Tag Archives: logistik

Penandatanganan MoU Kolaborasi Pembentukan Pusat Logistik Berikat e-Commerce

Jakarta, 12 Desember 2018 – Pada hari Rabu, 12 Desember 2018, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono, telah menandatangani Nota Kesepahaman Kolaborasi Pusat Logistik Berikat e-Commerce atau PLB e-Commerce dengan PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Ampat Yasa Intermoda, PT Hike Inovasi Total, dan PT Pindad Internasional Logistic.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Direktur Jenderal Bea dan Cukai sebagai perpanjangan tangan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan yang menjalankan fungsi di bidang kepabeanan dan cukai.

PLB e-Commerce yang akan dibangun bersama ini merupakan bentuk pengejawantahan Peraturan Presiden No.74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) 2017-2019, dalam hal ini khususnya pada Pasal 21, Pos diarahkan untuk dapat berperan sebagai backbone e-Commerce Logistik Nasional. Selain itu dilatarbelakangi oleh terbitnya Peraturan Menteri Keuangan No.28/PMK.04/2018 tentang Pusat Logistik Berikat (G2) yang di Launching oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 27 Maret 2018. Adapun maksud dan tujuan Pusat Logistik Berikat adalah untuk supporting industry, economy digital, ketahanan nasional, distribusi dan hub logistic, IKM.

Pusat Logistik Berikat (PLB) adalah salah satu kebijakan pemerintah yang revolusioner dan tercantum dalam Kebijakan Ekonomi Volume II yang diterbitkan oleh Presiden Indonesia dengan harapan dapat mengurangi biaya logistik dan transportasi, serta mendukung pertumbuhan industri – industri domestik, termasuk kelas kecil dan menengah, meningkatkan investasi asing dan lokal serta dapat membantu membina Indonesia sebagai pusat logistik di kawasan Asia Pasifik.

PLB e-Commerce merupakan gudang logistik multi fungsi dilengkapi Platform e-Commerce yang digunakan oleh importir dan eksportir untuk menyimpan barang-barang e-Commerce yang berasal dari luar wilayah pabean Indonesia dan/atau dari tempat lain di wilayan pabean Indonesia, dengan fasilitas seperti:
•    Fleksibilitas Jenis Barang Inbound & Outbound.
•    Fleksibilitas Kepemilikan.
•    Fleksibilitas Kegiatan Sederhana.
•    Fleksibilitas Jangka Waktu Penyimpanan.
•    Fasilitas Fiskal.
•    Penyimpanan yang Dikelola Sendiri.
•    Penyelesaian Barang Impor Sementara.

Bagi PT Pos Indonesia (Persero), kolaborasi yang dilakukan dengan BUMN, anak usaha BUMN, serta Pihak Swasta ini adalah untuk menunjang kebijakan dan program pemerintah atas kelancaran ekspor dan impor, mendukung pertumbuhan IKM dan UMKM untuk Go-Internasional, menjadi Gateway atas masuk dan keluarnya arus barang dan transaksi perdagangan yang berbasis digital, memperkuat pengembangan bisnis usaha pos dari hulu ke hilir, khususnya kiriman e-Commerce.

Yang terpenting dari kolaborasi ini adalah masing-masing Pihak dapat tumbuh dan maju bersama memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi dan perdagangan bebas.

 

 

Pos Indonesia Raih Penghargaan Best IT Data Technology Governance

Pos Indonesia meraih predikat Best IT Data Technology Governance bidang logistik. Penghargaan diterima oleh Kepala Regional 4 Jakarta Onny Hadiono pada acara anugerah Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018 di Balai Kartini Jakarta, Jumat malam (17/9).

Sebanyak 50 perusahaan dan lembaga meraih anugerah Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga survei yang juga mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pada kesempatan itu Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan apresisiasi dengan kegiatan “Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018”. “Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih adanya kegiatan semacam ini karena tentu akan bisa mendorong adanya inovasi-inovasi baru, terkait pengembangan sektor ICT di Tanah Air. Hal Ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk membangun ekosistem digital dan percepatannya, terutama dalam rangka memasuki era ekonomi digital dan Industri 4.0 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing industri dan ekonomi nasional di masa depan.

