisiatif ini diharapkan bisa memupuk rasa percaya masyarakat akan layanan digital dan e-commerce. Dalam jangka panjang, kami berharap bisa ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Jasin.

Selain memanfaatkan diri sebagai pusat layanan kantor pos dan pusat pengambilan-pengantaran barang e-commerce, para mitra Kioson juga bisa memanfaatkan kantor pos untuk top-up penjualan pulsa. “Selama ini, salah satu yang menghambat bisnis pengusaha kios dalam berjualan pulsa adalah pasokan. Dengan adanya kerja sama ini, bila pedagang kios sudah kehabisan pulsa untuk dijual, mereka bisa langsung mendatangi kantor pos terdekat untuk melakukan top up. Tidak perlu menunggu ada orang yang datang ke kios mereka,” kata Jasin Halim.
Per Desember 2017 Kioson telah memiliki lebih dari 30.000 mitra yang sebagian besar tersebar di provinsi Jawa dan Sumatera.

Tentang Kioson:
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson) merupakan perusahaan Online to Offline (O2O) yang mengintegrasikan Online Merchants dan Offline Customer melalui jaringan kemitraan. Hingga April 2017, Kioson telah melibatkan lebih dari 19.000 mitra pemilik usaha mikro, kecil dan menengah serta melayani lebih dari 2 juta pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jaringan terbesar di kota lapis kedua. Fitur dan layanan Kioson antara lain loket pembayaran (telepon, listrik, TV kabel, PDAM asuransi, e-commerce, dll), penjualan pulsa, paket data, penjualan produk e-commerce, penjualan produk asuransi dan jasa layanan keuangan. Kioson juga berkolaborasi dengan perusahaan terkemuka di bidang telekomunikasi, perbankan, keuangan, asuransi dan e-commerce sebagai channel penjualan langsung.

 

 

Peringati Hari Pers Nasional Pos Indonesia Akan Berikan Pelatihan Kewirausahaan

Padang, 8 Februari 2018 – Saat ini e-commerce menjadi primadona dalam  dunia bisnis. “Seiring makin menjamurnya bisnis online maka terdapat prospek/peluang bisnis pengiriman produk dari produsen/supplier kepada pemesan”, ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono.

Pos Indonesia merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang selalu mengikuti perubahan yang dinamis dalam dunia bisnis dan kini sudah menerapkan beragam inovasi dalam memperkuat jasa pelayanannya di seluruh Indonesia.  Pos Indonesia juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin menjalankan wirausaha di bidang jasa pengiriman.  Agenpos adalah sistem keagenan antara Pos Indonesia dengan perorangan atau badan usaha.  Agenpos dimaksudkan juga sebagai bentuk pemberdayaan sektor ekonomi mikro melalui pengembangan pola-pola kemitraan dalam bisnis.

Pos Indonesia berharap agar para jurnalis dapat menangkap peluang  bisnis baru tersebut. Sesuai program BUMN Hadir Untuk Negeri,  dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional, Pos Indonesia akan melakukan kegiatan vokasi/pelatihan kewirausahaan Agenpos kepada para jurnalis. Bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Pos Indonesia  akan melakukan pelatihan kepada 100 wartawan yang akan dilakukan pada April sampai Juni 2018 di 4 kota yaitu Bandung, Surabaya, Bali dan Batam.

Melalui pelatihan ini   diharapkan dapat memberikan akses maupun tambahan informasi dan pengetahuan bagi jurnalis untuk dapat mengaktualisasikan diri termasuk di bidang  wirausaha khususnya menjadi Agenpos.

 

 

Kerjasama Strategis : BLIBLI.COM Gandeng Pos Indonesia Untuk Bersama Jangkau Pasar Lebih Luas

Jakarta, 1 Februari 2018 – Blibli.com mengambil momentum awal tahun untuk meresmikan kerjasama dengan Pos Indonesia dalam menghadirkan kiosk Blibli InStore di seluruh Kantorpos se-Jabodetabek dan Jawa Barat, termasuk kerjasama dalam pengadaan fasilitas pembayaran menggunakan Pospay dan pengiriman barang menggunakan Pos Kilat Khusus hingga retur barang secara gratis melalui Kantorpos bagi yang melakukan transaksi di kiosk Blibli InStore. Kerjasama ini disepakati sebagai strategi dalam memperluas jangkauan pasar Blibli.com sekaligus membawa pelanggan Pos Indonesia Go Digital.

Kusumo Martanto selaku CEO Blibli.com mengungkapkan bahwa kerjasama diwujudkan karena, “Kami melihat kekuatan jaringan yang dimiliki Pos Indonesia hingga ke wilayah tier 2 dan tier 3 seluruh Indonesia merupakan prospek besar untuk dapat memperluas jangkauan pasar Blibli.com, dan sekaligus membantu masyarakat untuk mendapatkan produk-produk yang diinginkan yang selama ini mungkin sulit untuk didapat di sekitar wilayah tinggal mereka.”

Kerjasama ini juga dalam rangka upaya mendukung rencana pemerintah membawa Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020 mendatang. “Sebagai e-commerce asli Indonesia tentunya kami ingin melakukan sesuatu yang dapat berkontribusi untuk kemajuan ekonomi negara,” pungkas Kusumo.

