GUNA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS KORONA, CHINA POST & MACAU POST MELAKUKAN TINDAKAN PENGAMANAN

Digital Media, 04/02/2020

GUNA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS KORONA, CHINA POST & MACAU POST MELAKUKAN TINDAKAN PENGAMANAN

Sumber foto : Wikipedia

Sejak WHO (World Health Organization) menetapkan status tanggap darurat global terhadap penyebaran virus corona, seluruh pihak meningkatkan pengawasannya terhadap negara China. Terkait dengan wabah tersebut, maka impor barang  dari China menjadi bahasan khusus.

Direktur Operasi Pos Biro Internasional UPU menyampaikan beberapa pesannya melaui EmlS (surat eletronik). China Post menginformasikan bahwa untuk mencegah penyebaran yang lebih luas dari coronavirus(2019-nCoV), China Post telah diintruksikan oleh Pemerintah China untuk mendisinfeksi semua kirimanpos yang ditujukan atau yang transit melalui pusat pemrosesan Wuhan.

Untuk kiriman internasional (suratpos, paketpos, dan EMS) yang ditujukan ke Provinsi Hubei (kodepos 430000-449999), China Post akan menghubungi penerima melalui telepon sebelum melakukan pengantaran. Kirimanpos dapat disimpan sementara di outlet pos, atau tersedia untuk dijemput dari outlet, atau dikirim ke loket paket, atau dikirim dengan metode non-tatap muka lainnya.

Langkah-langkah ini akan mengakibatkan keterlambatan pemrosesan dan pengantaran kiriman inbound internasional, dan dalam beberapa kasus tidak mungkin untuk memberikan bukti pengantaran secara tertulis.

Metode pengantaran kiriman inbound internasional disetujui oleh penerima sebelum melakukan pengantaran, dan China Post dengan hormat meminta bantuan dari negara-negara anggota UPU lainnya untuk menjelaskan kondisi khusus ini kepada pengirim.

Tindakan pencegahan juga dilakukan oleh pihak Macau Post, diinformasikan bahwa untuk meminimalisasi penyebaran coronavirus (2019-nCoV), pemerintah Macau meliburkan para pegawai negeri mereka pada tanggal 30 dan 31 Januari 2020 yang lalu. Akibatnya Macau Post akan menangguhkan seluruh layananpos selama hari libur tersebut. Hal ini berdampak pada kiriman yang akan dikirim ke Macau  ataupun yang diterima akan mengalami keterlambatan.

  

Penjelasan pakar kesehatan :

VIRUS CORONA TAK MENULAR MELALUI BARANG MAUPUN PAKAIAN

Terkait keresahan masyarakat apakah Novel Coronavirus (2019-nCoV) dapat menular melalui barang paketan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegaan dan Pengandalian Penyakit, Achmad Yurianto mengatakan bahwa penyebaran novel coronavirus (2019-nCoV) melalui barang kemungkinannya sangat rendah.

Ia menjelaskan bahwa virus tidak dapat menular melalui benda mati. Pasalnya untuk tetap bertahan hidup dia membutuhkan inangnya. Yuri pun menganalogikan virus layaknya tumbuhan benalu yang membutuhkan perantara.

“Virus itu analog, sama persis dengan benalu di pohon. Benalu ini tidak akan hidup di pohon yang mati, sehingga butuh sel hidup. Terkait dengan barang-barang tentu bukan sel hidup kan, sehingga akan mati. Karenanya sangat tidak memungkinkan jika menular melalui barang maupun pakaian, jadi masyarakat tidak perlu takut berlebihan terkait itu,” kata Yuri.

Menurutnya, yang justru harus diwaspadai adalah kebiasaan kita yang seringkali lupa untuk menjaga kebersihan diri sendiri seperti kebiasaan menyentuh muka dan mulut tanpa memerhatikan kebersihan tangan.

“Justru titik lemah yang kita perhatikan, ada kebiasaan-kebiasaan berdasarkan dalam satu menit rata-rata setiap orang menyentuh mata, hidung dan mulut itu paling tidak 2 kali tanpa kita sadari, kalau tangan ini tercemar maka sama saja kita memasukkan sesuatu ke tubuh kita,” ungkap Yuri.

Karenanya ia mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya untuk mencegah tertular virus corona.

“Kita harapkan masyarakat memahami betul bahwa perilaku hidup bersih dan sehat harus dilakukan. Menggunakan masker untuk mengindari percikan serta mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik perlu dilakukan agar tetap sehat,” pungkasnya.

Dikutip dari :

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200127/0132856/virus-corona-tak-menular-melalui-barang-maupun-pakaian/