Rudiantara berharap, ajang pengharaan ini semakin mendorong akselerasi implementasi dan penggunaan digital technology, baik di kalagan dunia usaha, industri, institusi kepemerintahan, serta instansi lainnya, karena akan berimplikasi luas bagi upaya peningkatan daya saing pembangunan nasional di kancah global. Dalam kaitan ini, Menkominfo juga berharap agar para vendor dan perusahaan-perusahaan pengembang solusi ICT, bisa terus berinovasi sebagai antisipasi untuk memenuhi tren tuntutan kebutuhan solusi ICT yang juga makin tinggi di kalangan dunia usaha dan berbagai institusi lainnya.

Metode penilaian yang di gunakan, yakni market research, kuesioner dan rekomendasi/penilaian dari customer, hasil riset internal & Public Via di Internet, Sosial Media yang dikompilasi dan berdasarkan sidang dewan juri, penasehat dan steering committe.

 

 

Pos Indonesia Digandeng Komisi Pemilihan Umum

Direktur Kurir dan Logistik Pos Indonesia Barkah Hadimoeljono dan ketua KPU RI Arief Budiman menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan Pos Indonesia terkait distribusi logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rabu (30/05) di Ruang Rapat KPU RI, Jakarta Pusat.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan latar belakang dipilihnya Pos Indonesia sebagai mitra dalam pendistribusian logistik pemilu atas dasar kepuasan kinerja BUMN tersebut dalam membantu suksesnya pemilu 2014. Pengalaman kala itu menurut dia telah membuktikan kinerja Pos Indonesia yang lebih unggul dibanding perusahaan jasa pengiriman lain di Indonesia. “Kemampuan PT Pos sangat kuat dan besar dibandingkan perusahaan pengiriman yang ada. Khususnya dimasa kritis dan sempit dimana perusahaan lain tidak mampu, PT Pos bisa menyelesaikan itu,” kata Arief, dilansir dari website resmi KPU.

Arief juga mengaku puas dengan pengiriman dan pengelolaan logistik oleh Pos Indonesia untuk pemilih di luar negeri. Dengan jaringan yang luas membantu Warga Negara Indonesia (WNI) disana untuk tetap mendapatkan akses surat suara dan kebutuhan pemilu lainnya. “Saya makin yakin di pemilu nanti semakin baik dengan dukungan sarana teknologi yang dimiliki PT Pos,” tambahnya.

 

Pos Indonesia raih penghargaan Indonesia Digital Innovation Award 2018 Kategori Perusahaan Logistik

PT Pos Indonesia (Persero) meraih penghargaan Indonesia Digital Innovation Award 2018 Kategori Perusahaan Logistik. Penghargaan diserahkan oleh Founder & President Commissioner Warta Ekonomi Fadel Muhammad kepada Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Ihwan Sutardianta di Balai Kartini Jakarta (25/5).

Penilaian perusahaan penerima penghargaan diawali dengan pengumpulan data-data publikasi perusahaan ataupun berita-berita terbaru yang terkait informasi penerapan inovasi digital dalam operasional perusahaan. Penilaian dilakukan berdasarkan perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan teknologi dan berdampak baik untuk perusahaan secara khusus, perekonomian, ataupun masyarakat luas secara umum.

Atas dasar proses penilaian tersebut, PT Pos Indonesia (Persero) terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan bersama beberapa perusahaan lain yang dibagi dalam 23 katagori penghargaan.

 

Kemenko Perekonomian dan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia Inisiasi Workshop Transformasi Digital Industri Logistik

Mendesain Ulang Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Logistik di Indonesia

Jakarta, 15 Mei 2018 – Dunia kini sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0 dimana perubahan terjadi dengan begitu cepat dengan impak yang sangat luar biasa.  Kondisi seperti ini juga disebut dengan disruptive era (era disrupsi),  era penuh gangguan dengan banyaknya perubahan situasi di mana pergerakan dunia industri tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif   dan disruptif.  Cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, perbankan dan keuangan, transportasi, logistik, hingga pendidikan.

Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) telah mengubah wajah bisnis logistik. Permintaan pasar e-commerce yang besar telah menciptakan penawaran yang tinggi, dalam teori ekonomi dikenal dengan demand create supply, yang mendorong tumbuhnya pemain logistik. Para pendatang, pemain baru penyedia jasa logistik ini ada yang berasal dari pemain dengan model bisnis logistik konvensional, namun juga ada yang berasal dari pemain dengan model bisnis baru. Mereka sama-sama menambah tingkat kompetisi bisnis logistik semakin ketat dan menyediakan beragam pilihan bagi pengguna jasa logistik dengan menawarkan value proposition yang lebih memikat. Value proposition jasa logistik ini mencakup kecepatan, ketepatan, kemudahan, eksibilitas, respon pelayanan, keamanan, dan lain-lain.  Di bisnis pos atau kurir, para pemain incumbent yang telah mendominasi dan menikmati pasar jasa pos atau kurir ini karena booming e-commerce, dipaksa bersaing dengan pemain baru.

Disrupsi pada proses bisnis logistik juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, isu yang menjadi topik hangat dalam inovasi logistik selama beberapa tahun terakhir. Unmanned Aerial Vehicles (UAV) telah banyak digunakan di gudang baik untuk penyimpanan atau pengambilan barang, demikian juga peluang  penggunaan drone untuk delivery barang.  Trend lain adalah Internet of Things (IoT) dan potensinya untuk menghubungkan hampir semua hal ke internet dan mempercepat logistik berbasis data.   Demikian pula dengan penggunaan robot kolaboratif di beberapa perusahaan, sudah menunjukkan bahwa robot bisa bekerja berdampingan dengan karyawan, mendukung pekerjaan yang repetitif dan fisik dalam operasi logistik.

Untuk mendapatkan gambaran tentang industri logsitik dan trend perkembangan industri logistik ke depan, Kemenko Perekonomian bersama  Yayasan  Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) yang memiliki STIMLOG dan Poltekpos menyelenggarakan workshop Transformasi Digital Industri Logistik dan Mendesain Ulang Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Logistik di Indonesia. Workshop tersebut dibuka oleh Elen Setiadi, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kemenko Perekonomian di Kantor Kemenko Perekonomian (15/5).

Dalam workshop ini,  Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono menjadi moderator dan memimpin diskusi dengan para narasumber ahli diantaranya Florian Holm,  pakar e-commerce yang juga mantan CEO La Zada; Mohammad Feriadi, Direktur Utama JNE Express/Ketua Umum Asperindo;  Ivan Kamadjaja, CEO PT Kamadjaja Logistics; Rahim Tahir, Founder PT Ark Logistics & Transport; Iman Gandhi, Director ALFI Institute;  Imam Sjafei, Direktur Utama PT Cipta Krida Bahari;  Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP,  President of Indonesian Supply Chain and Logistics Institute (ISLI),  dan Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi  Logistik Indonesia (ALI).

Dalam workshop yang berlangsung sangat dinamis dan mencerahkan tersebut hadir para peserta dari  berbagai Perusahaan e-Commerce Logistics,  Pos Indonesia dan BUMN lainnya, perusahaan penyedia jasa logistik, perusahaan penyedia logistik kurir/ekspres, beberapa Asosiasi logistik, beberapa penyelenggara pendidikan terkait logistik seperti STIMLOG dan Poltekpos,  Kemenko Perekonomian,  Kemenristek  Dikti dan lain-lain. Closing remark workshop disampaikan oleh Erwin Raza, Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kemenko Perekonomian. Workshop yang penting tersebut menghasilkan beberapa hal yang sangat bermanfaat bagi dunia bisnis dan  pendidikan yaitu memberian gambaran proses bisnis logistik; implementasi sistem teknologi di perusahaan logistik ; pandangan trend perkembangan bisnis logistik ke depan ;  Job (pekerjaan)  masa depan  dibutuhkan  di perusahaan logistik ;  serta kompetensi dan profil (posisi/jabatan) SDM yang diharapkan oleh perusahaan logistik.

