Tag Archives: prangko

Imlek 2570, Pos Indonesia Luncurkan Prangko Shio Babi

Bandung, 28 Januari 2019 – Dalam rangka menyambut Imlek 2570, PT Pos Indonesia (Persero) hari ini mengeluarkan seri terbaru prangko Babi. Prangko seri Shio Babi dengan menampilkan profil babi pada artefak-benda peninggalan sejarah Nusantara. Babi merupakan perlambang kejujuran, kesederhanaan dan keuletan yang luar biasa, serta gagah dan juga lambang kekuatan.Peluncuran seri prangko ini diselenggarakan PT Pos Indonesia (Persero) di Atrium Mall 23 Paskal Bandung (28/1).

PT Pos Indonesia (Persero) secara rutin menerbitkan seri prangko bertema shio sejak tahun 2007 dan tahun ini telah memasuki tahun kedua belas. Langkah Pos Indonesia  menerbitkan prangko bertema shio ini bisa memenuhi harapan para filatelis lokal dan mancanegara, terutama masyarakat Tionghoa Indonesia yang juga banyak menjadi pencinta filateli.

Selain dibuat dalam jumlah terbatas, dan dicetak melalui proses security printing oleh pihak PERURI, tema prangko yang selalu diminati khususnya oleh para Filatelis ini tentunya tidak akan dicetak ulang dengan alasan apapun. Sampul Hari Pertama hanya dicetak sebanyak 2.570 lembar. Salah satu keping/ lembar prangko Tahun Babi ini dicetak menggunakan teknis emboss. Emboss merupakan teknik finishing proses cetak tinggi yang memberikan efek timbul/ dimensi pada bagian tertentu di permukaan kertas, sehingga desain menjadi berkesan 3 dimensi. Melanjutkan tradisi penerbitan tema astrologi sebelumnya, pada penerbitan seri Tahun Babi ini juga diterbitkan Kemasan Khusus yang dicetak hanya 5.000 set.

Salah satu fungsi prangko adalah sebagai perekam peristiwa dan sebagai media perekat antar bangsa. Prangko dengan tema shio merupakan perwujudan pembauran budaya antar bangsa dan warga Negara, antara budaya Indonesia dan budaya Tionghoa. Tidak hanya itu, penerbitan prangko shio merupakan kebanggaan bagi Pos Indonesia untuk turut berpartisipasi meramaikan Tahun Baru China dengan mengeluarkan prangko seri Babi ini.

Tidak hanya itu, Peluncuran prangko Shio Babi ini dilaksanakan bersamaan dengan pameran fotografi. Pada kegiatan ini juga Pos Indonesia memberikan layanan Prangko Prisma.

Tentang Prangko Shio Babi
TAHUN BABI

Shio sudah dikenal sejak tahun 2637 SM, ketika Kaisar Huang Ti memulai putaran pertama dari zodiak tersebut pada tahun pemerintahannya yang ke 61. Tidak seperti astrologi barat yang berdasarkan pada peredaran planet-planet dalam tata surya, astrologi cina didasarkan pada kalender bulan yang dimulai pada akhir bulan Januari sampai pertengahan Februari setiap tahun, tergantung pada tanggal jatuhnya bulan baru. Setiap tahun dalam kalender cina dilambangkan dengan 12 binatang yang dipercaya mewakili karakter tahun dan orang-orang yang dilahirkan pada tahun tersebut. Shio adalah zodiac yang menggunakan simbol-simbol hewan untuk melambangkan tahun, bulan dan waktu dalam astrologi tionghoa.

