Tag Archives: workshop

Peringati Hari Anti Korupsi PT Pos Indonesia (Persero) Selenggarakan Workshop Anti Korupsi

img_3747

Bandung,  11 Januari 2017 РPengendalian gratifikasi di PT Pos Indonesia (Persero) merupakan implementasi prinsip Good Corporate Government dan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan integritas perseroan. Karenanya Pos Indonesia memandang  perlu adanya komitmen bersama dan membangun kesadaran untuk menolak segala jenis gratifikasi di seluruh lapisan pegawai.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahyu Setijono di sela-sela kegiatan Workshop Anti Korupsi bertempat di Graha PT Pos Indonesia Bandung Jawa Barat pada Rabu (11/1).

Hadir selaku narasumber di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Sujarnako dan Asisten Intelijen Kejati Jabar Hutama Wisnu.

“Workshop ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember,” ujar Gilarsi. Adapun tema yang diangkat pada workshop ini, lanjutnya, adalah Bersih Hati, Tegak Integritas, Kerja Profesional Untuk Menjadikan Pos Indonesia Juara.

“Penyelenggaraan workshop ini merupakan salah satu wujud dari komitmen kami untuk ikut berperan aktif dalam menolak dan mencegah praktik korupsi di lingkungan PT Pos Indonesia (Persero) sehingga tujuan dari pengendalian gratifikasi yang merupakan bagian dari upaya pembangunan suatu sistem pencegahan korupsi dapat berjalan secara transparan dan akuntabel,” papar Gilarsi.

Sistem pencegahan ini menurut Gilarsih tentunya harus melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif badan pemerintahan, dunia usaha dan masyarakat untuk membentuk lingkungan pengendalian gratifikasi.

Saat ditanya mengenai manfaat pengendalian gratifikasi di PT Pos Indonesia, menurutnya hal tersebut akan membentuk pegawai yang berintegritas dan meningkatkan kesadaran pegawai untuk menolak gratifikasi.

“Selain itu, pengendalian gratifikasi akan membentuk citra positif dan kredibilitas perusahaan, terciptanya lingkungan yang kondusif dalam pencegahan korupsi, dan tidak adanya praktik pemberian uang pelicin, suap dan penerapan dalam memberikan layanan,” tambahnya.

Selaku Dirut, dirinya berharap agar seluruh pegawai dapat berperan aktif melaksanakan komitmen pengendalian gratifikasi antara lain dengan menolak gratifikasi yang masuk kategori suap, melaporkan penerimaan gratifikasi, memberikan pemahaman kepada rekan atau mitra kerja terkait aturan gratifikasi dan saling mengapresiasi sesama rekan kerja yang melaporkan penerimaan gratifikasi.

“Komitmen bersama ini menjadi modalitas penting untuk menjadikan Pos Juara,” tutup Gilarsi.