Pada kesempatan ini dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama  antara  2 Institusi Penidikan yang dimiliki oleh YPBPI yaitu Poltekpos dan STIMLOG dengan PT Kamadjaja Logistics dan  Indonesian Supply Chain and Logistics Institute (ISLI) yang juga merupakan salah satu tanda sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia bisnis untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia masa depan yang dibutuhkan dunia bisnis khususnya bidang logistik. ***

 

Indonesia dan Singapura Berbagi Keahlian dan Pengalaman Mengenai E-Commerce Logistics

Jakarta, 12 Maret 2018 – Pemerintah Indonesia melalui  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Riset Teknologi dan Dikti bekerja sama dengan Temasek Foundation International Singapore, menyelenggarkan program Capacity Building dalam E-commerce Logistics di Indonesia, yang merupakan bagian dari implementasi road map E-commerce Indonesia. Sedangkan BUMN yang ditunjuk sebagai coordinator pelaksanaan program tersebut adalah PT Pos Indonesia (Persero).

Institusi dari Singapore yang akan bekerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia untuk berbagi best practices dan pengalaman di bidang  e-commerce logistics adalah Singapore Cooperation Enterprise (SCE) dan Republic Polytechnic Singapore (RP). Kolaborasi ini akan berfokus pada bidang administrasi publik dan pendidikan yang terkait dengan e-commerce logistics.

Pada hari ini Senin 12 Maret 2018, dua Memorandum of Understanding (MOU) ditandatangani di antara para pihak, mencakup dua program pengembangan kapasitas dalam e-commerce logistics yang didukung dana dari Temasek Foundation International.

MOU pertama tentang Capacity Buiding on E-Commerce Logistics in Indonesia ditandatangani antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dan Singapore Cooperation Enterprise. Mewakili kedua organisasi tersebut adalah Bapak Elen Setiadi, Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Mr. Kong Wy Mun, Chief Executive Officer Singapore Cooperation Enterprise.

MOU kedua tentang Capacity Building for Technical Education in Supply Chain Management for E-Commerce ditandatangani antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan Republic Polytechnic Singapore. Perwakilan dari organisasi tersebut adalah ibu Dr. Ir Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Indonesia, dan Mr Michael Koh, Wakil Kepala Republic Polytechnic.

Berbagi Pengalaman dan Keahlian dalam Kebijakan Publik
Pada Program kerjasama dengan Kemenko Perekonomian, Singapore Cooperation Enterprise akan menggabungkan keahlian yang relevan dari sektor publik dan swasta Singapura melalui serangkaian lokakarya yang disesuaikan dengan kebutuhan. Program ini bertujuan untuk membangun kemampuan peserta dari Indonesia yang berasal dari PT Pos Indonesia (Persero) dan BUMN lain yang bergerak di bidang logistik e-commerce, juga unsur pemerintahan terkait.Melalui program ini, para peserta akan dapat memperoleh pemahaman tentang bagaimana kebijakan, strategi, infrastruktur logistik, layanan dukungan dan industri yang relevan digabungkan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif dan holistik untuk pengembangan e-commerce.

Dari pihak Kemenko Perekonomian,  menyampaikan “Kami  sangat berterimakasih kepada Temasek Foundation International Singapore atas kerjasama yang baik serta menyediakan pendanaan dan program untuk ikut membantu dalam hal peningkatan skill SDM di bidang E-Commerce Logistics” di Indonesia. Disampaikan juga bahwa sesuai dengan Roadmap E-commerce Indonesia,  Pemerintah perlu untuk merevitalisasi PT Pos Indonesia (Persero) sebagai backbone e-commerce logistics, karena dengan jaringannya yang luas tersebar di seluruh pelosok Indonesia dandukungan SDM nya yang tangguh merupakan potensi besar untuk mendukung e-commerce dan konektivitas logistik di Indonesia.Isu yang tak kalah penting lainnya adalah tantangan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintah perlu membantu produk-produk yang dihasilkan UMKM memasuki pasar dunia melalui perdagangan online. Dalam hal ini, Pemerintah menugaskan PT Pos Indonesia (Persero), berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, yang secara kolektif bertindak sebagai agregator / konsolidator untuk produk UMKM, dan membantu produk mereka untuk masuk ke pasar luar negeri.