Pada awal tahun 2019 ini, Indonesia menerbitkan prangko seri Shio Babi dengan menampilkan profil babi pada artefak-benda peninggalan sejarah Nusantara. Babi merupakan perlambang kejujuran, kesederhanaan dan keuletan yang luar biasa, serta gagah dan juga lambang kekuatan. Watak orang dengan shio babi akan mengabdikan dirinya pada tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan sekuat tenaga dan dapat diandalkan untuk menyelesaikannya. Namun, dia juga manusia paling wajar yang pernah Anda temui. Warga shio ini populer dan banyak dicari orang, karena sebagaimana juga kambing dan kelinci, babi selalu ingin mewujudkan keharmonisan diantara sesama. Shio Babi Tanah merupakan sosok yang tenang, wajar, periang, dan punya banyak akal. Unsur tanah menjadikannya produktif. Ia senang beraktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan dana. Shio Babi Tanah akan merencanakan masa depannya sendiri dan menentukan target yang harus dicapai. Ia tidak akan berhenti sebelum mencapai targetnya. Kemauannya keras, sanggup menanggung tekanan, mampu memikul beban yang tak mampu dipikul orang lain. Shio Babi Tanah rajin, bersemangat, tekun, dan mengabdikan diri pada pekerjaan serta keluarganya. Ia akan menemukan ketentraman dan sukses materi dan senantiasa mencari kehidupan yang tenang dalam keluarga yang harmonis.

Celengan sebagaimana desain prangko yang ditampilkan kali ini, merupakan nama umum untuk kotak akumulasi atau penabungan koin, yang umumnya digunakan oleh anak-anak. Celengan biasanya terbuat dari keramik atau porselen yang bertujuan untuk mengajarkan kepada anak agar gemar menabung. Pada celengan tradisional, uang dapat dengan mudah dimasukkan, namun jika ingin mengambil uangnya, celengan tersebut harus dipecahkan. Itulah sebabnya beberapa celengan babi kuno sering ditemukan oleh arkeolog dalam keadaan pecah berkeping-keping sehingga perlu direkonstruksi lagi untuk menjadikannya bentuk utuh kembali. Seperti halnya babi, “celeng”, sebutan orang jawa untuk babi hutan, juga memiliki sifat-sifat subur, seleranya besar dan suka berkubang. Dengan demikian celeng juga menjadi simbol kemakmuran, keberuntungan dan penghubung antara manusia dengan bumi.

Bukti penting persepsi masyarakat terhadap uang tergambarkan dalam wujud celengan babi dengan lubang di punggungnya untuk memasukkan uang logam. Meskipun bentuknya bisa manusia, guci, atau binatang lain selain babi, namun sebutan yang dipilih adalah celengan, kata celengan agaknya baru diperkenalkan oleh Masyarakat Jawa pada masa kemudian, karena bahasa Jawa Kuno hanya mengenal kata celeng (babi atau babi hutan) dan pacelengan (kandang babi).

Dimasa lalu, sejumlah besar celengan, telah digali di sekitar Wilwatikta (Trowulan), ibukota kerajaan Majapahit. Beberapa di antaranya dipajang di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Sayangnya, banyak di antara celengan tersebut ditemukan dalam keadaan rusak dan berupa kepingan atau pecahan. Uniknya, beberapa celengan dari Majapahit tersebut ditemukan masih berbentuk sesuai aslinya, lengkap sebagaimana profil seekor babi yang utuh. Pembuatan celengan ternyata telah berkembang sekitar abad ke-14. Temuan ini menggambarkan perubahan ekonomi di kerajaan Majapahit yang ditandai dengan munculnya usaha dan pekerjaan yang lebih terspesialisasi, pembayaran dengan upah, dan perolehan barang kebutuhan sehari-hari dengan cara jual-beli. Tempat menyimpan uang tertua pertama berupa celengan berbentuk babi yang terbuat dari terakota (tanah liat) di Majapahit tersebut merupakan simbol kemakmuran kota kerajaan di masa itu.

Dengan semakin berkembangnya waktu, celengan babi dianggap tak lagi mampu bertahan, karena seperti yang diketahui, sebagian besar celengan tanah liat itu perlu dipecahkan setelah terisi penuh. Meski masih ada yang memanfaatkan celengan di era modern ini, bentuk celengan-pun telah berubah. Media alternatif penyimpanan uang tersebut kini dominan berbahan dasar plastik, kayu, aluminium, atau keramik. Bahkan sebagian masyarakat modern saat ini dominan memanfaatkan perbankan untuk hal-hal yang terkait dengan keuangan.

