Pos Indonesia Garap Kawasan Indonesia Timur, Bidik Ratusan Pesantren di Mataram

Public Relations, 01/05/2021

Pos Indonesia Garap Kawasan Indonesia Timur, Bidik Ratusan Pesantren di Mataram

Mataram, 1 Mei 2021 - PT Pos Indonesia (Persero) melakukan penetrasi perluasan Agen Pos Pesantren di wilayah Indonesia Timur, membidik ratusan pesantren di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembukaan Agen Pos Pesantren di Mataram merupakan bagian dari  program pembukaan 1.000 Agen Pos selama Ramadhan tahun 2021. Sebelumnya, Pos Indonesia telah membuka Agen Pos Pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Launching Agen Pos di Mataram ditandai dengan diresmikannya Agen Pos di pesantren Nurul Haramain Kota Mataram pada Jumat (30/4/2021). Hadir meresmikan kerja sama tersebut Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana beserta jajaran Pos Indonesia, Wakil Gubernur Provinsi NTB Siti Rohmi Djalillah, dan para pejabat lainnya.

Menurut Siti Choiriana atau yang akrab disapa Anna, Mataram menjadi salah satu bidikan PT Pos Indonesia (Persero) karena jumlah pesantren di kawasan itu diperkirakan lebih dari 700 unit. Di mana setiap pesantren memiliki jumlah santri cukup banyak, hingga 3.000 santri di satu pesantren.

"Ini komitmen kami mengembangkan santripreneur berbasis ekonomi kerakyatan. Program ini mendapat respons cukup bagus, karena ternyata pesantren di Mataram saat ini sedang mengembangkan modern farming," kata Siti.

Pesantren, nantinya mengelola sendiri kerja sama keagenan ini, dengan ujung tombak SDM dari kalangan santri. Di sisi lain, hadirnya Agen Pos di Pesantren, juga bisa mempercepat upaya pesantren melakukan banyak hal. Terutama dalam mengirim barang.

"Ini sejalan dengan upaya pesantren menggalakkan program modern farming. Hadirnya kami semakin membantu kelancaran pesantren mengirim hasil produk olahannya, seperti ikan dan lainnya," beber dia.

Selama ini, kata Siti, akses pesantren di Mataram melakukan pengiriman barang sangat terbatas. Beberapa pesantren berada di lokasi dengan letak geografisnya berat dan jauh, sehingga ekspedisi lain juga belum mampu menjangkau.

Pembukaan Agen Pos Pesantren ini juga mendapat respons cukup bagus dari Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah daerah setempat. Untuk tahap awal, Pos Indonesia membidik 100 pesantren.

"Kami juga sudah sampaikan ke Pemerintah Provinsi NTB, kami siap memfasilitasi pembukaan Agen Pos di pesantren binaan Pemprov NTB.  Mereka sangat support dengan program ini, karena sama-sama punya misi untuk menghasilkan santripreneur," jelas dia.

Penetrasi Agen Pos Pesantren rencananya akan terus dilakukan selama Idul Fitri 1442 Hijriyah ini. Setelah dari NTB, Pos Indonesia bakal launching Agen Pos Pesantren di Jawa Barat dan Banten pekan depan. Targetnya, 1.000 pesantren bisa tercapai pada bulan Ramadhan ini.

"Kami juga akan mengembangkan hal yang sama, membidik komunitas UMKM dan seller, yang betul-betul punya unikless. Karena mereka sudah punya pangsa pasar yang bagus seperti ekspor. Dari sisi produk juga bagus, itu yang akan kami bidik menjadi bagian agen pos," imbuh dia.

Sementara itu, penetrasi bisnis yang dilakukan Pos Indonesia di bawah Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana mendapat apresiasi dari pihak luar. Siti Choiriana didapuk menerima penghargaan HerStory Indonesia Most Inspirational Regional Women Award 2021: Women Development as The Core of Economic Recovery dari Warta Ekonomi.

Penghargaan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini, sebagai bentuk penghargaan kepada perempuan Indonesia yang memiliki reputasi dan prestasi. Meliputi upayanya dalam mendukung tercapainya kesetaraan gender, mendukung pemulihan ekonomi Nasional (PEN) dan program vaksinasi yang tengah berlangsung, serta berkontribusi bagi pengembangan potensi dan ekonomi di daerahnya.

Menanggapi hal itu, Siti mengaku penghargaan tersebut adalah sebuah apresiasi yang diberikan pihak luar yang independen atas upaya yang dilakukannya selama ini. Sebuah penghargaan bagi perempuan Indonesia yang terus berinovasi dan  berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi.

"Penghargaan ini saya didedikasikan kepada para wanita di Pos Indonesia, dalam upaya membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi. Kalau wanita memiliki peran yang lebih baik, saya yakin dapat memberi dampak yang jauh lebih baik lagi," kata dia.

Dia berharap, penghargaan ini bisa menjadi inspirasi bagi wanita lainnya di Indonesia agar menjadi lebih baik. Karena dia yakin, masih banyak wanita Indonesia yang juga punya kemampuan luar biasa.***