Kong Wy Mun, Chief Executive Officer Singapore Cooperation Enterprise, mengatakan: “Sebagai bagian dari upaya negara kita menuju ekonomi digital dan ASEAN yang terintegrasi, Singapura menyadari pentingnya konektivitas untuk mendukung pertumbuhan e-commerce yang merajalela di kawasan ini. Kami terus meningkatkan kebijakan dan infrastruktur kami untuk mempromosikan ekosistem e-commerce yang berkembang pesat dan kondusif. Kami senang dapat berbagi pengalaman ini dan berharap bahwa kerja sama ini akan memberi para peserta wawasan berharga dalam mengembangkan kerangka strategi tingkat tinggi mengenai logistik e-commerce untuk melengkapi usaha Indonesia di bidang ini.”

Sementara itu,  Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) mengatakan “Relevansi Pos Indonesia dan pemain lain di industri logistik bergantung pada apakah mampu mengatasi perubahan dan “disruption” di dalam industri. Kerjasama ini merupakan salah satu upaya penting untuk memainkan peran yang kuat dan memberikan pelayanan terbaik dalam logistik e-commerce. Melalui kerja sama ini, sumber daya manusia Pos Indonesia dapat mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga”.

Membangun Kemampuan dalam Pendidikan Teknis untuk Logistik E-commerce
Program kedua disampaikan oleh Republic Polytechnic dalam kemitraan dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, akan berfokus pada peningkatan penyampaian pendidikan teknis dalam manajemen rantai pasok untuk e-commerce di politeknik Indonesia. Program ini akan memberi manfaat kepadape serta antara lain dalam hal Pedagogi Problem Problem Based Learning (PBL) dari Republic Polytechnic. Pendekatan yang berpusat pada peserta dengan fokus industri yang kuat akan dibagikan kepada para peserta untuk meningkatkan pelaksanaan kurikulum logistik dan mata kuliah manajemen rantai pasok. Komponen pelatihan lainnya meliputi pengembangan pedagogi dan kurikulum, berpikir LEAN untuk manajemen rantai pasok, analisis rantai pasok, dan teknologi disruptif dalam e-commerce.

Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mengatakan, “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Temasek Foundation International dan RP untuk bekerja sama dengan kami dan pemangku kepentingan terkait Indonesia lainnya dalam kolaborasi ini. Lokakarya pelatihan Training-of-Trainer dan cascading, serta pembagian keahlian dalam manajemen rantai pasokan dan e-commerce akan menghasilkan hasil belajar yang positif dan mendukung pengembangan sumber daya manusia pada politeknik yang berpartisipasi di Indonesia “.

Wakil Kepala Republic Polytechnic, Michael Koh mengatakan, “Selama lebih dari 15 tahun, RP telah memberi siswa pengalaman belajar yang holistik dan mendidiknya menjadi profesional yang siap bagi industri. Melalui penyampaian pedagogi Pembelajaran Berbasis Masalah, ditambah dengan kemampuan institusi kami di bidang manajemen rantai pasok, kami berharap dapat memberi peserta alat dan konten penyampaian kurikulum yang efektif yang memungkinkan mereka merespons dinamika perubahan industri.

Benediktus Cheong, Chief Executive, Temasek Foundation International, mengatakan, “Institusi publik dan pendidikan yang kuat merupakan pendorong utama pembangunan ekonomi dan sosial sebuah komunitas. Inilah sebabnya mengapa Temasek Foundation International mendukung program administrasi publik dan juga program pendidikan. Ini adalah pertama kalinya Foundation mendukung dua program pertukaran pembelajaran yang saling melengkapi dari berbagai area fokus berdasarkan tema logistik e-commerce secara keseluruhan. Kami senang bisa menjadi mitra Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Indonesia dalam kedua program ini. Melalui program ini, kami berharap akan terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat, dengan wawasan baru dan gagasan yang dihasilkan dan jaringan kerjasama diperkuat “.