 

Peluncuran Prangko Edisi Khusus Perkeretaapian

Prangko Edisi Khusus Perkeretaapian telah diluncurkan sabtu (29/9/18). Prangko ini merupakan sinergi antara PT KAI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, PT Pos Indonesia (Persero) dan Perum Peruri diluncurkan pada acara peringatan HUT ke-73 KAI di Pusdiklat Ir. H. Djuanda PT KAI.

Prangko edisi Perkeretaapian kembali diproduksi setelah terakhir diproduksi tahun 1998 lalu. Prangko bergambar Rail Clinic Generasi 4 dan LRT Palembang ini dicetak perdana sebanyak 100 ribu lembar full sheet.

Pada acara tersebut dilakukan pula penandatanganan MoU antara PT Pos Inonesia (Persero) dengan PT KAI. Mou ditandatangani oleh Direktur Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Barkah Hadimoeljono dan Dirut PT KAI  Edi Sukmoro.

 

 

Peringati Hari Lahir Pancasila Pos Indonesia Luncurkan Prangko Bung Karno

Pos Indonesia bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) gelar Peringatan 73 tahun Lahirnya Pancasila pada Kamis (31/5) di Museum Filateli Jakarta. Acara yang dilaksanakan siang tadi ini dibuka oleh Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri dan dihadiri juga oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi W Setijono.

Peringatan 73 Tahun Lahirnya Pancasila ini diisi dengan Peluncuran Prangko Bung Karno dan Sampul Peringatan 73 tahun Pancasila serta Pameran Arsip Otentik Pidato M. Yamin 5 Juni 1958 juga Peluncuran Buku “Tjamkan Pantja Sila!”.

 

Mengenang Pancasila Melalui Buku Tjamkan Pantja Sila!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pos Indonesia (Persero) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI dan Komunitas Jas Merah meluncurkan buku berjudul Tjamkan Pantja Sila! yang ditulis oleh Muhammad Yamin, di Gedung Filateli, Jakarta, Kamis (31/5). Peluncuran buku tersebut dalam rangka memperingati 73 Tahun lahirnya Pancasila pada 1 Juli 2018. Acara tersebut dihadiri Presiden RI yang kelima, Megawati Soekarno Putri.

Buku tersebut disusun oleh Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka bersama Mujib Hermani, Vera T Tobing, dan M Hervianto. Buku tersebut dicetak oleh Deri Yasman dan diterbitkan oleh Jas Merah.

Dalam sambutannya, Rieke menjelaskan, buku tersebut memuat secara utuh pidato Muhammad Yamin pada 5 Juni 1958. Pidato Muhammad Yamin tersebut disampaikan pada perayaan ke-13 tahun lahirnya Pancasila pada 5 Juni 1958 di Istana Negara, Jakarta. Penyusun sengaja menampilkan hasil digital scanning dari arsip otentik Muhammad Yamin, arsip ANRI No 545. Sehingga, tidak melalui proses edit dan penyempurnaan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan.

“Tujuannya, agar pembaca dapat menjadi bagian dari pengungkapan sejarah bangsa,” jelas Rieke.

Buku tersebut merupakan awal dari rangkaian seri ‘Tajmkan Pantja Sila!’. Bagian kedua berisi Pidato 1 Juni 1945 dan kursus-kursus Bung Karno tentang Pancasila tahun 1958 dan 1959.

Selain peluncuran buku, juga diluncurkan Prangko Bung Karno di Sidang BPUPK. Prangko tersebut berisi foto-foto Bung Karno pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Selain itu, juga digelar Pameran mengenai lahirnya Pancasila dari 31 Mei sampai 4 Juni 2018.