Gilarsi W. Setijono selaku Direktur Utama Pos Indonesia menyatakan bahwa, “Kerjasama ini merupakan sebuah terobosan baru yang sarat akan manfaat yaitu kesempatan memperkenalkan belanja secara digital kepada pelanggan yang selama ini belum terpapar dengan baik dalam hal teknologi dan penggunaan aplikasi belanja online. Kehadiran e-commerce di Kantorpos juga diharapkan dapat menambah segmen pelanggan baru bagi kami.”

Untuk tahap awal, penempatan kiosk Blibli InStore telah dilakukan di wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Bandung, Pandeglang, Rangkasbitung, Serang, Cilegon dan sekitarnya. Sekarang total titik penempatan kiosk telah ada di 32 Kantorpos dan kedepannya kerjasama akan terus dikembangkan ke titik-titik lain.

“Wilayah yang disasar untuk penempatan kiosk Blibli InStore mempertimbangkan potensi pelanggan dan juga kesiapan infrastruktur wilayah tersebut. Harapan kami kerjasama ini bisa segera diperluas ke wilayah lain di Indonesia,” tandas Kusumo.

Pelanggan Blibli InStore

Fokus penempatan kiosk Blibli InStore kedepannya akan tetap difokuskan penempatannya di Kantorpos-Kantorpos wilayah tier 2 dan tier 3 dengan target pengguna adalah pelanggan setia Kantorpos, karyawan Pos Indonesia dan juga penduduk sekitar Kantorpos.

Tantangannya tentu akan perlu melakukan komunikasi secara luas ke wilayah sekitar Kantorpos dan edukasi terhadap pelanggan baru untuk dapat memanfaatkan kiosk Blibli InStore. Oleh karena itu, Blibli.com dan Pos Indonesia mensosialisasikan produk ini melalui media komunikasi yang kami miliki seperti banner, flyer, brosur, layanan TV di Kantorpos-kantorpos dan lainnya.

Kehadiran promo-promo juga akan dijumpai di kiosk Blibli InStore yang dinamakan dengan PROMO SERBA ADA – Serbu Belanja Asik, Apapun Ada, yaitu diskon 10% hingga 20% setiap harinya untuk produk-produk ibu & anak, peralatan rumah tangga, kuliner, fesyen, kesehatan & kecantikan, elektronik, kamera, handphone, komputer, otomotif, kebutuhan olahraga, mainan, video game, sampai produk tiket konser dan voucher tempat wisata. Diskon 10% juga diberikan khusus karyawan Pos Indonesia, sehingga berbelanja melalui kiosk Blibli Instore akan semakin menguntungkan.

Kedepannya diharapkan untuk masyarakat yang sudah terbiasa untuk datang ke Kantorpos di kesehariannya, juga dapat memanfaatkan kiosk Blibli InStore ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. (*)

Tentang Blibli InStore
Blibli InStore adalah inovasi terbaru dari Blibli.com, yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan menyediakan fasilitas bagi para konsumen offline untuk belanja online. Para konsumen serta karyawan Pos Indonesia dapat menggunakan kiosk yang tersedia di Kantorpos-Kantorpos untuk belanja online dengan produk yang sangat beragam. Konsumen juga dapat menikmati layanan dari jasa pengiriman terbesar di Indonesia yakni Pos Indonesia. Sistem pembayaran mudah melalui fasilitas Pospay dan bisa dibayarkan melalui loket pembayaran di Kantorpos. Dengan inovasi ini, sekarang siapapun dan dimanapun bisa lebih mudah menikmati pengalaman belanja online.

Tentang Blibli.com
Blibli.com adalah perusahaan e-Commerce pertama di Indonesia, dan menjalankan bisnisnya dengan model bisnis B2B2C (Business to Business to Customer). Berdiri sejak tahun 2011, saat ini Blibli.com telah menjadi e-Commerce yang paling populer dan terbesar di Indonesia. Blibli.com adalah mall online dengan variasi produk yang cukup besar, yaitu 2,5 juta produk yang terbagi menjadi 16 kategori seperti convenience product, lifestyle, hobi, kesehatan dan lainnya. Serta memiliki 30.000 brand lokal dan internasional, dan juga telah bekerjasama dengan 25.000 merchant.

Blibli.com bernaung di bawah perusahaan GDP Venture, yaitu perusahaan yang berfokus pada komunitas digital, media, niaga, dan perusahaan yang memberikan solusi untuk sektor internet consumer di Indonesia. GDP Venture sendiri adalah bagian dari Djarum Group, salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia.

Blibli.com tidak hanya menjual produk tapi juga membangun sebuah ekosistem dalam industri e-Commerce Indonesia. Blibli.com tidak hanya bekerjasama dengan pihak ketiga, tapi telah memiliki sistem logistik sendiri (Blibli Express Service). Blibli.com memiliki 5 Warehouse dan 14 Hubs yang didesain dengan sistem teknologi tinggi dan berlokasi di kota-kota besar di Indonesia.

Dengan pimpinan perusahaan yang terkemuka, teknologi tinggi, dan sumber daya manusia yang berkualitas, Blibli.com memiliki tujuan untuk selalu memberikan pengalaman belanja terbaik demi mencapai tingkat kepuasan konsumen yang diharapkan, serta menjadi perusahaan e-Commerce nomor satu di Indonesia.