 

 

Kick Off Pengenalan Aplikasi D-order di Kantorpos

Bertempat di Kantorpos Jakarta Pusat, Selasa (30/01/2018) dilakukan “Kick Off” Pembangunan Prototype Sistem Digital Logistik Untuk Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik dan pengenalan Aplikasi “D-Order” yang merupakan salah satu channel dalam layanan demand generation Depo Logistik Nasional (DELON)

Pos Indonesia dan Telkom Indonesia bekerjasama membangun DELON. DELON adalah jaringan terintegrasi node-link logistic, rural – urban yang diintegrasikan oleh State of Art ICT sehingga sangat cocok pada era E-Commerce untuk berbagai barang (Goods) dari berbagai pemilik produk untuk berbagai model online outlet di Indonesia.

Dalam kesempatan ini hadir dari pihak Pos Indonesia yaitu : Direktur Integrasi Logistik Barkah Hadimoelyono dan Kepala Regional 4 Jakarta Pupung Purnama. Sedangkan dari Pihak Multimedia Nusantara (SBU Telkom Indonesia) diwakili oleh Managing Director Metra Logistik Natal Iman Ginting. Acara dihadiri pula mitra kerja yaitu Direktur Tehnik Umum dan Pengembangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Bagja Ardi Mustawan, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Pangan Ahmad Sowi, dan Pimpinan Pempek Beringin Palembang. Acara dibuka oleh Ka. Proyek E-Commerce Logistik Yanto P. Hutajulu.

Depo Logistik Nasional (DELON) hadir dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Presiden No. 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map E-Commerce).

Delon hadir dengan 4 layanan yaitu:

  1. Demand Generation yaitu membantu meningkatkan penjualan bagi pemilik produk dengan beberapa channel Demand Generation yang dimiliki DELON diantaranya adalah Market Place (Blanja.com, Lazada dll), Aplikasi D-Order dan Media Sosial (facebook, twitter, instagram, dll) serta Social Messenger (Whatapps, Telegram, BBM, dll).
  2. Fullfillment
    Layanan labelling dan packaging.
  3. Stock Poin
    Stocking dan expired management bagi product owner yang menggunakan layanan Fulfillment DELON.
  4. National Delivery (Last Mile Delivery) yaitu layanan pengiriman dan pengantaran serta pengambilan barang serta return management.

Pada kesempatan yang sama diluncurkan juga Aplikasi D-Order (Digital Order) merupakan salah satu channel dari layanan Demand Generation Depo Logistik Nasional yang sudah terintegrasi hingga layanan last mile delivery-nya dapat lebih memangkas proses pemesanan hingga proses pengantaran dengan waktu singkat.

Aplikasi D-Order saat ini dikenalkan di Jakarta dan secara bertahap akan dikenalkan di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan ini juga dikenalkan berbagai macam produk dari masing-masing pihak. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang memperkenalkan Beras SIP, PT Pupuk Indonesia Pangan memperkenalkan Kopi Covare, dan tidak lupa Pempek Palembang produksi Beringin.

 

 

Peringatan Hari Bhakti Postel Ke-72 Pemerintah Dorong Pos Indonesia Masuki Bisnis dan Sistem Perdagangan Berbasis Elektronik

Bandung, 27 September 2017 – Tanggal 27 September yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bhakti Postel oleh semua pegawai di jajaran Pos dan Telekomunikasi bertolak dari diambil-alihnya Jawatan PTT dari kekuasaan pemerintahan Jepang oleh putra putri Indonesia yang tergabung dalam Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon yang disingkat AMPTT pada tanggal 27 September 1945. Puncak peringatan Hari Bhakti Postel ditandai dengan pelaksanaan upacara yang diikuti oleh seluruh jajaran Pos dan Telekomunikasi di Kantor Pusat PTT (saat ini kantor pusat Pos Indonesia Bandung) yang dipimpin langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI setiap tahun nya, pada peringatan Hari Bhakti Postel kali ini mengusung tema “Kerja Bersama Mewujudkan Masyarakat Digital Indonesia”

“Kita bersama-sama telah berbagai perubahan yang terjadi dalam masyarakat kita saat ini. Semuanya disebabkan dan menuju ke satu arah, yaitu terbentuknya masyarakat yang digerakan oleh digitalisasi di segala bidang. Kita patut bersyukur karena mendapat amanat jaman menjadi kementerian yang secara langsung bersinggungan dengan segala aspek digitalisasi.” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara dalam sambutannya.