“Setiap hari kami menyiapkan 50 sampai 100 buku dan prangko gratis. Masyarakat silakan datang,” ujar Rieke.

Kepala Arsip Nasional RI, Mustari Irawan, mengatakan, pameran tersebut merupakan kerjasama ANRI, PT Pos dan Komunitas Jas Merah. Tahun lalu, ANRI juga menggelar pameran di Gedung Pejambon.

Mustari menjelaskan, ANRI mempunyai khasanah arsip banyak sekali yang menjadi harta karun tak terkira. Di antara sekian banyak arsip-arsip yang sangat penting, yakni arsip proses pembentukan NKRI terutama pada saat pembahasan BPUPKI yang membahas dasar negara dan konstitusi.

“Tidak semua masyarakat mengetahui dan melihat langsung arsip-arsip asli. Karena kami menjaga sekali agar arsip-arsip asli tidak hilang dan rusak,” kata Mustari.

Oleh karena itu, ANRI berkomitmen merawat arsip-arsip tersebut seperti merawat NKRI. Untuk melakukan diseminasi penyebarluasan dari nilai-nilai Pancasila maka ANRI, PT Pos dan Jas Merah mengelar pameran arsip-arsip yang terkait dengan Pancasila.

Di samping itu, tahun ini ANRI berkeinginan mengusulkan arsip-arsip tentang Presiden Sukarno kepada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco). “Kami mohon dukungan agar apa yang kami nominasikan diterima Unesco.

Karena pemikiran-pemikiran Sukarno sudah melewati batas waktu dan negara dan masa yang akan datang. Sehingga harus dinominasikan sebagai ingatan dunia,” ungkap Mustari.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setijono, mengatakan, pada Agustus 2018 nanti PT Pos Indonesia berumur 272 tahun. Sejak didirikan pertama pada 1746, PT Pos dinilai telah menunjukkan kreativitas dengan memanfatakan infrastruktur dan jaringan bisnis yang telah terbangun. Jaringan kantor pos telah melebihi 10 ribu kantor di seluruh Indonesia. Pos Indonesia memiliki peran dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) salah satu bukti fisik berupa tugu prasati. Sedangkan bukti non fisik berupa sistem kode pos.

“Tugu prasasti ini untuk mendukung program Nawacita memperkuat daerah-daerah dan desa- desa dalam kerangka NKRI. Tugu Prasasti ditempatkan di wilayah perbatasan. Bangunan ini dimulai sejak 2012 sampai 2017 sudah dibangun di 107 lokasi,” terang Gilarsi.

Menurutnya, peluncuran buku tersebut sangat penting bagi pembinaan bangsa untuk lebih memahani falsafah Pancasila. Sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembinaan ideologi Pancasila. Selain itu, para komunitas filatelis juga kerap mengadakan pameran yang mengandung sejarah bangsa Indonesia.

Sumber berita :
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/06/01/p9lses370-mengenang-pancasila-melalui-buku-tjamkan-pantja-sila

Peringatan Hari Filateli Nasional 2018

Bertepatan dengan Hari Filateli Nasional, Jumat, 29 Maret 2018 Pos Indonesia kembali menggelar Launching Prangko Prisma Dilan di Kantor Filateli Jakarta.

Acara dihadiri oleh Kasubdit Prangko dan Filateli Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo RI, Widodo Adi dan Sekretaris Perusahaan Pos Indonesia Cahyat Rohyana, serta para pegiat filateli.

Acara dimeriahkan pula dengan Talkshow bersama Pidie Baiq yang merupakan desainer Prangko Seri Dilan sekaligus penulis dari Novel Dilan yang semakin populer setelah diangkat ke layar lebar berjudul “Dilan” beberapa waktu lalu.

