Jelang 33rd Asian Internatiol Stamp Exhibition and Competition Bandung 2017, Pos Indonesia Launching Prangko Seri Tahun Kambing

Admin, 28/01/2015

Jelang 33rd Asian Internatiol Stamp Exhibition and Competition Bandung 2017, Pos Indonesia Launching Prangko Seri Tahun Kambing

Jakarta, 28 Januari 2015 – Menurut perhitungan horoskop Tiongkok, tahun 2015 adalah tahun Kambing Kayu. Ramalan 2015 akan didominasi oleh simbol Kambing Kayu yang dikatakan relatif lebih tenang dan damai.

Menurut astrologi Tiongkok, kambing adalah energi Yin, yaitu sebuah simbol perdamaian, harmonisasi antara koeksistensi dan ketenangan. Dengan begitu, suasana tenang akan menjadi dasar utama untuk tahun 2015.

Ramalan 2015 itu juga menjelaskan bahwa kambing merupakan sebuah simbol seni. Hal ini terkait dengan masa pemeliharaan. Berdasarkan pengertian tersebut, tahun depan merupakan waktu yang baik untuk membantu proses penyembuhan yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu. Visualisasi  simbol kambing dalam astrologi Tiongkok dapat pula diwakili oleh biri-biri atau domba jantan.

Untuk menyambut perayaan tahun Kuda tersebut sebagai rangkaian penerbitan Prangko Shio yang ke-9 Pemerintah Indonesia c.q Kementerian Komunikasi dan Informatika Ditjen Penyelenggara Pos dan Informatika kembali menerbitkan prangko seri tahun Kambing.

Pada penerbitan Prangko seri tahun Kuda 2014 ini  PT Pos Indonesia (Persero)  dan Lembaga  Indonesia Tionkok melakukan Launching di Kantor Filateli Jakarta pada tanggal 28 Januari 2015 yang dihadiri oleh Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika,Ketua Lembaga Indonesia Tiongkok, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) dan Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia.

Penerbitan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal  4 Februari 2015 yang juga bersamaan dengan pelaksanaan Pameran Filateli serta Bursa Filateli dan Numismatik yang akan berlangsung dari tanggal 04 Februari 2015 sampai dengan 10 Februari 2015 di Mall Of Indonesia Jakarta.

Penerbitan Prangko seri Tahun Kambing 2015 mengangkat gambar Domba Garut dengan detail teknis sebagai berikut:

Prangko seri Tahun Kambing diterbitkan dalam 3 (Tiga) keeping Prangko dengan latar belakang gambar Domba Garut dengan copure Rp.3.000, dengan jumlah cetak 500.000  Set, Desainer : Guruh Ramdani dan Pencetak Perum Peruri.

Mini sheet seri Tahun Kambing diterbitkan sejumlah 40.000 lembar dengan harga per lembar Rp. 18.000, dengan perancang Guruh Ramdani dan Pencetak Perum Peruri.

Souvenir Sheet seri Tahun Kambing diterbitkan sejumlah 40.000 lembar dengan harga per lembar Rp. 10.000, dengan perancang Guruh Ramdani dan Pencetak Perum Peruri.

Sampul Hari Pertama (SHP) seri Tahun Kambing diterbitkan sejumlah 5.000 lembar dengan harga per lembar Rp. 12.000, dengan perancang Koeboe Sarawan.

Sampul Hari Pertama SS (SHP  SS) seri Tahun Kambing diterbitkan sejumlah 5.000 lembar dengan harga per lembar Rp. 13.000, dengan perancang Koeboe Sarawan.

Ada pun Prangko seri Tahun baru Tiongkok di Indonesia yang telah diterbitkan adalah sebagai berikut:

  1. Tahun  2007 telah diterbitkan Prangko seri “12 Lambang Shio"
  2. Tahun 2008 telah diterbitkan Prangko seri  “Tahun Tikus”
  3. Tahun 2009 telah diterbitkan Prangko seri  “Tahun Kerbau”
  4. Tahun 2010 telah diterbitkan Prangko seri “Tahun Macan”
  5. Tahun 2011 telah diterbitkan Prangko seri  “TahunKelinci”
  6. Tahun 2012 telah diterbitkan Prangko seri ”Tahun Naga”
  7. Tahun 2013 telah diterbitkan Prangko seri “Tahun Ular”
  8. Tahun 2014 telah diterbitkan Prangko seri “Tahun Kuda”
  9. Tahun 2015 akan diterbitkan Prangko seri “Tahun Kambing”

Dengan Penerbitan dan berbagai rangkaian acara tersebut, diharapkan akan dapat memberikan nilai positif bagi perkembangan khasanah Seni dan Budaya di Indonesia melalui Prangko.

Tentang Lembaga Indonesia Tiongkok:
Lembaga Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok bergerak dalam meningkatkan Ekonomi, Sodial dan Budaya kedua belah pihak. Lembaga Indonesia Tiongkok pun bekerjasama dalam memediasi masuknya investor asing ke Indonesia, utamanya dari Tiongkok. Selain itu memberikan bimbingan agar pengusaha lokal dapat bermitra dengan pengusaha dari luar.