Keseriusan Pemerintah lanjutnya untuk bergerak cepat dalam era digitalisasi ditandai dengan berbagai perangkat strategi dan regulasi. Salah satunya dalam amanat Perpress Nomor 74 Tahun 2017 PT Pos Indonesia (Persero) didorong untuk melakukan transformasi bisnis menjadi perusahaan yang modern dan berdaya saing tinggi.

“Saya melihat bahwa institusi Pos Indonesia pun memiliki peluang besar untuk ikut terlibat dalam hingar-bingar digitalisasi ini” jelas Rudiantara.

Jaringan luas yang dimiliki oleh Pos Indonesia Rudiantara melanjutkan sangat menguntungkan untuk menggelar layanan transaksi keuangan untuk mengimbangi pesatnya kemajuan teknologi finansial. Dengan melayani transkasi keuangan Pos Indonesia diharapkan berkontribusio dalam akselerasi financial inclusion di Indonesia.

KERJASAMA KEMITRAAN
Untuk mewujudkan amanat Pemerintah melalui Perpres Nomor 74 tahun 2017 PT Pos Indonesia (Persero) terus melakukan terobosan dan kerjasama kemitraan. Bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Postel ke-72 di Graha Pos Indonesia, PT Pos Indonesia (Persero) melakukan penandatangan kerjasama kemitraan dengan beberapa perusahaan yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tentang Pelayanan Jasa Pos dalam Mendukung Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan perikanan Republik Indonesia tentang Peningkatan Aksesibilitas dan Layanan Pos di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil/Terluar; PT Iforte Global Internet tentang Distribusi Logistik Sarana Telekomunikasi; Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI); PT Satriakarya Adiyudha; PT Telkom tentang Pembangunan Prototipe Sistem Digital Untuk Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik. dan PT Citilink Indonesia.

“Kami menyambut baik atas kerja sama yang sebagaimana dituangkan dalam perjanjian. Semangat kerja sama ini dilandasi atas beberapa aspek seperti, mewujudkan sinergi BUMN, meningkatkan pendapatan melalui bisnis layanan baru dengan segmen pasar pelanggan yang datang ke Kantorpos (walk-in customer),membentuk citra positif bahwa Pos Indonesia telah mampu menangani kiriman barang dengan kategori valuable goods, meningkatkan daya saing perusahaan dengan kompetitor, serta turut mengedukasi masyarakat untukberinvestasi atau menabung dengan membeli emas untuk masa depan.” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono.

ANUGRAH PELANGGAN & MITRA POS
Pada moment Hari Bhakti Postel ke-72 ini pun PT Pos Indonesia (Persero) memberikan penghargaan kepada beberapa pelanggan dan mitra yaitu Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI untuk Kategori Konsinyasi Materai; PT Prudential, PT Karisma Bahana Gemilang (Easy Shopping), PT Telkomsel untuk kategori Pengelolaan Surat & Paket; PT Asuransi Umum Bumi Putera Muda dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk kategori Treasury & Pajak; PT PLN (Persero) dan Direktoran Jenderal Perbendaharaan untuk kategori Payment; PT Taspen (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk kategori PDKP; PT Pura Barutama dan PT Temprina Grafika untuk kategori Integrasi Logistik.

Tidak hanya itu, dalam rangka peringatan 271 Tahun Pos Melayani Negeri Pos Indonesia telah melakukan beberapa lomba pada kesempatan ini pula dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang yaitu sebagai berikut:
1. Kontes Inovasi (Kaizen)
Juara I Kantor Probolinggo dari Regional 7 Surabaya
Juara II Kantor Pos Banjarmasin dari Regional 9 Banjarbaru
Juara III Kantor SPP Denpasar dari Regional 8 Denpasar
2. Lomba Promosi dan Penjualan
Juara I Kantor Pos Probolinggo dari Regional 7 Surabaya
Juara II Kantor Pos Mamuju dari Regional 10 Makassar
Juara III Kantor Pos Cimai dari Regional 5 Bandung
3. Penghargaan Prestasi Kerja Pengembangan
TIM IT Regional 7 Jawa Timur.
4. Lomba Mars Pos Indonesia

 

Membangun Logistik Yang Ramping (Seamless) Untuk Memperkecil Disparitas Harga Komoditas Pokok dan Strategis

Focus Discussion Group (FGD)
Sistim Logistik Nasional (SISLOGNAS)

Bandung, 23 Januari 2017 – Mengawali 2017 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero), BUMN yang telah mencanangkan Visi Menjadi Raksasa Logistik Dari Timur, menyelenggarakan rangkaian Focus Discussion Group (FGD) Sistim Logistik Nasional (SISLOGNAS) bertempat di Graha Pos Indonesia Bandung (23/1).