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Dilan 1990

Sejarah Hari Filateli Nasional

Pada bulan Maret 1922, sekelompok kolektor prangko membentuk klub filateli di Batavia yang bernama “postzegelverzamelaars club batavia”. Perkumpulan ini telah diakui oleh penguasa setempat pada tanggal 29 Maret 1922. Aspirasi lokal dari berbagai tempat di Indonesia kemudian terhimpun dalam suatu wadah dan menjadi gerakan terorganisasi secara nasional yang diwujudkan melalui pembentukan “nederlandsch indische vereeniging van postzegel verzamelaars” pada tanggal 15 Agustus 1940, berkedudukan di Jakarta.

Setelah proklamasi kemerdekaan RI, nama perkumpulan berubah menjadi “algemene Vereeniging Voor Philatelisten in Indonesia” pada tahun 1953 menjadi Perkumpulan Umum Philateli Indonesia (PUPI). Selanjutnya tahun 1965 berubah menjadi Perkumpulan Philatelis Indonesia (PPI) dan akhirnya tahun 1985 menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) hingga kini.

Untuk dapat mengikuti setiap perkembangan filateli dunia, tahun 1969 Indonesia menjadi anggota fédération international de philatélie (FIP) yang berkedudukan di Swiss. Indonesia dan beberapa anggota FIP wilayah asia kemudian membentuk federation of inter–asian philately (FIAP), yang berkedudukan di Singapura tahun 1974, dengan anggotanya terdiri dari Perkumpulan Filateli di wilayah Asia–Pasifik .

Pada tahun 2018 ini, dengan mengambil tema “Filateli Membentuk Karakter Bangsa” peringatan Hari Filateli Nasional dirayakan di berbagai tempat, antara lain di Gedung Filateli Jakarta, pada tanggal 29, 30, 31 Maret 2018.

 

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Dilan 1990

Bandung, 6 Maret 2018 – Fenomena Dilan kini sedang melanda masyarakat di Indonesia, tak hanya di kalangan para milenial bahkan para dewasa mudapun ikut mewarnai kehebohan film yang di sutradarai oleh fajar bustomi bersama sang kreator tokoh Dilan yang oleh para fansnya dipanggil dengan nama “Ayah” Pidi Baiq. Film ini dibuat berdasarkan novel yang juga karya sang sutradara Pidi Baiq.

Untuk mengabadikan moment yang fenomenal ini, Selasa 6 Maret 2018 di Lobby Graha Pos Indonesia Jl Banda no 30 Bandung, PT Pos Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Pidi Baiq dengan bangga mempersembahkan penerbitan prangko seri “Dilan 1990”. Prangko seri Dilan 1990 ini diluncurkan langsung oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono, “Ayah” Pidi Baiq, para pemain film Dilan 1990, penyanyi OST Dilan,  Ajeng dan The Panasdalam.

Prangko ini terdiri dari empat desain, yang merupakan sekuensial perjalanan kisah cinta Dilan dan Milea. Prangko ini dikemas dalam lembaran minisheet yang menarik, pada bag tengah terdapat “gutter pair” yang menampilkan sosok Milea. Prangko ini rencananya akan dicetak sebanyak 100.000 lembar dan akan tersedia di Kantorpos mulai tanggal 6 maret 2018. Satu lembar prangko dijual dengan harga Rp 25.000,-. Selain prangko, juga diluncurkan kartupos dengan desain yang sama.  Kartupos ini diperuntukan bagi para fans yang akan berkirim kartupos dan menyampaikan kabarnya kepada Dilan dan Milea secara langsung. Silakan kartupos tersebut di alamatkan kepada :

P.O BOX DILAN
Bandung 40000

dan

P.O BOX MILEA
Bandung 40000

Dalam dunia filateli (hobi yang mempelajari tentang prangko dan benda pos) nama Pidi Baiq bukanlah nama yang baru dikenal. Sejak tahun 1995, si “Ayah” sebagai seorang desainer grafis memulai karirnya dengan mendesain prangko seri “cerita rakyat”. Prangko ini pun saat itu menjadi buah bibir di kalangan filatelis serta banyak diburu para kolektor ketika itu. Pidi Baiq mendobrak trend gaya desain prangko dimasa itu sehingga membuat kali pertama pemerintah RI menerbitkan prangko dengan gaya komik. Hingga saat ini sudah lebih dari 15 judul prangko karya “Ayah” Pidi Baiq.

