Direktur Kelembagaan


Nezar Patria
 

Pria kelahiran Sigli, 5 Oktober 1970 ini diangkat sebagai Direktur Kelembagaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia Nomor : SK-301/MBU/09/2020, tanggal 23 September 2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero) (Persero), Nezar Patria telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik digital.

Alumnus Politik Internasional - London School of Economics and Political Sciences (LSE) University of London, Inggris (S2) pada tahun 2007, Fakultas Filsafat Politik - Universitas Gadjah Mada (S1) pada tahun 1997 ini merupakan pendiri sekaligus redaktur pelaksana portal berita VIVA.co.id

Karir jurnalisnya dimulai dari Majalah Berita Mingguan Tempo (2000-2008), dan sebelumnya pernah bergabung dengan Majalah DR sebagai reporter (1999-2000). Nezar Patria ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Anggota Dewan Pers untuk periode Maret 2016 sampai dengan Juni 2019.
Sebelumnya beliau menjadi Anggota Dewan Pers dari unsur wartawan dan menjabat sebagai Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri (2013-2016).

Berbekal pengalamannya memimpin organisasi wartawan, Nezar pernah terpilih sebagai Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia (2008-2011). Kini beliau juga aktif sebagai Anggota Dewan Etik di Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), sebuah organisasi industri media digital terbesar di Indonesia.

Salah satu prestasinya di dunia jurnalistik adalah menjadi pemenang Journalism for
Tolerance Prize yang digelar International Federation of Journalist (IFJ) di Manila, Filipina, untuk liputan investigasi kerusuhan Mei 1998 yang dimuat di Majalah Tempo. Beliau juga tercatat sebagai editor jurnal pemikiran sosial dan ekonomi Prisma (LP3ES). Artikel hasil risetnya berjudul “The Television Industry in Post Authoritarian Indonesia” dimuat pada Journal of Contemporary Asia, Oxford, Inggris (2013).