FGD yang dihadiri lebih dari 100 orang peserta terdiri dari berbagai unsur Pemerintah, BUMN dan swasta serta tokoh-tokoh yang berkompeten dalam bidang Sislognas menjadi pembicara yaitu Oke Nurwan, Dipl., Ing Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan menjelaskan mengenai Perspektif Kebijakan Pemerintah dalam Pengaturan Perdagangan Semen di Indonesia; Aunur Rosyidi Direktur Pemasaran dan Supply Chanin, PT. Semen Indonesia (Persero) menjelaskan tentang Perspektif  Kebijakan Korporasi dalam Penyediaan Semen di Indonesia; Gilarsi. W.Setijono Direktur Utama PT. Pos Indonesia menjelaskan tentang Perspektif  Korporasi (Pos) dalam Pengembangan Layanan Supply and Demand Chain di Remote Area; Dr. Hoetomo Lembito, Pokja SISLOGNAS menjelaskan tentang Perspektif  Pokja SISLOGNAS Solusi untuk Memperkecil Disparitas Harga Semen antara Pulau Jawa dan Remote Area, dan Prof. Senator Nur Bahagia Pusat Pengkajian Rantai Pasok dan Logistik, ITB  menjelaskan mengenai Perspektif Akademisi tentang Solusi untuk Memperkecil Disparitas Harga Semen antara Pulau Jawa dan Remote Area. Continue reading Membangun Logistik Yang Ramping (Seamless) Untuk Memperkecil Disparitas Harga Komoditas Pokok dan Strategis

Pos Indonesia Gandeng Citilink Untuk Pengembangan Kargo Pos

Bandung, 14 Juni 2016 – PT Pos Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya untuk terus merealisasikan visi Perusahaan yaitu “menjadi raksasa logistik dari Timur”,  Pos Indonesia terus meningkatkan perannya sebagai BUMN logistik melalui kerjasama dengan berbagai perusahaan komoditi barang serta transporter darat, laut dan udara.

Untuk meningkatkan kualitas pengiriman, Pos Indonesia menjalin kerjasama dengan maskapai Citilink untuk pengelolaan kiriman Kargo Pos diseluruh Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Teknologi, Jasa Keuangan dan Integrasi Logistik Pos Indonesia, Indyruwani Asikin Natanegara dan Direktur Cargo & Ancillary Business Citilink Indonesia, Troficiendy Soeroso juga disaksikan oleh Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono  dan CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan.

“Melalui kerjasama ini Pos Indonesia semakin meningkatkan kapasitas distribusi logistiknya ke seluruh Indonesia. Sebagai salah satu contoh yang sudah berjalan adalah membantu petani mendistribusikan hasil bumi seperti wortel dan sayuran lainnya dari Brastagi ke Jakarta dan Bandung” kata Indyruwani.

Citilink Indonesia saat ini memiliki route terbang ke 29 kota di Indonesia. Pos Indonesia melalui cabang-cabang kantor pos di daerah serta di pedesaan (rural) akan mendekati para petani dan perajin yang ingin komoditinya menjangkau kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Konsep rural logistik bisa diwujudkan dengan penambahan akses transportasi yang terus dikembangkan oleh Pos Indonesia yang saat ini memiliki 4.569 cabang di seluruh Indonesia. Demikian sebaliknya distribusi kiriman logistik dari kota besar ke daerah pedesaan dapat dilakukan oleh kantorpos.

“Tentu saja kerjasama ini meningkatkan kapasitas layanan pos selain pengiriman surat dan dokumen, kami juga mendistribusian barang-barang kebutuhan masyarakat  hingga ke rural.” pungkas Indyruwani.