Prangko Seri Dilan 1990

AR Prangko Dilan

AR Prangko Dilan

Teknologi Augmented Reality dimanfaatkan aplikasi AR Prangko Dilan untuk menambah fitur dari Prangko Seri Dilan 1990. Tidak hanya berisikan gambar, tulisan dan kopur prangko, tapi audio-visual animasi 2D akan muncul jika kita arahkan HP ke sisi depan gambar prangko-prangko tersebut.

Anda penasaran?
Silakan unduh aplikasinya (apk) di sini (Android versi 5 ke atas)

Penjelasan tentang Augmented Reality dapat anda baca di situs kemdikbud.go.id.

Prangko Dilan Seri Dilan 1990

Cara menggunakan aplikasi AR Prangko Dilan untuk melihat Augmented Reality pada Prangko Seri Dilan 1990 :

1. Gunakan HP Android dengan OS versi 5 ke atas

2. Buka www.posindonesia.co.id di browser HP anda

3. Klik slider banner “Prangko Dilan” untuk membuka halaman AR Prangko Dilan

4. Klik “di sini” pada kalimat “Silakan unduh aplikasinya (apk) di sini (Android versi 5 ke atas)”

5. Klik tombol [Download]

6. Klik/open/install aplikasi yang telah diunduh (terletak di folder Download) HP Android anda

7. Buka/jalankan aplikasi AR Prangko Dilan, tunggu sampai HP anda berada pada mode kamera

8. Arahkan kamera HP anda pada prangko Dilan, jika berhasil akan keluar tombol “play”, tekan tombol tersebut maka akan muncul audio visual animasi 2D dari gambar prangko-prangko tersebut

9. Tekan home / back pada HP anda untuk menutup aplikasi AR Prangko Dilan

10. Terima kasih, selamat mencoba…

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Dilan 1990

Pos Indonesia Menerbitkan Prangko Edisi Khusus Asian Games 2018

Asian Games adalah ajang olahraga bergengsi yang diselenggarakan Dewan Olimpiade Asia (OCA/Olympic Council of Asia). Serupa Olimpiade, Asian Games diadakan setiap empat tahun & edisi ke-18 diselenggarakan di Jakarta-Palembang pada 2018. Gelaran yang akan berlangsung pada 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018 ini akan digelar di Gelanggang Olahraga Bung Karno Jakarta dan Jakabaring Sport City Palembang. Ajang pesta olahraga ini diikuti sekitar 15.000 atlet dari 45 negara di Asia yang berlaga di 42 cabang olahraga.

Guna menyambut penyelenggaraannya di Indonesia, Pos Indonesia menerbitkan prangko edisi khusus Asian Games 2018. Prangko ini akan menjadi ciri khas pelaksanaan Asian Games tersebut dan mengangkat ilustrasi beberapa cabang olahraga yang diperlombakan.

Sahabat, mari sambut Asian Games 2018 dengan penuh sukacita dan jangan lupa untuk mengoleksi edisi prangkonya ya !

Website Asian Games 2018 Indonesia

Pos Indonesia Akan Terbitkan Prangko Habibie-Ainun

Jakarta, 9 Oktober 2017 – PT Pos Indonesia (Persero) digandeng PT Thareq Habibie Carbon untuk penerbitan Prangko Habibie – Ainun beserta penjualannya. Perjanjian Kerja Sama Antara PT Pos Indonesia (Persero) dengan PT Thareq Habibie Carbon dilakukan di Gedung Pos Ibukota, Jakarta Pusat (9/10).

