Membangun Kemitraan Pos ASEAN yang Lebih Kuat di Masa Depan

Sektor pos di seluruh ASEAN sedang mengalami transformasi besar seiring perkembangannya menjadi tulang punggung penting ekonomi digital. Didorong oleh pertumbuhan pesat e-commerce dan perdagangan lintas batas, layanan pos semakin diharapkan untuk mendukung konektivitas regional, efisiensi logistik, dan integrasi ekonomi. Perkembangan ini menjadi konteks Pertemuan Bisnis Pos ASEAN ke-31 (APBM), yang diselenggarakan oleh PosIND di Jakarta sebagai bagian dari Uni Pos Universal (UPU).
Terlepas dari kemajuan ini, sektor pos ASEAN menghadapi tantangan yang signifikan. Menurunnya volume surat konvensional, kemampuan logistik yang tidak merata, dan sistem tarif dan pengiriman yang terfragmentasi terus membatasi kemampuan sektor ini untuk bersaing di pasar yang semakin digital dan tanpa batas. Tanpa koordinasi yang lebih kuat, operator pos berisiko kehilangan relevansi dalam mendukung UMKM dan ekosistem e-commerce yang lebih luas.
Tantangan-tantangan ini, jika tidak diatasi, dapat menyebabkan biaya logistik yang lebih tinggi, standar pengiriman yang tidak konsisten, dan akses terbatas ke peluang perdagangan digital antar negara. Kurangnya koordinasi antar sistem nasional dapat memperlambat integrasi regional dan mengurangi daya saing jaringan logistik ASEAN di skala global, yang pada akhirnya memengaruhi bisnis dan konsumen.
Untuk mengatasi masalah ini, APBM ke-31 berfungsi sebagai platform strategis bagi sepuluh negara anggota ASEAN untuk menyelaraskan upaya transformasi dan memperkuat kerja sama. Diskusi berfokus pada Strategi Transformasi Pos ASEAN 2026, inisiatif digital seperti Postman Cloud, dan kemajuan tarif tunggal ASEAN. PosIND juga menekankan prioritas utama, termasuk memperkuat layanan pasar lintas batas dan memastikan kepastian biaya dan proses melalui mekanisme pengiriman DDU (Delivered Duty Unpaid) dan DDP (Delivered Duty Paid).
Pertemuan tersebut menegaskan kembali komitmen bersama untuk membangun jaringan pos ASEAN yang lebih terintegrasi, terjangkau, dan kompetitif. Seperti yang ditekankan oleh Direktur Pengembangan Bisnis & Manajemen Portofolio PosIND, Prasabri Pesti, sektor pos ASEAN akan menjadi yang terkuat ketika solidaritas regional didukung oleh kemajuan operasional yang nyata. APBM ke-31 menandai langkah penting menuju pemosisian layanan pos sebagai platform regional yang kuat secara komersial yang mendukung pertumbuhan inklusif dan konektivitas ASEAN yang lebih dalam.

