Pebri Sangmajadi Sinaga dari SMAN 3 Tarutung Sumut Juarai Lomba Menulis

Admin, 14/03/2016

Pebri Sangmajadi Sinaga dari SMAN 3 Tarutung Sumut Juarai Lomba Menulis

BANDUNG – Pebri Sangmajadi Sinaga, siswa dari SMAN 3 Tarutung, Sumatra Utara menjadi juara pertama lomba Menulis Surat “Generasi Melawan Korupsi” yang diselenggarakan oleh Pos Indonesia. Pengumuman pemenang sekaligus pemberian penghargaan dilaksanakan di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero) gedung Graha Pos Indonesia, Lantai 8, Jalan Banda, Kota Bandung, Jumat (11/3/2016).

Pemenang lainnya adalah Juara 2, Qanaiya Yosheila Kinasih, MA Model Palangkaraya, Palangkaraya. Juara 3, Kukuh Wirahadiwijaya, SMA Islam Al Azhar 14, Semarang. Harapan 1, Hadiwinata, SMKN 1 Gelumbang, Palembang. Harapan 2, Chumairotul Hidayah, SMAN 1 Cilacap. Harapan 3, Azizah, SMAN 1 Pekanbaru.

Lomba menulis yang diperuntukan bagi siswa /siswi Tingkat SMP dan SMA secara Nasional ini berlangsung sejak tanggal 11 Desember 2015 sampai dengan 11 Februari 2016 (2 bulan). Panitia menerima sebanyak 4.550 (empat ribu lima ratus lima puluh) pucuk surat. Dari 30 finalis yang tersaring, panitia akhirnya telah menetapkan para pemenang.

Hadiah diserahkan oleh Pimpinan KPK Saut Sitomurang disaksikan oleh Direktur Ritel dan Properti PT Pos Indonesia (Persero), GNP Sugiarta Yasa, Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia (Persero), Agus F Handoyo, Direktur SDM dan Umum PT Pos Indonesia (Persero) Febrianto dan Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Indiruwani R Asikin.

Direktur SDM dan Umum Pos Indonesia Febrianto dalam sambutannya mengatakan setiap surat yang masuk dilakukan penilaian oleh juri profesional yaitu Penulis Habiburrahman, Darwis Tere Liye dan Gina S Noer serta juri internal. “Seleksi awal administrasi dan penilaian dilakukan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2016. Sidang penetapan 30 finalis diadakan pada 1 Maret 2016,” katanya.

Peserta 30 finalis telah diberikan materi menulis oleh dewan juri Habiburrahman, Tere LIiye dan Gina S.Noer. Peserta kemudian mengikuti lomba menulis sebagai tahapan akhir penilaian.

Febrianto menambahkan lomba ini merupakan bagian dari program CSR Pos Indonesia sekaligus menumbuhkan kembali minat masyarakat khususnya pelajar untuk berkirim surat. Sebab menurutnya kegiatan menulis surat dan berkirim surat sudah hampir hilang setelah munculnya teknologi seperti SMS, WA dan BBM. “Setidaknya untuk mengingatkan kembali kapan terakhir kita berkirim surat. Mungkin sudah pada lupa,” ujarnya.

Saut Situmorang menambahkan ke -30 finalis lomba menulis harus bisa menjadi agen anti korupsi didaerahnya masin-masing. “Pemberantasan korupsi harus dimulai sejak dini,” tegasnya.

Ia bahkan meminta kepada para finalis untuk mengirimkan surat kepada KPK terkait kondisi penindakan kasus korupsi di Indonesia. “Saya minta kalian menulis surat ke KPK terkait kondisi korupsi di Indonesia, kalau bisa kasih solusinya,” tutur Saut yang kemudian menutup acara tersebut.***