Ruang lingkup perjanjian ini adalah kerjasama dengan itikad baik dalam hal pencetakan Prangko Habibie & Ainun. Bentuk serta jenis kegiatan yang hendak dilaksanakan oleh kedua belah pihak meliputi pembuatan desain, tema dan gambar, pengaturan dan kesepakatan tentang hak cipta, dan Prangko Habibie & Ainun tersebut akan dijadikan sebagai benda koleksi berharga bagi mitra pihak PT Thareq Habibie Carbon maupun bagi masyarakat umum.

Prangko Habibie & Ainun dicetak dalam jumlah terbatas dan setiap edisi bernomor seri. Prangko tersebut menurut rencana dicetak dalam 7 (tujuh) edisi, masing-masing edisi/ seri sebanyak 100.000 lembar dan per serinya berisi 4 (empat) keping prangko.

Tidak hanya itu akan diterbitkan juga Replika Prangko Emas Habibie & Ainun, masing-masing sebanyak 18 (delapan belas) keping dengan 4 (empat) jenis desain yang berbeda, atau total akan diterbitkan sebanyak 72 (tujuh puluh dua) keping Replika Prangko Emas Habibie & Ainun.

Pihak PT Thareq Habibie Carbon pun akan menerbitkan Special Edition (Edisi 8 Windu Pernikahan Habibie & Ainun) yang dicetak dalam lembaran emas, masing-masing sebanyak 125 (seratus dua puluh lima) keping dari 4 (empat) jenis desain yang berbeda atau total sebanyak 500 (lima ratus) keping Replika Prangko Emas Edisi Khusus 8 Windu Pernikahan Habibie & Ainun. Penggunaan dan penyebaran Replika Prangko Emas tersebut sepenuhnya akan dilakukan oleh pihak PT Thareq Habibie Carbon.

Prangko Habibie-Ainun dibuat dalam jumlah terbatas dan dicetak melalui proses security printing oleh pihak Peruri. Keluarga Habibie telah berkomitmen untuk tidak mencetak ulang dengan alasan apapun Prangko Habibie & Ainun tersebut. Setiap lembar edisi Prangko Habibie & Ainun dilengkapi dengan QR code yang dapat di scan untuk link yang ditentukan, dan dilengkapi quote tentang cinta Habibie & Ainun yang inspiratif. Setiap edisi prangko tersebut, terdiri dari lebih kurang 5.000 foto-foto Habibie dan Ainun yang terangkai indah membentuk gambar (portrait).

Melalui momentum penerbitan ini, PT Pos Indonesia (Persero) berharap masyarakat khususnya generasi milenial mulai menunjukkan minatnya kembali terhadap prangko, bukan hanya sebagai media pelunasan bea pengiriman surat, tetapi lebih mengenal Indonesia melalui tokoh-tokohnya yang penuh inspiratif. Prangko dapat menjadi rujukan bagi masyarakat khususnya bagi sekolah, akademi dan perguruan tinggi sebagai dokumen, sumber literasi yang mampu mengabadikan sejarah dan peradaban dunia. PT Pos Indonesia (Persero) juga berharap melalui prangko, masyarakat memperoleh sumber daya baru dalam rangka meningkatkan ketrampilannya, khususnya ketrampilan kognitif membaca dan menulis. Dengan kemampuan literasi melalui media prangko, diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat melalui secarik kertas kecil yang merupakan jendela dunia tersebut.

 

Indonesia dan Singapura Luncurkan Prangko Penerbitan Bersama (Joint Issue of Stamp)

Jakarta, 7 September 2017 – Menandai genap 50 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia dan Republik Singapura yang dibuka secara resmi pada tingkat Duta Besar pada 7 September 1967 melalui penandatanganan Joint Communique oleh Menteri Luar Negeri Singapura waktu itu S. Rajaratnam dan Menteri Luar Negeri Indonesia waktu itu Adam Malik.

Singapura adalah negara sahabat dan salah satu negara tetangga terdekat Indonesia yang mempunyai arti penting. Kedekatan secara geografis telah mendorong kedua negara untuk mewujudkan kerjasama di berbagai bidang untuk meningkatkan tingkat kehidupan masyarakat kedua negara.

Indonesia dan Singapura adalah dua negara sebagai pendiri ASEAN yang merupakan suatu organisasi kawasan Asia Tenggara yang penting. Indonesia sangat memberi perhatian untuk pembinaan dan penguatan hubungan, kerja sama dan solidaritas ASEAN.

Hubungan yang baik antara Indonesia-Singapura tidak saja pada tingkat hubungan politik, keamanan, ekonomi, sosial dan budaya, tetapi juga di bidang pelayanan dan perlindungan WNI yang berada di Singapura. Hubungan bilateral Indonesia-Singapura berjalan baik dan menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih positif dan konstruktif, ditandai dengan kerja sama pengembangan sektor-sektor baru yang saling menguntungkan, komunikasi yang intensif antara pejabat kedua negara dan hubungan antar masyarakat yang berjalan sangat dinamis.

Indonesia dengan kekayaan sumber daya alamnya dan Singapura yang memiliki jejariing, knowledge, kemajuan teknologi dan sumber dana merupakan dua negara yang saling melengkapi. Indonesia adalah negara tujuan investasi ke empat bagi Singapura, sedangkan Singapura adalah mitra dagang ke tiga bagi Indonesia. Perayaan tahun ini mengusung tagline “Rising 50” yang merupakan singkatan dari Republik Indonesia dan Singapura 50 tahun, dan mengangkat tema “kemitraan terpercaya dan tumbuh bersama”. Perayaan kali ini diharapkan dapat mengikat kedua sahabat ini di bidang sejarah, seni dan berbagai kesamaan lain yang dimiliki di antara keduanya.

Penerbitan prangko bersama Indonesia dan Singapura hari ini dimaksudkan untuk menandai dan mencatat sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura yang telah berjalan selama 50 tahun. Sebagaimana diketahui bahwa prangko merupakan benda pos yang tidak saja berfungsi sebagai bukti pembayaran di muka atas biaya kiriman pos tetapi juga memiliki fungsi sebagai media informasi publik dan benda unik yang banyak dikoleksi oleh para kolektor atau filatelis.
Adapun tema yang ditampilkan pada penerbitan prangko bersama ini adalah kehidupan bawah laut dengan terumbu karangnya. Terumbu karang merupakan habitat penting bagi berbagai tumbuhan laut, hewan laut dan berbagai mikro organisme laut lainnya. Sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga.

Prangko diterbitkan dalam dua desain dengan nominal masing-masing Rp 5.000,-. Prangko ditampilkan dalam format fullsheet dengan komposisi 12 keping per lembar (6 set prangko), dicetak sebanyak 360.000 set. Selain itu prangko juga ditampilkan dalam format Carik Kenangan (mini sheet) dengan nominal Rp 20.000,- dicetak sebanyak 8.888 set. Menyertai penerbitan prangko ini diterbitkan pula Sampul Hari Pertama sebanyak 2.000 set dengan harga Rp 15.000,-. Prangko dicetak oleh Perum PERURI, desain oleh PosKreatif.

Penerbitan prangko bersama antara Indonesia dan Singapura pernah pula dilakukan pada tahun 2009 dengan tema pariwisata (tourist attractions).

Pada hari ini Kamis, 7 September 2017 di Jakarta, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi melakukan Launching Prangko Bersama Indonesia – Singapura melalui penandatanganan Sampul Hari Pertama seri penerbitan prangko dimaksud.
Pada waktu yang bersamaan juga dilakukan penandatanganan prangko seri yang sama, bertempat di Singapura oleh Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Singapura, bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia dalam rangka pertemuan bilateral kedua negara sekaligus merayakan pershabatan dan hubungan diplomatik Indonesia-Singapura yang telah berjalan selama 50 tahun.
Launching prangko bersama ini merupakan kerja bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Kedutaan Besar Republik Singapura di Jakarta, The Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura, Singapore Post dan PT Pos Indonesia (Persero).